Kudeta Gagal

Turki Lakukan Penangkapan Massal


Selasa, 19 Juli 2016 - 07:23:48 WIB
Turki Lakukan Penangkapan Massal DUA dari delapan tentara Turki yang melarikan diri ke Yunani dengan helikopter dan meminta suaka politik setelah kudeta militer terhadap pemerintah yang gagal, dibawa ke jaksa oleh dua polisi di utara kota Alexandroupolis Yunani, Minggu (17/7). (ANTARA)

ANKARA, HALUAN — Otoritas Turki melakukan penangkapan massal usai percobaan kudeta di negeri itu. Sebanyak 7.850 per­sonel polisi di seluruh Turki dipe­cat, 103 jenderal dan laksamana ditahan. Langkah Turki ini me­nimbulkan keprihatinan para pejabat Uni Eropa.

Sebelumnya, sebanyak 6.000 anggota militer, aparat kehakiman dan berbagai institusi negara ditangkap menyusul bentrokan di Istanbul dan Ankara yang mene­waskan setidaknya 290 orang.

Baca Juga : Wah! Joe Biden Tempatkan Batu Bulan di Ruang Oval Gedung Putih

Dari semua tersangka yang ditangkap ini, tak kurang dari 100 orang yang diyakini terkait de­ngan kudeta yang terjadi pada Jumat pekan lalu itu.

Militer Turki melakukan per­cobaan penggulingan kekuasaan pekan lalu. Tentara menutup jembatan Bosphorus, sejumlah tank ditempatkan di bandara Ataturk dan militer merebut se­jumlah kantor media massa.

Baca Juga : Pemerintah AS akan Sidangkan Tiga Terduga Pelaku Bom Bali dan Hotel JW Marriot

Namun, upaya kudeta itu gagal setelah warga kota Istanbul, Ankara dan lain-lain turun ke jalan memenuhi seruan sang presiden yang saat itu beribur di sebuah kota wisata Laut Tengah.

Uni Eropa Prihatin

Baca Juga : Ngeri! PM Inggris Sebut 'Mutan' Baru Corona Lebih Mematikan!

Langkah Turki melakukan penangkapan massal ini menim­bulkan keprihatinan para pejabat Uni Eropa. Komisioner Uni Eropa Johannes Hahn mengatakan, dirinya mendapat kesan bahwa pemerintah Turki telah menyiap­kan daftar orang-orang yang akan ditangkap, termasuk para hakim, bahkan sebelum kudeta terjadi.

“Kelihatannya sesuatu telah dipersiapkan. Daftar itu sudah ada, yang mengindikasikan daftar itu telah disiapkan dan akan digunakan pada tahap tertentu,” tutur Hahn seperti dilansir kantor berita Reuters, Senin (18/7/2016). “Saya sangat prihatin. Ini persis apa yang kami takutkan,” imbuhnya.

Baca Juga : Usai Lengser, Trump Disebut Hidup dalam Ketakutan

Senada dengan itu, Menteri Luar Negeri Belgia Didier Reynder mengatakan dirinya juga prihatin akan penangkapan para hakim. Reynder juga merisaukan niat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk menerapkan kem­bali hukuman mati bagi para pelaku kudeta. “Itu akan menda­tangkan masalah bagi hubungan Turki dengan Uni Eropa,” cetusnya.

Turki menghapuskan huku­man mati pada tahun 2004 dalam reformasi yang dimaksudkan untuk mendapatkan keanggotaan Uni Eropa.

Penerapan kembali hukuman mati, tentunya akan menimbul­kan masalah lebih lanjut antara Uni Eropa dan Turki. Apalagi saat ini, pembicaraan dengan Uni Eropa mengenai keanggotaan Turki tengah mengalami keman­dekan. 

Erdogan menuding bekas sekutunya yang kini tinggal di Amerika Serikat, ulama terkenal Fethullah Gulen, sebagai dalang di balik kudeta tersebut. Gulen dituding menyusun ‘struktur paralel’ dalam tubuh pengadilan, kepolisian, militer dan media demi melancarkan kudeta terse­but pada Jumat (15/7) malam.

Dalam pernyataannya, Erdo­gan menyebut ‘kelompok teror’ yang dipimpin Gulen telah meru­sak tubuh militer Turki. Sebagian besar personel militer Turki dari berbagai pangkat yang terin­dikasi mendukung kudeta itu telah ditangkap. Gulen sendiri telah menyangkal tuduhan itu dan balik menuding Erdogan men­dalangi upaya kudeta untuk memperluas kekuasaannya.

Operasi pemberantasan pi­hak-pihak terkait percobaan kudeta merambah hingga ke tubuh kepolisian Turki. Total 7.850 polisi, termasuk polisi berpangkat tinggi, diskorsing dari tugasnya sejak Minggu (17/7) malam. Daftar personel kepo­lisian yang dijatuhi sanksi telah dikirimkan kepada otoritas kepolisian masing-masing provinsi oleh Kepala Kepolisian Mehmet Celalettin Lekesiz.  (h/rtr/kcm)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]