Operasi Tinombala

Dua Tewas, Satunya Diduga Santoso


Selasa, 19 Juli 2016 - 07:22:45 WIB
Dua Tewas, Satunya Diduga Santoso Santoso alias Abu Wardah

POSO, HALUAN — Baku tembak antara kelompok sipil bersenjata pimpinan Santoso alias Abu Wardah dan Satuan Tugas Tinombala di Poso kembali pecah, Senin (18/7). Dalam peristiwa tersebut, dikabarkan dua orang dari kelompok Santoso tewas.

Informasi yang dihimpun, kontak senjata terjadi sekitar pukul 17.00 Wita di pegunungan Desa Tambarana, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Kapolda Sulawesi Tengah, Brigjen Pol Rudy Sufahriadi membenarkan adanya kontak tembak yang menewaskan dua orang pria dari kelompok Santoso.

“Benar ada kontak tembak dan ada dua orang meninggal dunia. Selain itu ditemukan juga senjata M16 dan sudah kami sita,” terang Rudy saat dihubungi wartawan.

Jenderal bintang satu ini tidak menampik apabila satu jenazah yang tewas diduga Santoso. Pasalnya ada kesamaan dari ciri-ciri fisik yakni memiliki tahi lalat di pipi.

“Mengenai ciri-ciri memang anggota menyebut ada tahu lalat di pipi. Nah Santoso ýjuga punya tahi lalat di pipi. Ini perlu identifikasi lebih lanjut,” tegasnya.

Tembak menembak setelah selama 13 hari dilakukan pengembangan atas informasi yang diperoleh.

Operasi Tinombala disiapkan untuk memburu 21 anggota ke­lompok Santoso yang masih tersisa. Polda Sulawesi Tengah mengklaim sembilan anggota kelompok MIT pimpinan Santoso bisa ditangkap dalam keadaan hidup. Sedangkan 14 lainnya tewas akibat kontak senjata mela­wan aparat keamanan. 

Wilayah yang menjadi sasaran Operasi Tinombala di Poso dise­but-sebut merupakan basis ke­lom­pok bersenjata pimpinan Santoso alias Abu Wardah, yang pernah mendeklarasikan berga­bung dengan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS.

Setelah Santoso tamat, kepe­mimpinan jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) akan diteruskan oleh orang keperca­yaan Santoso. “Yang memungkinkan (kepe­mim­pinan) itu Basri, kalau tidak Ali Kalora. Karena dua orang ini adalah orang kepercayaan San­toso,” imbuh Kapolda.

Makin Kuat

Dugaan pria yang tewas ter­tem­bak tim Satgas Tinombala adalah Santoso semakin menguat. Kapuspen TNI, Mayjen Tatang Sulaiman menyebut bahwa pria diduga Santoso tewas setelah ditembak oleh prajurit Raider Kostrad yang juga tergabung di Satgas Tinombala.

“Jadi ada kontak senjata di koordinat UTM 2027-6511. Kon­tak tembak dari satuan tugas batalio Raider 515 Kostrad. Yang jelas tim satgas penugasan penge­jaran Santoso,” kata Mayjen Tatang saat dikonfirmasi detik­com, Senin (18/7/2016).

Ada lima orang yang terlibat baku tembak dengan tim Satgas Tinombala, dua orang di anta­ranya tewas. Salah satunya diduga Santoso. “Dua orang meninggal salah satu cirinya berjenggot dan mem­punyai tahi lalat yang cirinya dicurigai mirip Santoso,” jelas Tatang.

Saat ini, tim masih melakukan evakuasi, karena lokasi penem­bakan yang jauh, sekitar 60 Km dari Poso, tepatnya berada di Tambarana, Poso Pesisir Utara, Sulteng. Tim akan langsung membawa dua jenazah itu ke RS Bhayangkara di Poso untuk di­identifikasi.

“Saat ini terakhir informasi yang saya dapat, masih dilakukan evakuai dari TKP, dengan satu pucuk M16. Informasi selanjutnya kita tunggu penjelasan dari pihak polisi,” tutur Tatang.

Satgas Tinombala merupakan tim khusus yang dibentuk untuk melakukan pengejaran terhadap kelompok Santoso di hutan Poso. Tim ini merupakan gabungan dari prajurit TNI dan Polisi yang jumlah totalnya lebih dari 3.000 orang. Selama ini, kerjasama TNI dan Polisi yang tergabung dalam Satgas Tinombala cukup efektif menyulitkan pergerakan kelom­pok Santoso. Sudah banyak ang­gota kelompok Santoso yang berhasil ditangkap oleh tim Sat­gas Tinombala.

Tim Satgas Tinombala tengah mengevakuasi dua jenazah yang salah satunya diduga Santoso untuk kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Palu. Untuk mem­bantu proses identifikasi di RS Bhayangkara, polisi akan memba­wa teman dan keluarga Santoso.

“Teman-temannya kan ba­nyak yang kenal, Santoso kan 2005 pernah kami tangkap juga dulu,” kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Istana Negara, Senin (18/7/2016).

Tito menjelaskan, pihak ke­luar­ga Santoso juga akan dibawa saat proses identifikasi. Hal ini diperlukan agar bisa benar-benar dipastikan apakah yang tewas dalam baku tembak sore tadi di hutan Poso adalah Santoso, teroris yang paling dicari di Indonesia.

“Sedang dievakuasi dan diba­wa ke Palu. Nanti dibawa teman dan keluarganya untuk penge­nalan identitas 2 jenazah. Sekarang belum dipastikan,” tegas Kapolri. (dtc/kcm/tmp/met)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]