Warga Kaget, Hujan Es Guyur Kenagarian Surian


Senin, 04 Juli 2016 - 22:17:16 WIB
Warga Kaget, Hujan Es Guyur Kenagarian Surian HUJAN ES--Seorang warga memperlihatkan es yang turun seperti hujan di Kenagarian Surian, Kabupaten Solok, Senin (4/7). Hujan es tersebut sempat membuat kaget masyarakat sekitar.FEBI/HALUAN
SOLOK, HALUAN – Hampir seluruh masyarakat kenagarian Surian, kabupaten Solok dikagetkan dengan fenomena alam hujan es, Senin (4/7) sekitar pukul 16.00 WIB.
Warga yang sedang berada di jalan raya mendadak kaget dan berboncong-bondong berteduh karena takut dengan fenomena alam yang aneh ini.
 
Febi (23), salah satu warga jorong Tampat, Nagari Surian, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Solok menuturkan awalnya di Surian hanya terjadi hujan biasa sekitar pukul 16.00 WIB. Namun, Hujan yang telah berlangsung setengah jam, tiba-tiba hujan tiba-tiba menjadi es selama 15 menit.
 
“Kami takut karena butiran air tiba-tiba menjadi es sebesar kelereng. Ada sekitar 15 menit hujan es melanda nagari ini setelah hujan biasa selama 30 menit. Banyak atap rumah warga yang rusak jadinya,” kata Febi kepada Haluan.
 
Senada dengan itu, Randy (19) mengaku kaget dengan hujan es yang membuat warga ketakutan. Pasalnya, atap rumah warga menjadi badangkang dan beberapa atap rumah warga menjadi rusak.
 
“Butiran esnya sangat banyak karena es yang turun beriringan dengan hujan lebat dan angin kencang. Bahkan es menumpuk di di depan pintu rumah saya. Rumah-rumah tetangga ada yang bocor karena hujan es ini,: kata Randy.
 
Pantauan Haluan di lapangan, hujan es yang mengguyur kenagarian surian ini berawal dari gerimis biasa. Kemudian angin kencang disertai hujan sekitar pukul 16.00 WIB. Tidak lama berselang, hujan mulai berubah menjadi es sekitar pukul 16.30-16.45 WIB. Barulah hujan reda pada pukul 17.10 WIB.
 
Setelah hujan reda, warga banyak mengabadikan momen ini dengan kamera HP mereka dan membersihkan tumpukan es di perkarangan rumah mereka.
 
Sementara itu Kasi Observasi dan Informasi BMKG Ketaping, Budi Iman Samiadji  mengatakan hujan es terjadi akibat pengaruh awan konvektif yang cukup tinggi.
 
“Jika sudah terjadi hujan es, maka dapat dikategorikan ekstrem karena disertai angin kencang dan petir. Biasanya awan ini berada di ketinggian 40 ribu kaki atau 10 km dari permukaan tanah,” kata Budi.
 
Budi menyebutkan pembentukan awan konvektif perlu diwaspadai karena awan yang terbentuk sangat hitam dan menjulang tinggi. (h/mg-ang)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]