Masyarakat di 3D dan Solsel Kecewa Daerahnya Tak Masuk Etape TdS


Kamis, 14 Juli 2016 - 21:45:00 WIB
Masyarakat di 3D dan Solsel Kecewa Daerahnya Tak Masuk Etape TdS ilustrasi/net

SOLSEL, SOLOK, HALUAN -- Kekecewaan atas pembatalan TdS 2016 tidak melewati Solok Selatan (Solsel) memang dirasakan seluruh masyarakat Solsel. Tapi, rasa kecewa itu ternyata juga dialami masyarakat Alahan Panjang, Kabupaten Solok karena objek wisata mereka Danau Kembar tidak jadi dilewati pebalap TdS.

Menurut guru besar Universitas Andalas, Prof. Helmi, kalau TdS melewati lokasi tertentu, termasuk Danau Kembar akan membantu promosi wisata dan budaya daerah tersebut.  "Akibat ada masalah infrastruktur jalan maka kawasan Danau Kembar dan Solsel tidak termasuk rute yang akan dilewati.  Hal ini, tentunya mengurangi manfaat bagi kawasan Danau Kembar,"katanya saat dihubungi Haluan, Rabu, (13/7).

Namun begitu, lanjutnya, masalah ini bisa juga dilihat sebagai peluang untuk melakukan side iven. Seperti lomba sepeda gunung (mountain bike) di kawasan 3 Danau (Danau Diatas, Danau Dibawah dan Danau Talang). Kondisi kawasan 3D tersebut sangat cocok untuk lomba sepeda gunung.

Oleh sebab itu, katanya sebaiknya Pemkab Solok dan pegiat pariwisata di kawasan itu bisa mempersiapkan lomba sepeda gunung ini. Jadwal lomba sepeda gunung ini bisa dibuat sebelum TdS sehingga pengunjung dan (kemungkinan) peserta TdS, terutama yang dari dalam negeri bisa ikut juga.  "Jadi, meriah juga dan bisa mengundang pengunjung.  Sehingga bisa memberi manfaat ekonomi terhadap kawasan itu,"katanya.

Namun, Kabupaten Solok masih beruntung, sebab TdS merupakan promosi danau Singkarak yang notabene berada di kabupaten itu. "Jadi hanya sebagian masyarakat kab. Solok yang kecewa. Kalau di Solsel, se-Kabupaten yang kecewa,"kata seorang pelaku wisata, Yopi pada Haluan.

Seorang masyarakat Alahan Panjang, David Revalon mengungkapkan kecewaannya akibat TdS tidak melewati kampung halamannya. "Padahal TdS iven besar untuk bisa mempromosikan danau kembar yang tak kalah bagus juga pemandangannya. Sayang sekali pemerintah Sumbar tidak memaksimalkannya,"keluhnya.

Selain itu, sebagai bentuk kekecewaan masyarakat dan perantau Solel, mereka mencoba mengurangi kekecewaannya dengan membuat Gerakan 1000 arti kata TdS dibeberapa media sosial. Berbagai kepanjangan mereka buat dan saling berlomba menambahkan dengan arti bermacam-macam. Seperti, Tunggu dulu Solsel atau Terzalimi dek Sepeda dan kepanjangan TdS lainnya yang dijadikan seribu arti.

Dari seluruh percakapan melalui media sosial, tak satupun masyarakat dan perantah Solsel yang menyakahkan pihak Kementerian Pariwisata. Semua kecewa kenapa jalan tidak disiapkan dari awal. (h/jef)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]