EDARKAN SABU DI SUMBAR

Dua Pemuda Aceh Terancam Hukuman Berat


Jumat, 22 Juli 2016 - 11:25:59 WIB

PADANG, HALUAN — Dua pemuda asal Provinsi Nanggro Aceh Darus­salam (NAD), Khairul Yusuf (31) dan Muhammad Yusri (28), menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Padang, Rabu (20/7), setelah ditetapkan sebagai terdakwa dalam kasus peredaran narkotika golongan satu jenis sabu-sabu seberat 100,84 gram untuk beberapa kota di Sumbar. Keduanya terancam hukuman mak­simal 20 tahun penjara.

Berdasarkan berkas dakwaan yang dibacakan Zulhariman selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus ini, mulanya terdakwa Khairul yang ting­gal di Medan, disuruh oleh Endri Mahoni (terpidana kasus yang sama) untuk menjemput sabu-sabu pada Muhammad Yusri yang berdomisili di Aceh, untuk diantarkan lagi ke Kota Padang dan Bukittinggi.

Pada Senin 8 Februari 2016, Khai­rul berangkat dari Medan menuju Aceh. Sesampainya di Aceh, Muham­mad Yusri menyerahkan dua kantong paket sabu kepada Khairul. Keduanya pun sepakat untuk bersama-sama mengantarkan sabu tersebut kepada calon pembeli di Kota Padang dengan perhitungan imbalan masing-masing Rp4 juta. Namun, mereka sepakat singgah ke Medan terlebih dahulu.

Selanjutnya pada hari Rabu 10 Februari sekitar pukul 10.00 WIB, keduanya berangkat dari Medan menuju Kota Padang menggunakan Bus ALS dan tiba di Kota Padang pada Kamis 11 Februari. Keduanya dijem­put oleh Haris (tersangka penuntutan terpisah) dan dibawa ke rumah Haris di Gunung Pangilung. Kedua terdak­wa ini pun memberikan satu paket sabu kepada Haris, lalu beristirahat di rumah tersebut.

Sehari setelahnya, Jumat 12 Fe­bruari, Khairul, Haris dan satu rekan lainnya bernama Feriman (tersangka berkas terpisah) berencana mengantar paket ukuran sedang berisi sabu pada pembeli di Bukittinggi, sedangkan Muhammad Yusri tetap tinggal di Gunung Pangilun.

Namun, tindak-tanduk ketiganya lekas dicium oleh petugas kepolisian. Berdasarkan informasi dari para infor­man di lapangan, ketiganya diciduk di depan SPBU Simpang Didong, Ulak Karang. Kemudian setelah diperiksa, satu terdakwa lagi, Muhammad Yusri, juga dijemput petugas dari rumah Haris di Gunung Pangilun, berikut barang bukti berupa paket besar berisi sabu-sabu.

“Perbuatan terdakwa, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 114 ayat 2 Juncto Pasal 132 ayat 1 UU RI Nomor 25 tahun 2009 Tentang Narkotika, maka keduanya dapat di­ancam hukuman makismal 20 tahun penjara,” ucap JPU Zulhariman dalam persidangan.

Setelah mendengar pembacaan dakwaan, Majelis Hakim yang diketuai oleh Sukri pun menunda sidang hingga pekan depan, dengan agenda peme­riksaan terdakwa dan saksi. Sedangkan untuk berkas dua terdakwa lainnya atas nama Haris dan Feriman, PN Padang belum memulai persidangannya. (h/isq)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]