Lebaran, Pengusaha Sate di Pesisir Selatan Raih Omzet Rp50 Juta Sehari


Jumat, 08 Juli 2016 - 23:30:05 WIB
Lebaran, Pengusaha Sate di Pesisir Selatan Raih Omzet Rp50 Juta Sehari OMZET PENGUSAHA SATE--Sejumlah pengunjung berfoto di kedai SMBS yang terletak di pangkal jembatan Amping Parak, Kecamatan Sutera, Pesisir Selatan, Jumat (8/7) malam. Saat Lebaran, pemilik kedai sate tersebut meraih omzet Rp50 juta sehari. HOLY ADIB

Laporan : HOLY ADIB

Siapa yang tak percaya bahwa berdagang sate bisa menghasilkan uang puluhan juta sehari, bisa bertanya kepada Doni dan Tini, pemilik kedai Sate Makmur Bersama (SMBS) di Amping Parak, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan. Saat Lebaran, mereka meraih omzet kurang lebih Rp50 juta sehari dengan rata-rata 5.000 pengunjung per hari.

Omzet sebanyak itu ditangguk mulai Lebaran hari pertama sampai 4 hari kemudian. Hal itu terjadi setiap kali Lebaran, sejak kedai sate itu berdiri pada 2007.

Doni menuturkan, omzetnya saat Lebaran bertambah berkali-kali lipat dibandingkan hari biasa. Pada hari biasa, omzetnya berada dalam rentang Rp3 juta hingga Rp7 juta sehari, dengan rata-rata 500 pengunjung per hari.

Dengan bertambahnya pengunjung saat Lebaran, kata Doni, pekerja dan jam buka di kedainya pun bertambah. Saat Lebaran, pekerjanya berjumlah 40 orang, yang terdiri dari pemasak kuah sate, pemotong dan pembakar daging, pencuci piring, dan pramusaji. Pada hari biasa, pekerjanya sebanyak 18 orang.

Untuk jam buka, selama Lebaran, pasangan suami-istri tersebut melayani pengunjung selama 24 jam sehari. Pada hari biasa, mereka buka mulai pukul 6.30 WIB dan tutup pada pukul 2.30 WIB dini hari.

Saking banyaknya pengunjung saat Lebaran, Doni dan Tini menjawab pertanyaan wartawan Haluan yang berkunjung ke kedai SMBS pada Jumat (8/7) malam, sambil melayani pengunjung, baik sambil mengaduk kuah sate maupun menerima uang dan mengembalikan uang kembalian pengunjung.

Jenis sate yang dijual di sana ialah sate ayam dan sate lokan. Dua jenis sate tersebut adalah menu andalan. Saat Lebaran, mereka menaikkan harga sate, yakni Rp15 ribu satu porsi, naik Rp3 ribu dibandingkan hari biasa. Namun, selain menjual sate, mereka juga menjual pecel lele, pecel ayam, nasi goreng, mi ayam, dan soto ayam.

Menurut Tini, banyaknya penggemar SMBS karena rasanya yang enak, kedai sate tersebut yang lapang (mampu menampung sekitar 300 orang), dan pemandangan di sekitar lokasi tersebut. Saat siang, pengunjung bisa memandang jauh ke laut dan ke sungai di sebelah kedai. Dekatnya lokasi kedai dengan laut dan sungai, memungkinkan angin sepoi-sepoi mengembus pengunjung saat makan sate. Pembaca bisa membayangkan rasanya memakan sate yang enak sambil disuguhi pemandangan bagus dan diembus semilir angin. Suasana demikian barangkali menjadikan apa pun yang dimakan bertambah enak, apalagi jika dinikmati bersama orang-orang tercinta.

Yori Kayama, pengunjung asal Kecamatan Lengayang yang ditemui Haluan di sana mengatakan, dari sekian banyak sate di Kecamatan Lengayang dan Kecamatan Sutera, hanya kedai SMBS yang ia pilih. Alasannya, sate tersebut enak dan terkenal di Pesisir Selatan. Saat itu, ia membawa belasan teman-temannya makan sate di sana. (*)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]