KESELAMATAN JIWA DAN KELUARGA TERANCAM

Wartawan Padang Panjang Diteror OTK, Diduga Terkait Liputan Dugaan Korupsi Rumah Dinas Walikota


Ahad, 17 Juli 2016 - 18:45:11 WIB
Wartawan Padang Panjang Diteror OTK, Diduga Terkait Liputan Dugaan Korupsi Rumah Dinas Walikota Ilustrasi/Net

PADANG PANJANG, HALUAN - Sejumlah wartawan yang bertugas di Kota Padang Panjang mendapat teror dan ancaman dari orang tak dikenal (OTK). Ancaman tersebut dilayangkan melalui pesan singkat di jejaring media sosisal Facebook pada hari Rabu (13/7) kemarin, dan malui pesan singkat (SMS) seluler pada hari Jumat (15/7) kemarin. Dari Informasi yang di himpun Haluan diketahui, wartawan yang mendapat ancaman tengah menginvestigasi kasus dugaan korupsi pada Rumah Dinas Wali Kota Padang Panjang yang sedang ditangani oleh Tipikor Polres Padang Panjang.

Tak hanya kepada wartawan yang bertugas di Padang Panjang, si peneror pun juga melayangkan ancamannya kepada Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Padang Panjang, dan sejumlah redaktur di Harian Umum Haluan dan Harian Singgalang yang berada di Padang.

Ketua PWI Padang Panjang Syamsudarman membenarkan menerima SMS bernada ancaman pada hari Jumat (15/7) sekitar jam 8 WIB Pagi. Dalam SMS tersebut peneror meminta bantuan Ketua PWI Padang Panjang untuk dapat meredam wartawan dan mengancam tidak akan main-main dengan yang telah mereka pesankan.

“Dalam SMS tersebut saya diminta untuk dapat meredam rekan-rekan wartawan, dan mengancam kalau terjadi apa-apa dengan para wartawan dikota Padang Panjang sebab kata mereka tidak akan main-main dengan yang telah pesankan, namun anehnya di akhir SMS peneror tersebut mengatakan, jika ada keperluan saya diminta untuk menghubungi humas, sedangkan Kabag Humas tak tahu apa-apa tentang SMS tersebut,” terang Syamsudarman menceritakan SMS yang masuk ke ponselnya.        

Iwan DN Salah seorang Wartawan Senior dari Harian Haluan yang bertugas Padang Panjang menilai, peneror tersebut tampaknya berusaha mengadu domba pihak wartawan dengan Pemko Padang Panjang.

“Dari beberapa pesan ancaman kepada rekan-rekan wartawan yang telah saya baca, tampak sekali ada oknum yang sedang berusaha untuk mengadu domba kita yang berprofesi sebagai wartawan dengan pihak Humas Pemko Padang Panjang, dan ini tak bisa dibiarkan,” tegas wartawan senior yang kerap disapa Mak Wan itu.

Sementara itu, redaktur Harian Haluan Ryan Syair, membenarkan ada SMS yang masuk ke ponsel pribadi miliknya, pada hari Jumat pagi, dari SMS tersebut intinya mereka meminta kerjasama untuk tidak memuat berita buruk yang ada di Kota Padang Panjang namun jika tidak mau bekerjasama si peneror mengancam keselamatan redaktur dan wartawan Harian Haluan tersebut.

“SMS tersebut masuk Jumat Pagi, setelah saya cari tahu bersama wartawan Haluan yang di tugaskan di Padang Panjang, ternyata SMS tersebut berasal dari nomor yang sama yang juga meneror rekan-rekan wartawan di Padang Panjang. Dalam SMS itu mereka meminta kerjasama untuk memuat berita yang baik-baik saja, namun jika saya tidak mau mereka mengancam keselamatan saya,” ujar Ryan Syair.  

Tak jauh berbeda dengan yang di terima Redaktur Haluan, wartawan dari harian Rakyat Sumbar, Rifnaldi, menjelaskan pesan singkat tersebut juga ia terima pada hari Jumat pagi, dalam pesan itu berisi ancaman pembunuhan dan keamanan keluarga jika membuat berita Kasus Korupsi Rumah Dinas yang sedang bergulir itu.

“Kami akan tetap meliput kasus dugaan korupsi di Rumah Dinas Wali Kota Padang Panjang yang sedang di tangani oleh pihak polisi agar dapat di selesaikan secara hukum,” ujar Rifnaldi

Terpisah, Paul Hendri wartawan Metro Andalas yang menerima SMS berupa ancaman pembunuhan tersebut saat di hubungi Haluan Minggu (17/7) kemaren menilai, tindakan peneror tersebut adalah tindakan seorang pengecut, pasalnya saat menerima SMS tersebut Paul sempat membalas dan menghubungi si pengirim pesan, namun dengan cepat nomor pengirim pesan sudah tidak aktif lagi.

“Ini Padang Panjang, disini tak ada orang sangat hebat dan pandai disini, disini harus bisa berpandai-pandai. Jika sipeneror mengaitkan permasalahan ini dengan pemberitaaan Korupsi Rumah Dinas, kami wartawan yang ada di Padang Panjang, tak pernah sekalipun mengada-ada dalam menuliskan pemberitaan yang telah ada, dan dalam pemberitaan tersebut juga tak sedikitpun ada opini wartawan di dalamnya, semua pemberitaan resmi dari pihak Polres Padang Panjang melalui Unit Tipikor yang berwenang mengusut kasus yang tengah bergulir ini, jadi kalau si peneror mau komplain seharusnya ia komplain saja ke Polres Padang Panjang,” terang Paul.

Senada dengan Paul, Wartawan Harian Singgalang, Jasriman, membenarkan masuknya pesan pribadi melalui SMS via telepon. Bahwa pesan tersebut menyimpulkan peringatan untuk tidak mempublikasikan sesuatu yang berdampak  tidak kondusif jalan roda pemerintahan.

“Pastinya kasus ini, telah menghalangi profesi wartawan di daerah. Sementara itu, terkait pemberitaan  dugaan kasus korupsi yang terjadi di Pemko Padang Panjang, merupakan fakta jelas dari narasumber yang jelas. Kita juga tidak ingin juga memperkeruh suasanan atau kondisi Pemerintahan. Sebagai kontrol sosial ini mesti kita lakukan  sebagai Wartawan. Kita harus objektif menilai sebuah persoalan,” sebut Jasriman.

Terkait persolaan ancaman yang telah meluas kebeberapa orang wartawan tersebut, Ketua PWI Padang Panjang Syamsudarman, akan mengumpulkan seluruh wartawan yang bertugas di Padang Panjang dan bersama-sama akan membawa kasus ini ke ranah hukum.

“Kita akan kumpulkan seluruh wartawan yang bertugas di Padang Panjang, dan kita bersa-sama akan membawa kasus ini ke ranah hukum dan melaporkan kasus ini ke Polres Padang Panjang, kita berharap polisi bisa membongkar kasus ini dan polisi bisa menangkap pelaku teror yang berusaha mengancam wartawan” ujar Syamsudarman. (Redaksi)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]