Pokemon Go Merusak


Sabtu, 23 Juli 2016 - 04:03:18 WIB
Pokemon Go Merusak

Tiba-tiba saja permainan game Pokemon Go menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Apalagi setelah Menteri Pen­dayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Yuddy Chrisnandi mengeluarkan surat edaran yang melarang Pegawai Negeri Sipil (PNS) bermain game virtual berbasis GPS di lingkungan instansi pemerintah.

Surat bernomor B/2555/M.PANRB/07/2016 tanggal 20 Juli 2016 itu menyusul demam Po­kemon Go, sebuah game virtual berbasis GPS yang digandrungi banyak orang. Surat itu ditujukan kepada para menteri Kabinet Ker­ja, Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, Ke­pala BIN, kepala lembaga non kemen­te­rian, pimpi­nan kesekretariatan lembaga ne­gara, pimpinan kesekretariatan lembaga non struktural,  gubernur, bupati dan wali kota se-Indonesia.

Baca Juga : Menanti Tuah Hendri Septa Mengembalikan Padang Pusat Bisnis dan Perdagangan

Larangan main game virtual berbasis GPS se­perti Pokemon Go tujuannya sebagai ben­tuk kewaspadaan nasional dan mengan­tisi­pasi timbulnya potensi kerawanan di bidang ke­amanan dan kerahasiaan instalasi pemerin­tah.

Gayung pun bersambut. Surat Menpan-RB tersebut mendapat respon positif, ter­masuk dari Gubernur Sumatera Barat Irwan Pra­yitno. Ia bahkan berencana melakukan ins­peksi mendadak (sidak) ke Satuan Kerja Pe­rangkat Daerah (SKPD) yang dipimpin­nya.

Baca Juga : Tidak Ada Tempat untuk Terorisme

Sebelumnya, Kapolda Sumbar Brigjen Pol Basarudin mengaku telah memerin­tahkan jajarannya untuk melihat perkem­bangan penggunaan permainan game ini.

Yang jelas, permainnan game seperti Pokemon Go sudah membuat banyak orang dewasa di Amerika Serikat tergila-gila. Seperti dikemukakan Jon Norris,  kepala bagian konten di perusahaan yang bergerak di bidang digital di Brighton, Inggris, game Pokemon Go memang tengah populer saat ini. Prinsip dasar game Pokemon Go yang memanfaatkan teknologi augmented reality (realitas tertambah) ini adalah melacak dan menemukan Pokemon virtual di sekitar kita.

Baca Juga : Demi Keadilan, Demi Kebenaran

Andrew Przybylski, psikolog di Institut In­ternet Oxford yang banyak melakukan ka­jian tentang game mengatakan salah satu fak­tor kesuksesan Pokemon Go yang begitu fe­no­nemal adalah kemudahan memainkan ga­me ini.

Apapun namanya permainan akan selalu mengasyikkan. Orang menjadi terlena dan tak kenal waktu. Sejumlah siswa di Kota Padang pernah main Pokemon Go yang mereka unduh dari smart phone. Untung saja tak semua siswa yang pernah mencoba game Pokemon Go ini mengaku tertarik karena tidak ada manfaatnya. Memang, permainan game Pokemon Go menyebabkan peng­gunanya tidak lagi mengenal lingkungan. Mereka asyik dengan dirinya sendiri. Dampak yang ditimbulkan dari game ini menjadi kekhawatiran guru-guru di sekolah.

Baca Juga : Bakal Ada Ratusan Kepala Daerah Tanpa Pilihan Rakyat

Permainan game apapun lah namanya sebaiknya dijauhi karena lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya. Main game ini adalah pekerjaan mubazir. Waktu habis terbuang hanya untuk pekerjaan yang tidak menghasilkan apa-apa. Main game hanya akan membuat orang malas berusaha.

Kita yakin, masyarakat Sumatera Barat ti­­dak suka dengan pekerjaan yang tidak akan men­datangkan keuntungan atau hanya meng­habiskan waktu saja. Namun demikian, pe­ngawasan dan antisipasi mewabahnya ga­me Pokmen Go ini perlu dilakukan, terutama oleh orang tua terhadap anaknya. Mari kita bentengi anak kemenakan kita dari hal-hal yang dapat merusak mental mereka. ***

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]