Triwulan II 2016, BI Prediksi Perekonomian Sumbar Tumbuh 5,8 Persen


Selasa, 19 Juli 2016 - 06:23:14 WIB
Triwulan II 2016, BI Prediksi Perekonomian Sumbar Tumbuh 5,8 Persen Ilustrasi.

PADANG, HALUAN — Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) memperkirakan ekonomi Sumbar pada triwulan II 2016 relatif lebih baik karena ada pergerakan konsumsi pemerintah pada triwulan dua ini. Pada triwulan I, konsumsi pemerintah masih sedikit. Pada triwulan II, penyerapan anggaran peme­rintah akan menggerakkan roda perekonomian.

Demikian disampaikan oleh Kepala Perwakilan BI Sumbar Puji Atmoko, saat acara Silaturahmi Lebaran di Kantor BI Sumbar, Senin (18/7). Acara itu juga diha­diri oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan Kepala Otoritas Jasa Keuangan Sum­bar Indra Yuheri.

Baca Juga : Jarang Dilirik, Saham Raja Lakban Ini Punya Kas Berlimpah, Seperti Apa Profitabilitasnya?

“Konsumsi pemerintah pada triwulan I 2016 me­nga­­lami perlambatan, hanya tumbuh 3,33 persen diban­dingkan dengan triwulan IV 2015 yang mencapai 5,33 persen. Pola musiman be­lan­ja pemerintah yang rela­tif ter­ba­tas pada awal tahun berdam­pak pada perlam­batan kon­sumsi pemerintah triwulan I,” ujar Puji.

Ia melanjutkan, pada tri­wu­lan I 2016 perekonomian Sumbar hanya tumbuh 5,48 persen, turun dibandingkan dengan triwulan IV 2015 yang mencapai 5,74 persen. “Perlambatan ekonomi bera­sal dari hampir semua kom­ponen pengeluaran, yaitu turunnya tingkat konsumsi swasta seiring lemahnya daya beli,” imbuhnya.

Baca Juga : Harga Cabai Rawit di Pasar Raya Padang Makin Pedas, Tembus Rp72.000 Per Kg

Meski pengesahan APBD Sumbar 2016 sudah dilaku­kan sejak 26 November 2015, kata Puji, namun pe­nge­luaran pemerintah pada awal 2016 masih terbatas. Hal ini mengingat secara historis kegiatan fisik proyek pemerintah baru akan dilak­sanakan menjelang triwulan kedua. Selain itu, masa tran­sisi pemerintahan dan pelan­tikan kepala daerah yang baru dilaksanakan menjelang akhir triwulan I 2016 juga menjadi penyebab rendahnya kon­sumsi pemerintah.

Puji menambahkan, pa­da triwulan I 2016, inves­tasi juga terbatas karena pelaku usaha masih me­nung­gu serta men­cermati per­kembangan yang ada. Ia memperkirakan pere­kono­mi­an Sumbar pada tri­wulan II 2016 dapat tum­buh lebih tinggi pada angka 5,4 per­sen hingga 5,8 persen yang ditopang oleh konsumsi dan investasi serta perbai­kan aktivitas ekspor.

Baca Juga : Dukung Pelaku UMKM, Dua Perusahaan Raksasa Ini Integrasikan Layanan Iklan Digital

Sementara itu, Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno me­ngatakan, pihaknya akan menindak aparatur sipil ne­gara (ASN) yang meng­ham­bat proses perizinan investasi di provinsi itu sebagai salah satu strategi mempercepat pertumbuhan ekonomi.

“Tidak ada yang bisa menghalang-halangi, baik itu pegawai sekalipun. Jika keda­patan, laporkan saja, maka akan saya pecat karena Sum­bar terbuka lebar untuk inves­ta­si,” tuturnya.

Baca Juga : Dorong UMKM, Emersia Hotel Sajikan Makanan Hasil Tani di Buffet Sarapan Pagi

Pihaknya telah mene­rapkan bebas biaya dalam pengurusan izin investasi di provinsi kecuali hal yang diatur oleh perda. “Untuk pengurusan surat izin gratis, tidak perlu bayar, namun syaratnya pihak yang ingin investasi harus serius,” tam­bah­nya. (h/win)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]