Limapuluh Kota Butuh STA

Petani Terkendala Pemasaran


Selasa, 19 Juli 2016 - 06:51:38 WIB
Petani Terkendala Pemasaran

LIMAPULUH KOTA, HALUAN—Masyarakat tani Kabupaten Limapuluh Kota sangat an­tusias bertanam sayuran. Apalagi lahan yang tersedia sangat potensial ditanami beragam sayuran untuk menambah pendapatan ke­luarga. Tapi setelah panen mereka terkendala persoalan pasar.

“Untuk mengatasi per­solanan pasar ini, maka dibu­tuhkan sejumlah Sub Ter­minal Agribisnis (STA) guna menampung dan me­masar­kan berbagai jenis sayuran tersebut,” ungkap Kepala Kantor Katahanan Pangan Limapuluh Kota, Gusdian Laora yang di­hubungi Senin kemarin di Tanjung Pati.

Baca Juga : Sejumlah Pejabat di Kabupaten Pesisir Selatan Batal Divaksin

Jika setiap kecamatan di daerah ini memiliki STA, maka bakal ada jaminan pemasaran produknya. Selain itu, para petani juga akan antusias menanam abeka sayuran. Sehingga kebutuhan sayuran masyarakat Lima­puluh Kota bisa dipenuhi sendiri dan bisa pula me­masok kebutuhan provinsi tetangga.

 Saat ini kebutuhan sa­yuran Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh, dite­ngarai belum terpenuhi oleh petani Limapuluh Kota, ka­re­na pe­ma­saran hasil sa­yuran petani daerah ini be­lum terjamin.

Baca Juga : Kesembuhan Pasien Covid-19 di Sumbar Bertambah 158 Kasus, Didominasi dari Kota Padang

Sebab, mereka akan rugi bila pemasarannya tak jelas. Ke­butuhan sayur ma­sya­rakat masih dibeli dari pe­dagang pengumpul, dengan harga lebih banyak diten­tukan pe­da­gang pengumpul tersebut.

 Meski demikian, Kantor Ketahanan Pangan sudah melakukan pemberdayaan kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) di sejumlah kecamatan melalui opti­mali­sasi tanaman pekarangan. Upaya ini pada banyak ke­lom­pok, sudah mem­buahkan hasil, setidaknya mampu memenuhi kebutuhan pa­ngan.

Baca Juga : Kematian Karena Covid-19 di Sumbar Bertambah 7 Orang

“Melalui pemanfaatan pekarangan itu, akan mampu menghidupkan fungsi pekarangan sebagai pen­dukung ketahanan pangan keluarga. Itu saja dulu yang kita harapkan,” tambahnya.

Sementara Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hol­tikul­tura dan Perkebunan Lima­puluh Kota, Afrizul Nazar yang dihubungi terpisah ke­marin mengakui, belum ter­sedia pemasaran hasil sa­yuran yang berkelanjutan. Di Limapuluh Kota, baru ada satu STA di Sungai Beringin, Kecamatan Payakumbuh. STA ini juga belum bero­perasi optimal. Ia juga meng­inginkan membangun STA di tingkat kecamatan, tapi perlu dilakukan dengan rencana yang matang.

Baca Juga : Positif Covid-19 di Sumbar Mencapai 25.887 Kasus

Ketika disampaikan apa­kah tidak mungkin bila be­kerja sama dengan Pa­ya­­kum­buh, Afrizul Nazar akan menjajaki terlebih dahulu, karena Paya­kum­buh sudah punya delapan sub terminal agribisnis (STA) dan satu Terminal Agri­bisnis (TA). Mereka juga memiliki lem­baga keuangan mikro ag­ribisnis (LKMA).

“Kita terlebih dahulu fokus untuk membangun STA, atau akan menjajaki kerjasama dengan Pemko Payakumbuh. Setelah itu barulah dilakukan sosialisasi ke petani untuk bertanam sayuran secara massal. Me­mang, Limapuluh Kota ber­peluang sebagai penghasil sayuran terbesar. Lagipula daerah ini memiliki 79 na­gari yang sangat berpotensi untuk tanaman holtikultura, ter­masuk beragam jenis sayu­ran,” katanya. (h/zkf)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]