Wabup Zulfadri Periksa Irigasi

400 Hektare Sawah Alami Kekeringan


Selasa, 19 Juli 2016 - 06:39:30 WIB
400 Hektare Sawah Alami Kekeringan Wakil Bupati Zuldafri Darma didampingi Kadis Khairuddin menelusuri irigasi sepanjang 35 kilometer di Kecamatan Tanjung Emas, Senin (18/7). (FERI MAULANA)

TANAH DATAR, HALUAN — Lahan persawahan masyarakat di tiga kenagarian dikunjungai Wakil Bupati beserta Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Tanah Datar, Senin (18/7). Sekitar 400 areal persawahan masyarakat di Nagari Koto Tangah dan Tanjung Barulak saat ini terancam gagal panen.

Wabup Zuldafri Darma bersama Kadis terkait dan jajarannya menelusuri da­erah irigasi Batang Selo se­panjang 35 kilometer dari hulu yaitu Waduk Pancasila hingga ke hilir irigasi ter­sebut, sekitar di­per­te­nga­hannya ditemukan irigasi kering dan tanaman padi sawah masyarakat di dua nagari yaitu Koto Tangah dan Tanjung Barulak nyaris mati layu karena tidak men­da­patkan air.

Bahkan di Nagari Koto Tangah dan Tanjung Barulak tersebut juga terdapat padi berumur sekitar 40 hari ke­keringan dan tampak tanah persawahan itu retak-retak karena beberapa minggu kering. Namun karena Ming­gu malam hujan turun, se­ba­gian areal persawahan yang telah retak-retak tersebut kini kembali terisi air. Kadis Per­tanian, Perkebunan dan Ke­hutanan, Khairuddin di­dam­pingi Kabidnya Pempri ke­pada Haluan mengatakan, persoalan irigasi Batang Selo tersebut cukup komplit se­hingga sejak empat tahun terakhir bermasalah dan air tidak cukup hingga ke hilir. “Sekitar 400 Hektare areal persawahan masyarakat di Nagari Koto Tangah dan Tanjung Barulak saat ini terancam gagal panen. Total areal sawah yang dikafer oleh irigasi ini yaitu seluas 1.275 Hektare dan yang terairi ha­nya sekitar seper­tiganya. Ini kedepan menjadi perha­tian kita bersama, ter­masuk ma­syarakat petani di tiga nagari ini, kita juga menga­jurkan warga tiga naga­ri ini bisa membentuk pola tanam ber­gilir sehingga kebutuhan air tidak secara serentak diper­lukan, jika pola tanam di­lakukan bersa­maan me­mang tidak akan terpenuhi oleh irigasi ini, selain itu juga diharapkan petani mem­biasakan pola tanam bergan­tian antara padi dan pala­wija, karena palawija tidak mem­bu­tuh­kan air yang ba­nyak,” ung­kap Khairuddin.

Dikatakan, di Nagari Sa­ruaso yaitu Saruaso Barat dan Kubang Landai irigasi tidak menjadi persoalan karena daerah ini terdapat di hulu­nya, namun ke hilirnya men­jadi persoalan sehingga pe­tani menjerit meminta air, selain persoalan sedimen di irigasi itu yang belum ber­ha­sil dikeruk, perilaku ma­syarakat membuka lobang-lo­bang air di irigasi itu juga menjadi kendala yang sangat serius. “Terdapat sekitar 300 lo­bang-lobang dan saluran li­ar hingga pertengahan iri­ga­si ini sehingga warga di Ko­­to Tangah dan Tanjung Ba­­rulak terancam keku­ra­ngan air, nah ini perlu ko­or­di­nasi yang baik,” sebut Ka­dis.

Sementara, Wabup Zul­dafri Darma berharap kun­jungan tersebut tidak seke­dar memberikan harapan-harapan semu kepada petani yang membutuhkan air iriga­si itu, tetapi diharapkannya akan mendapatkan solusi sehingga seluruh masyarakat dapat terkafer oleh kebe­radaan irigasi tersebut. “Ma­syarakat yang tidak men­dapatkan air ini merupakan bagian dari kita bersama, untuk itu diperlukan koor­dinasi lintas kelompok, lin­tas nagari sehingga keadilan bisa diwujudkan dalam ber­bagi air. Partisipasi masya­rakat perlu kita bangun, agar mereka merasa memiliki, memelihara,” harap Zuldafri.

Wabup juga menye­but­kan, Pemda dalam hal itu telah cukup banyak menyi­kapi kondisi irigasi Batang Selo itu, sehingga sekitar tujuh miliar anggaran dari Provinsi telah dikucurkan untuk pembenahan saluran air dari Waduk Pancasila yang diresmikan tahun 1968 itu oleh Presiden Soeharto. Wabup juga mengharapkan kepada masyarakat sekitar agar tidak selalu berharap kepada pemerintah semata dalam menyikapi ke­bera­daan irigasi tersebut. “Ra­sa keterpanggilan masyarakat petani yang kita minta se­hingga dapat melakukan pe­rawatan irigasi itu secara ber­sama, kuncinya dengan ber­gotong-royong problem ini akan ditemukan solusinya,” sebut Wabup. (h/fma)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]