Menhan Jelaskan Nasib 10 Sandera WNI


Selasa, 19 Juli 2016 - 06:17:15 WIB
Menhan Jelaskan Nasib 10 Sandera WNI Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu

JAKARTA, HALUAN — Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu dalam acara silaturahmi dengan media massa di Jakarta, Senin, memaparkan keberadaan 10 WNI yang masih menjadi sandera kelompok separatis asal Filipina, Abu Sayyaf.

“Saat ini tujuh WNI ter­pantau di Panamao, sedangkan tiga lainnya terpisah di Pulau Lapac,” kata Menhan.

Tujuh WNI anak buah ka­pal (ABK) Charles 001 dan tongkang Robby 152 yang ditangkap di perairan Sulu pada 23 Juni, terlihat di wilayah Sitio Lupah Kapituhan, Panamao, Kepulauan Sulu pada 27 Juni bersama pucuk pimpinan ke­lom­pok Abu Sayyaf, Alhabsy Misaya dan Salip Mira Kaya­wan, serta 50 personnel ber­senjata.

Kemudian pada 1 Juli, empat sandera WNI masih berada di sebuah desa bernama Pangdan, Kalingalang Caluang (berdekatan dengan Panamao) di bawah pengawasan sub­kelompok Alhabsyi, sedangkan tiga WNI lain dipindahkan ke Pandami, Pulau Lapac (64 kilometer dari Panamao), di bawah pengawasan subk­elom­pok Majal Adja. 

Selain bertujuan untuk menghindari deteksi aparat keamanan dan memudahkan perpindahan, kelompok Abu Sayyaf membagi posisi sandera WNI untuk mengambil keun­tungan dengan mengajukan dua tuntutan tebusan.

Sementara itu, tiga WNI ABK kapal pukat tunda LD/114/5S yang diculik di perairan Lahad Datu, Malaysia, pada 9 Juli, juga dibawa ke Panamao sehingga di wilayah itu terdapat total tujuh sandera.

Kelompok penculik tiga WNI tersebut dikenal sebagai Muktadil bersaudara yang beranggotakan Salvador, Brown, Nelson, dan Kha­daffy—keempatnya memiliki nama belakang Muktadil.

Menurut Menhan, ang­katan bersenjata Filipina se­dang berupaya menuntaskan gerakan separatis Abu Sayyaf dengan mengerahkan 10.000 pasukan militer, sesuai pe­rintah Presiden baru Filipina, Rodrigo Duterte.

Upaya tersebut dibuktikan dengan laporan tewasnya 40 orang anggota Abu Sayyaf dalam penyerbuan yang dilakukan tentara Filipina, pekan lalu.

“Saat saya ke Filipina men­dapat informasi bahwa Pre­siden (Duterte) akan tegas menghabisi Abu Sayyaf. Rupa­nya benar, beberapa hari lalu saya terima laporan 40 (pem­berontak Abu Sayyaf) mati dan 37 lainnya terluka,” kata Men­han Ryamizard.

Penyerbuan kelompok se­pa­ratis itu akan terus di­lan­jutkan dari timur ke barat, kemudian ke selatan. hingga mereka terdesak ke perbatasan Malaysia.

Terkait rencana operasi militer untuk membebaskan sandera, kata Menhan, masih perlu dibahas secara detail dalam pertemuan trilateral antarmenteri pertahanan In­do­­nesia, Filipina, dan Malay­sia yang akan berlangsung di Kuala Lumpur, Kamis (21/7).

“Apakah nanti kita (In­donesia) akan membantu me­nutup (pergerakan Abu Sayyaf) dari selatan, itu akan dibi­carakan besok Kamis,” tutur Ryamizard.(h/ans)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]