Objek Wisata Gunung Talamau, Surga Keindahan dari Ketinggian 2.982 Mdpl


Sabtu, 23 Juli 2016 - 01:23:26 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Objek Wisata Gunung Talamau, Surga Keindahan dari Ketinggian 2.982 Mdpl SALAH seorang pendaki di salah satu sudut pemandangan keindahan Gunung Talamau Pasaman Barat, yang dihiasi 13 telaga.

Objek Wisata Gunung Ta­lamau sudah menjadi salah sa­tu destinasi andalan di Ka­bupaten Pasaman Ba­rat (Pasbar), yang men­jan­jikan ‘sur­ga’ keindahan ba­gi pe­­ta pen­daki gu­nung. Terbukti, walaupun sudah banyak kabar simpang siur dari media sosial yang men­g­atakan Gunung Talamau ak­tif, namun tidak me­nyurutkan semangat para pendaki gunung.

Pe­sona Gunung Ta­lam­au, sungguh me­njanjikan keindahan jika pendaki sudah sampai di pun­cak­nya. Ada 13 talago yang akan menyambut pendaki jika kuat untuk menelusuri Gu­nung Tamalau yang ting­gi­nya mencapai 2.982 M­dpl.

13 talago tersebut yakni Talago Puti Sangka Bulan, Ta­lago Tapian Sutan Ba­gi­ndo, Talago Puti Mambang Surau, Talago Siuntuang Sudah, Talago Puti Bungsu, Talago Rajo Dewa, Talago Satwa, Talago Lumuik, Tal­ago Biru, Talago Man­deh Ru­biah, Talago Mambang Langik, Talago Cindua Ma­to dan Talago, Bulan Pe­rindu.

Pendaki akan menemui ta­lago itu jika sudah me­nempuh perjalanan selama 12 jam di mulai dari Desa Pinaga Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasbar. Gunung Talamau sendiri memiliki ketinggian 2.982 Mdpl dan 14 km dari gerbang masuk. Puncak tertinggi ini diberi nama Puncak Rajo Dewa. Sebelum pendaki menemui puncak tertinggi, ada pun­cak kedua dengan nama Puncak Tri Martha dan pun­cak yang pertama adalah puncak Rajawali.

Setelah berjalan selama 150 menit dari pintu masuk maka pendaki akan sampai di Bukit Siharimau Campo. Di bukit ini pendaki akan disuguhi Air Terjun Puti Lenggogeni. Perjalanan selama 15 menit lagi pen­daki akan menemui Bukit Sar­ibu Bunyian, setelah itu pen­daki akan menemui po­n­­dok Rindu Alam. Total wa­ktu yang dibutuhkan un­tuk melihat keindahan Gu­nung Talamau selama 12 jam perjalanan.

Ketika pendaki di atas Gunung Talamau, ke-in­dahan akan terlihat. Puncak Gunung Singgalang juga akan nampak, Lubuk Si­kaping Pasaman, pe-rmu-kaan laut dan sunset akan terlihat jelas. Semua ke-indahan akan di rasakan oleh pendaki yang haus akan keindahan alam yang alami.

Kekayaan Gunung Ta-lamau seperti flora dan faunanya masih terpelihara den­gan baik. Seperti tum­buhan obat-obatan masih ban­yak dijumpai oleh pen­daki, segala macam jenis binatang akan ditemui. Ke­semuanya itu tidak akan di­izinkan untuk dibawa tu­run, dirusak maupun di­an­ia­ya. Karena, sudah dipercaya oleh masyarakat setempat untuk tidak boleh membawa jenis tumbuhan dan bi­natang apapun ketika me­ndaki Gunung Talamau. Mengucapkan salam ketika sam­pai di puncak Gunung Ta­lamau juga wajib di­la­kukan oleh pendaki. Di Pun­cak tertinggi itu ada kubah masjid yang di buat oleh Pemda Pasbar.

Selama berada di Gu­nung Talamau, pendaki harus mematuhi aturan ya­ng­ telah ditetapkan oleh Pen­jaga Posko Gunung Ta­lamau di Pinaga yang ber­na­­ma Andri Yanto Anggara. Ketika Haluan mengunjungi ke ­posko utama itu, Andri Yan­to Anggara memberikan bro­­sur pemberitahuan ke­pa­da pendaki. Pendaki wajib untuk mematuhi apa yang te­lah di putuskan oleh pen­jaga posko. Jarak gerbang ini dari Simpang Empar se­kitar 20 menit perjanan de­ngan kendaraan bermotor.

Pertama pendaki harus me­lengkapi surat ke­te­ra­ngan izin, seperti foto copy ktp, surat keterangan izin dari orang tua, surat tugas dari organisasi seperti Ma­pala, KPA dan instansi, ba­gi yang berpasangan harus melengkapi surat nikah.

Pendaki juga tidak di­izinkan membawa peralatan yang sudah dilarang seperti alat-alat yang bisa merusak flora dan fauna. Dilarang membawa tape rekorder, radio, gitar, dan alat musik lai­­nnya. Alat – alat yang bi­sa­­ merusak dan me­ncemar­kan sumber air ber­sih, sa­bun, odol, dan berbau jel lainnya atau yang ber­busa. Dilarang membawa mi­nu­man keras jenis ap­apun.

Pendaki juga di tuntut berlaku sopan santun dan menghormati adat istiadat setempat seperti siswa se­kolah harus didampingi gu­ru. Dalam perjalanan di su­aka gunung tidak di­izinkan berpencar-perncar. Ti­dak diiizinkan per­pa­sangan, tidak diizinkan me­masuki kawasan telaga dan mandi-mandi, dila­rang merusak flora dan fauna. Di larang mem­buang sampah di sem­barang tempat.

Selain itu, para pendaki dilarang meninggalkan sampah dan sampah ma­kanan dibawa ke posko kembali. Waktu yang telah ditentukan paling  lama empat hari pulang pergi, setelah itu pendaki wajib turun. (**)

 

Laporan: OSNIWATI



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 19 Maret 2016 - 00:54:19 WIB
    Pesona Puncak Silaing Indah

    Objek Wisata Baru di Padang Panjang

    Objek Wisata Baru di Padang Panjang Bicara wisata alam, Kelurahan Silaing Bawah memiliki potensi alam yang sangat memadai untuk dikembangkan..
  • Sabtu, 06 Februari 2016 - 00:42:53 WIB
    Telaga Tarusan Kamang

    Objek Rekreasi Penyangga Wisata Bukittinggi

    Objek Rekreasi Penyangga Wisata Bukittinggi SEPINTAS dilihat seperti genangan air yang terdiri di pesawahan, hamparan tanah liat dan rerumputan hijau baru tumbuh, genangan air membentuk riak tersapu angin di kaki bukit barisan..
  • Sabtu, 30 Januari 2016 - 00:47:44 WIB
    Anai Resort

    Objek Wisata Alam Pilihan Bagi Pencari Ketenangan

    Objek Wisata Alam Pilihan Bagi Pencari Ketenangan Anai Resort merupakan sebuah objek wisata alami di kaki Gunung Tandikek yang didukung udara nan sejuk..
  • Sabtu, 23 Januari 2016 - 01:50:42 WIB
    Berada di Jantung Kota Padang

    Daima Hotel Tawarkan Akses Cepat ke Berbagai Objek Wisata

    Daima Hotel Tawarkan Akses Cepat ke Berbagai Objek Wisata PERJALANAN wisata tidak akan terlepas dari akomodasi atau penginapan, karena akomodasi bisa membuat perjalanan akan menjadi indah setelah seharian menikmati wisata di Kota Padang..

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM