Limapuluh Kota Pertahankan Randang Bilis Asam


Jumat, 22 Juli 2016 - 03:09:21 WIB
Limapuluh Kota Pertahankan Randang Bilis Asam

LIMAPULUH KOTA, HALUAN — Dinas Ke­budayaan Pemuda dan Olahraga (Budparpora) Kabupaten Limapuluh Kota mencoba mem­pertahankan makanan khas Nagari Pangkalan, Kecamatan Pangkalan Koto Baru dalam Festival Randang Bilis Asam, Kamis (21/7).

Pemuka masyarakat Pang­kalan, Della Ermaifa, dalam penyampaiannya mengatakan, randang bilis asam adalah satu dari banyak makanan spesifik dari Kecamatan Pangkalan Koto Baru. Randang ini meru­pakan salah satu makanan yang dirindukan dan selalu menjadi menu dalam berbagai pesta-pesta di Pangkalan.

Baca Juga : Sekdako Sonny Turun ke Lapangan Pastikan Satgas Kelurahan di Padang Panjang Berjalan

Menurut Della, semua ma­kanan khas dari Pangkalan ini perlu diketahui masyarakat luar. Untuk itu hendaknya randang spesifik ini tidak hanya dibuat dalam acara perlom­baan, tapi benar-benar bisa menambah kasanah kuliner Limapuluh Kota dan menjadi tradisi dalam berbagai acara di daerah ini,” ujar anggota DPRD Limapuluh Kota itu.

Bilis yang dimaksud disini, bukanlah ikan bilih yang di­kenal dari Danau Singkarak, namun sejenis ikan teri yang sering dikenal masyarakat.  Bahan-bahan randang bilis asam ini hampir sama dengan bahan randang lainnya, dimana membutuhkan banyak kelapa sampai lima buah untuk 1,5 ons ikan bilis asam yang akan disajikan. Bahan lainnya adalah bawang merah, cabai, garam daun kunyit dan tentunya asam kandis, sebagai penambah segar cita rasa randang ini.

Baca Juga : Libur Lebaran, 139 Personel Gabungan Siaga di Pos Pengamanan Padang Panjang

Kepala Dinas Bu­d­parpora, Limapuluh Ko­­ta, Ir Novyan Burano sewaktu membuka ke­giatan ini mengatakan, festival ini diharapkan mampu memberikan dampak positif ter­ha­dap masyarakat dan juga kelestarian kuliner itu sendiri.

“Kita berharap ke­giatan ini akan ber­dam­pak positif terhadap pengembangan rendang utamanya terhadap pe­re­konomian masya­ra­kat,” ulasnya.

Dampak tersebut bisa saja dengan berdirinya restoran atau rumah makan yang menyajikan makan spesifik Randang Bilis Asam tersebut. Agar lebih dikenal secara luas, hendaknya para penggiat kuliner termasuk PKK bisa menampilkan maka­nan khas ini ke tingkat nasional bahkan ke dunia internasional.  Sebelumnya Disbudparpora juga telah menggelar festival rendang dan gulai paluik di Nagari Sungai Kamuyang be­berapa waktu lalu.

Menurut Novyan Burano, festival ini sengaja digelar buat mengangkat kuliner spesifik daerah, supaya dapat dikenal orang luar. Tak kalah pent­ing­nya buat melestarikan kuliner tradisional itu serta untuk mem­buka cakrawala pariwisata ke tengah masyarakat. Selain itu, membuka peluang bisnis atau lapangan kerja bagi masyarakat

“Kita menginginkan per­bendaharaan makanan spesifik itu tetap terjaga dan tidak hilang oleh kemajuan teknologi dan ragam makanan dari luar ne­geri. Jangan sampai karena makanan luar menjadikan kita mengangap makanan tradisi­onal kita kuno,” tutur Novyan Burano.

Sementara Ketua Panitia, yang juga Kabid Pariwisata Dinas Budparpora, Refrison dalam laporannya mengatakan kegiatan itu diikuti oleh 42 orang dari utusan dari 13 kecamatan yang ada di Kabu­paten Limapuluh Kota. Tujuan festival antara lain buat meles­tarikan kuliner khas yang ada di daerah ini, untuk menarik wisata sebesar 60 persen dari kebudayaan. (h/zkf)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]