Atasi Bajak Laut, RI-Malaysia-Filipina Akan Buat Kesepakatan


Selasa, 19 Juli 2016 - 06:12:08 WIB
Atasi Bajak Laut, RI-Malaysia-Filipina Akan Buat Kesepakatan Ilustrasi.

JAKARTA, HALUAN — Pe­merintah Republik Indonesia akan menandatangani kese­pakatan pengamanan laut de­ngan Malaysia dan Filipina menyusul terus berulangnya kasus penculikan terhadap anak buah kapal asal Indonesia.

Menjelang pe­nan­data­nga­nan kesepakatan tersebut, pe­merintah RI mematangkan konsep pengamanan laut de­ngan personel bersenjata atau sea marshal, sebagai upaya untuk menjamin keamanan wilayah perbatasan di perairan Indonesia, Filipina, dan Malay­sia, terhadap kapal pengangkut batu bara yang melintas di jalur itu.

Baca Juga : Daftar 20 Negara Penyumbang Kasus Terbanyak Covid-19, Termasuk RI

Untuk membahas standar prosedur operasi dari rencana pengamanan oleh personel Tentara Nasional Indonesia di atas kapal yang membawa ba­rang ekspor ke Filipina, Menteri Pertahanan RI Rya­mizard Rya­cudu akan bertemu dengan Menteri Pertahanan Filipina dan Malaysia Kamis pekan ini (21/7) di Kuala Lumpur.

“Masalah konsep pe­ngaw­alan sudah selesai, tinggal penanandatanganan kese­pa­katan di Kuala Lumpur pada hari Kamis,” kata Ryamizard di kantor Kementerian Pertaha­nan, Jakarta, Senin (18/7).

Baca Juga : Gara-gara Pandemi, Pilot Ini Jadi Kuli Bangunan dan Pengantar Barang

Indonesia akan memak­simalkan peran TNI dalam penggunaan personel bersenja­ta yang akan melakukan pe­ngawalan di atas kapal batu bara selama berlayar ke Fili­pina. TNI Angkatan Laut juga akan bekerja sama dengan Angkatan Laut Filipina.

“Masalah di laut sudah selesai. Kami akan menem­patkan tentara sebagai penga­walan di atas kapal yang akan berlayar ke Filipina,” ujar Ryamizard.

Baca Juga : Presiden Meksiko Positif Terpapar Covid-19

 Pemerintah Filipina, kata Ryamizard, sudah mengizinkan militer Indonesia memasuki perairannya untuk melakukan pengawalan. Namun penga­walan dilakukan dengan tetap berkordinasi dengan Filipina.

“Kita (TNI) bisa masuk ke (perairan) sana setelah mela­porkan berapa kapal yang masuk ke sana dan berapa personel (TNI yang menga­wal). Setelah sampai di per­batasan, kita (TNI) dijemput tentara (Filipina), dan setelah selesai juga dijemput tentara (Filipina). Kalau di sana sudah ada lampu hijau, baru boleh (masuk),” kata Ryamizard.

Baca Juga : Nama Buah Naga Diganti Jadi Teratai di Gujarat, Ini Alasannya

Selain pengawalan di wila­yah perairan, pertemuan di Kuala Lumpur juga akan mem­bahas pengawalan oleh perso­nel TNI di daratan Filipina. Pengawalan di darat, ujar Rya­mizard, kemung­kinan besar bisa dilakukan di bawah koor­dinasi angkatan ber­senjata Filipina.

“Pengawalan (darat) akan dipimpin oleh komandan Fili­pina yang bertanggung jawab di wila­yah­nya. Ada semacam operasi bersama,” ujar Ryamizard.

Pekan lalu, delegasi TNI yang dipimpin Asisten Operasi Panglima TNI telah menggelar pertemuan dengan delegasi Filipina yang dipimpin Asisten Operasi Angkatan Bersenjata Filipina.   (h/cnn)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 26 Januari 2021 - 10:54:46 WIB

    Daftar 20 Negara Penyumbang Kasus Terbanyak Covid-19, Termasuk RI

    Daftar 20 Negara Penyumbang Kasus Terbanyak Covid-19, Termasuk RI Corona dunia per hari ini menembus angka 100 juta. Berdasarkan catatan Worldometers Corona, ada 100.254.847 kasus akumulatif COVID-19 di seluruh dunia, Selasa (26/1/2021)..
  • Selasa, 26 Januari 2021 - 08:55:20 WIB

    Gara-gara Pandemi, Pilot Ini Jadi Kuli Bangunan dan Pengantar Barang

    Gara-gara Pandemi, Pilot Ini Jadi Kuli Bangunan dan Pengantar Barang Hampir semua orang mengalami kesulitan selama pandemi. Terlebih mereka yang pekerjaannya terdampak besar karena aturan untuk tidak bepergian dan berkerumun. Pilot adalah salah satunya. Sejumlah pilot harus mengurangi jam terb.
  • Senin, 25 Januari 2021 - 23:26:50 WIB

    Presiden Meksiko Positif Terpapar Covid-19

    Presiden Meksiko  Positif Terpapar  Covid-19 Mexico menghadapi gelombang kedua pandemi Covid-19. Semua kalangan tidak luput terpapar,  termasuk Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador..
  • Senin, 25 Januari 2021 - 12:18:19 WIB

    Nama Buah Naga Diganti Jadi Teratai di Gujarat, Ini Alasannya

    Nama Buah Naga Diganti Jadi Teratai di Gujarat, Ini Alasannya Lantaran nama buah naga "memiliki asosiasi dengan China",  otoritas Gujarat, salah satu negara bagian di India, memutuskan mengubah nama buah tersebut. Hasilnya ternyata malah memicu banjir meme dan lelucon di lini masa medi.
  • Senin, 25 Januari 2021 - 11:28:19 WIB

    Mantan Menteri Yunani Ditemukan Tewas di Laut

    Mantan Menteri Yunani Ditemukan Tewas di Laut Seorang mantan menteri Yunani, Sifis Valirakis ditemukan tewas di laut pada hari Minggu (24/1) waktu setempat. Menurut Kantor Berita Athena, pria berusia 77 tahun itu sebelumnya hilang pada Minggu sore di lepas pantai pulau E.
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]