Dugaan Vaksin Palsu Di Sumbar Harus Dibuktikan Dulu


Jumat, 22 Juli 2016 - 11:15:00 WIB
Dugaan Vaksin Palsu Di Sumbar Harus Dibuktikan Dulu Kepala Dinas Kese¬hatan Sumbar, Rosnini Savitri.

PADANG, HALUAN — Kepala Dinas Kese­hatan Sumbar, Rosnini Savitri meminta, agar masya­rakat daerah ini tetap tenang, tidak terpengaruh dengan pemberitaan dugaan vaksin palsu yang  diduga menyebar di daerah ini. Sebab untuk sampai ke kesimpulan itu, perlu pembuktian yang jelas.

“Harus ada bukti kebe­narannya, baru bisa kita bilang daerah kita terindikasi pere­daran vaksin palsu. Sehingga kita tidak salah dalam bertin­dak,” terang Rosnini Savitri. Rosnini mengklaim, 99 persen fasilitas kesehatan (Fas­kes) di Sumbar, memakai vak­sin dari Dinkes yang dijamin keasliannya.

Sebelumnya, temuan Ma­bes Polri menyebut adanya indikasi penyebaran vaksin palsu di Sumatera, termasuk di daerah ini. Vaksin itu diduga menyebar di layanan kesehatan (Yankes) bukan pemerintah. Namun tidak semua anak men­dapatkan vaksin di layanan kesehatan (Yankes) milik pe­merintah, karena banyak juga yang dari Yankes swasta.

Seperti yang diungkapkan Yanti, salah seorang ibu rumah tangga di Padang. Dia resah dengan pernyataan Mabes Polri di media nasiosal. Sebab, dia selalu membawa anaknya imu­ni­sasi tetapi tidak ke Yankes pemerintah, melainkan ke klinik swasta. “Saya lihat di TV, kata polisi ada indikasi penyebaran vaksin palsu ke Sumatera termasuk ke Sumbar. Sejak saat itu saya gelisah, karena anak saya vaksinnya di klinik swasta,” ujar ibu dua anak itu.

Menurutnya, dia juga tidak tahu seperti apa dampak dari vak­sin palsu terhadap ke­se­­hatan anak-anaknya. Karena itu, dia me­minta pihak terkait mem­beri­kan informasi yang je­las, guna men­jawab keresa­han yang di­rasa­kan para orangtua.

Terpisah, Kepala BPOM Padang, Zul­kifli me­ngatakan sejak di­temukannya va­k­­sin palsu di pulau Jawa, pi­hak­nya lang­su­ng memantau ke sejum­lah la­ya­nan ke­se­ha­tan. Mulai dari distributor, ru­mah sakit swa­sta/pemerintah, klinik laya­nan kesehatan lain­nya.”Sejauh ini, sudah 46 sarana kesehatan yang kami pantau bersama dinas ke­sehatan. Alham­dulil­lah, tidak ditemukan vaksin palsu,” sebut Zulkifli.

Sejauh ini, kata Zulkifli, pihaknya akan terus ber­koor­dinasi dengan dinas kesehatan provinsi, kabupaten/kota da­lam melakukan pemantauan vaksin palsu. Namun jika ditemukan vaksin ilegal di­maksud, maka pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian. (h/vie)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 31 Desember 2015 - 04:44:16 WIB

    Tim MK-Fauzi Temukan Bukti Baru Dugaan Ijazah Palsu NA

    JAKARTA, HALUAN — Pa­sa­ngan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim-Fauzi Bahar (MK-Fauzi), Kamis hari ini (31/12) akan kembali men­datangi KPU Sumbar untuk menyerahkan bukti baru dugaan penggunaan ijazah .
  • Kamis, 15 Oktober 2015 - 19:35:09 WIB

    Forkas Minta DPRD Tindaklanjuti Dugaan Pelanggaran Pilkada

    PADANG, HALUAN — Puluhan orang yang menamakan diri dari Forum Kajian Sosial (Forkas) Masyarakat Sumbar berunjuk rasa ke gedung DPRD Sumbar. Kedatangan Forkas yang dilakukan Kamis (15/10) ini adalah memin.

  • Rabu, 07 Oktober 2015 - 19:48:54 WIB

    Disdik Turunkan Tim Telusuri Dugaan Pungli di SD 12

    PADANG, HALUAN—Sa­lah satu Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Padang, diduga mela­kukan pungutan liar (Pungli) kepada siswa kelas I di sekolah tersebut. Atas informasi ter­sebut, Din.

  • Kamis, 30 Juli 2015 - 19:16:25 WIB

    Kasus Dugaan Pencabulan Ketua DPRD Dihentikan

    PADANG, HALUAN — Kasus dugaan pencabulan de­­ngan ter­la­por Ketua DPRD Pa­dang, Eris­man di­henti­kan pen­­ye­li­di­kan­nya oleh pen­yi­dik Res­krim Polresta Padang, karena dianggap tid.

  • Jumat, 13 Maret 2015 - 19:47:35 WIB

    Tersangka Dugaan Korupsi Alkes Menyerahkan Diri

    PADANG, HALUAN — Seorang tersangka dugaan korupsi alat kesehatan (Alkes) Cath Laboratorium


KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]