Organisasi AJI dan PFI Mengutuk Pengancaman Terhadap Wartawan


Ahad, 17 Juli 2016 - 21:04:35 WIB
Organisasi AJI dan PFI Mengutuk Pengancaman Terhadap Wartawan Sejumlah pewarta melakukan aksi bakar lilin sebagai bentuk rasa duka terhadap kekerasan kepada wartawan. ZU QINCAI/HALUAN
PADANG, HALUAN--Ancaman terhadap profesi wartawan oleh orang tidak dikenal di Kota Padangpanjang menjadi perhatian masyarakat luas. Sejumlah organisasi profesi wartawan pun mengecam keras ancaman tersebut.
 
Organisasi Pewarta Foto Indonesia (PFI) Sumatera Barat dan Aliansi Jurnalis Independen mengutuk tindakan pengancaman terhadap pewarta.
 
Tindakan intimidasi lewat pesan singkat, merupakan salah satu tindakan kriminal verbal. Dan ini akan menjadi preseden buruk dalam memperoleh informasi untuk disampaikan kepada masyarakat.
 
Berdasarkan kronologi yang diperoleh di lapangan, Ketua PWI Padang Panjang Syamsoedarman menerima pesan singkat berupa ancaman atau intimidasi, dengan pesan sebagai berikut 
 
"Sebagai ketua PWI Padangpanjang  diminta mengingatkan sejumlah wartawan di Padangpanjang untuk tidak macam-macam". 
 
Pesan tersebut tertanggal 11 Juli 2016 lalu. Dengan nomor pengirim 082385101827, pada pukul 08.00 WIB. Kemudian pesan dengan isi yang sama diterima oleh masing-masing wartawan dari berbagai media massa, yang bertugas di Padangpanjang, antara lain diterima oleh Jasriman (jurnalis Harian Singgalang), Paul Hendri (jurnalis Metro Andalas), Kamal Putra (Wartawan Investigasi), Rifnaldi (Wartawan Harian Rakyat Sumbar), Ryan Syair (Wartawan Haluan). 
 
Lebih kejamnya lagi, pesan diterima Paul diancam akan “dimatikan.” Nomor ponsel tersebut ketika dihubungi tidak aktif. Ancaman tersebut berasal dari seseorang yang tidak dikenal. 
 
Diduga pesan ancaman tersebut terkait kasus dugaan korupsi biaya rumah tangga Rumah Dinas  Wali Kota Padang Panjang yang kini sedang diusut Polresta Padangpanjang dan ramai diberitakan media. 
 
Pengancam kemudian meminta penerima pesan untuk mengonfirmasikan hal itu ke Kabag Humas Pemkot Padangpanjang, Ampera Salim. Saat dikonfirmasi, yang bersangkutan tidak tahu menahu terkait hal itu.
 
Pewarta Foto Indonesia (PFI) Sumbar menyatakan sikap
 
1. Mendesak Kapolda Sumbar untuk mengusut tuntas pengancaman tersebut, terutama di wilayah hukum Polresta Padangpanjang, Sumbar.
 
 
2.  Meminta kepada Kepolisian Daerah Sumatera Barat dan Kepolisian Resor Kota Padang Panjang memberikan perlindungan kepada pewarta yang menjalankan tugas sebagaimana dijamin oleh UU Nomor 40 Tahun 2009 Tentang Pers.
 
 
3. Mendesak Polda Sumbar dan Polresta Padangpanjang untuk mencari dan menangkap pelaku. Sebab, tindakan pengancaman merupakan tindakan yang menginjak-injak kemerdekaan dan kebebasan pers. Melanggar tindak pidana Pasal 18 Ayat (1) UU No. 40 tahun 2009 Tentang Pers, ancaman pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp500 juta.
 
 
4. Mengecam tindakan intimidatif tersebut. Sebab, menjadi cikal bakal presden buruk bagi penjaminan kebebasan berekspresi. Dan, merugikan masyarakat untuk memperoleh informasi yang akurat dari para pewarta di lapangan.
 
 
5. Mengimbau rekan-rekan wartawan di Padangpanjang bersatu dan terus melaksanakan tugas sesuai kode etik jurnalistik.
 
Demikian pernyataan sikap PFI ini disampaikan.
 
Padang, 17 Juli 2016
 
Zulkifli
Ketua PFI Sumatera Barat
 
Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Padang Mengecam Ancaman Terhadap Jurnalis di Padang Panjang
 
Terkait hal tersebut AJI Padang menyatakan bahwa:
 
1. Kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara sebagaimana tercantum dalam Pasal 4 Ayat (1) Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers;
 
2. Tindakan pengancaman terhadap jurnalis merupakan tindakan yang menginjak-injak kemerdekaan dan kebebasan pers , karenanya dapat dikenai ketentuan pidana Pasal 18 Ayat (1) UU No. 40 tahun 2009 Tentang Pers dimana ancamannya pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp500 juta” 
 
3. Tindakan pengancaman ini dapat dikenai Pasal 368 ayat (1) KUHP, dengan ancaman pidana penjara paling lama sembilan (9) tahun.
 
4. Meminta kepada Kepolisian Daerah Sumatera Barat dan Kepolisian Resor Kota Padang Panjang memberikan perlindungan kepada jurnalis yang menjalankan tugas sebagaimana dijamin oleh UU Nomor 40 Tahun 2009 Tentang Pers;
 
5. Meminta kepada Kepolisian Daerah Sumatera Barat dan Kepolisian Resor Kota Padang Panjang mengusut tuntas dan memproses secara hukum pelaku pengancaman tersebut.
 
6. Meminta kepada para jurnalis agar tidak ragu memberitakan dugaan kasus korupsi di Kota Padang Panjang sebagaimana biasa dengan tetap mengacu kepada Kode Etik Jurnalistik;
 
Demikian pernyataan sikap ini disampaikan.
 
Padang, 17 Juli 2016
 
Yuafriza
Ketua AJI Padang
 
Pengancaman dan tindakan kekerasan terhadap profesi wartawan di Sumbar sudah sering terjadi. Beberapa waktu lalu juga terjadi penghinaan profesi jurnalis oleh salah seorang tokoh budayawan sumbar, lalu kekerasan oleh petugas rutan di Painan, dan ancaman oleh anggota polisi di Padangpanjang. (h/rvo)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]