BELUM MILIKI DOKUMEN RESMI

86 Pasutri di Ampalu Jalani Sidang Itsbat


Jumat, 22 Juli 2016 - 03:11:35 WIB
86 Pasutri di Ampalu Jalani Sidang Itsbat Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan, menyerahkan dokumen surat nikah kepada pasangan suami istri yang mengikuti prosesi Sidang Itsbat di Kantor Wali Nagari Ampalu, Lareh Sago Halaban, Kamis (21/7) siang. (ZUL)

LIMAPULUH KOTA, HALUAN —  Sebanyak 86 pasutri di Nagari Ampalu, Kecamatan Lareh Sago Halaban menjalani Sidang Itsbat, Kamis (21/7) siang.  Sidang Itsbat ini untuk memberikan kepada pasangan suami isteri (Pasutri) yang belum memiliki dokumen akta nikah resmi dari pemerintah.

Selain itu sidang ini dila­kukan sebagai upaya pen­dataan ulang masyarakat, terutama pasangan suami istri yang belum memiliki doku­men akta nikah secara resmi dari pemerintah. Para peserta sidang adalah para pasangan suami-istri yang sebelumnya menikah secara sah, tapi belum melaporkan biodata diri de­ngan pasangannya terkait proses pernikahannya ke Kan­tor Urusan Agama (KUA). Kebanyakan para peserta ter­diri dari pasangan suami-istri yang sudah ber­usia lanjut.

Baca Juga : Sekdako Sonny Turun ke Lapangan Pastikan Satgas Kelurahan di Padang Panjang Berjalan

Prosesi sidang Itsbat itu, diprakarsai melalui kerjasama tiga instansi pemerintah, yaitu Kementerian Agama (Ke­menag), Dinas Kepen­du­dukan Pencatatan Sipil (Dis­dukcapil) Limapuluh Kota, serta Pengadilan Aga­ma Pa­yakumbuh.

Sidang itu sendiri ber­langsung alot di Aula Kantor Wali Nagari Ampalu. Kegia­tan itu dihadiri Wabup Ferizal Ridwan, Wakil Ketua Pe­ngadilan Agama Paya­kum­buh, Asnawi, Kadisdukcapil Afrizal Aziz, kan Kemenag, para hakim serta panitera.

Baca Juga : Libur Lebaran, 139 Personel Gabungan Siaga di Pos Pengamanan Padang Panjang

Walinagari Ampalu Mu­nasri Dt Pangulu Kayo dalam sambutanya me­ngung­kap­kan, rasa terima kasih kepada Pemerintah Daerah (Pemda) serta lembaga terkait yang telah menganggarkan dana untuk pelaksanaan Sidang Itsbat secara terpadu di Na­gari Ampalu. Sampai kini masih banyak masyarakat Nagari Ampalu yang belum memiliki dokumen atau buku nikah resmi dari pemerintah. Sehingga mereka kesulitan ketika melakukan pe­ngu­rusan administrasi kepen­du­dukan, seperti KTP, KK serta akte kelahiran anak, baik di kantor wali nagari atau pun di kantor Disdukcapil. “Dari 86 pasangan suami istri yang sidang hari ini, adalah mereka yang melapor ke nagari,” ungkapnya.            

Wakil Ketua Pengadilan Agama Payakumbuh, As­nawi, dalam pemaparannya berharap agar generasi muda ke depan tidak lagi mela­kukan kesalahan yang sama agar setiap prosesi perni­kahan dapat tercatat dan diakui oleh negara. “Begitu pula bagi yang belum punya surat nikah, sedianya mau melapor ke pemerintah naga­ri atau langsung ke penga­dilan agama,” kata Asnawi.

Sementara Wabup Ferizal Ridwan, mengaku sangat mendukung program sidang Itsbat keliling terpadu ini. Namun, dia sedikit menyoroti kepedulian sejumlah instansi yang seharusnya ikut terlibat dalam kegiatan ini. “Se­harusnya jika kita merujuk ke UU, instansi yang terkait dalam program ini  tidak hanya disdukcapil saja tetapi juga melibatkan Dinas Sosial, Badan Pemberdayaan Masya­rakat dan KB serta bagian Kesra,” sentilnya.

Adapun rujukan lain da­lam kegiatan sidang keliling, katanya harus dilakukan berdasarkan Surat Edaran (SE) Mahakamah Agung No 3 tahun 2014 tentang Tata­cara Sidang Itsbat. “Kita berharap ke depan persoalan administrasi kependudukan dapat benar-benar akurat dan terangkum secara kese­lu­ruhan. Sebab ini sangat pen­ting mengingat telah dimu­lainya kerjasama 82 negara yang bebas visa,” sebut Fe­rizal. (h/zkf)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]