UMB Berjalan Lancar, Peserta Curang Masuk Daftar Hitam


Senin, 25 Juli 2016 - 04:55:17 WIB
UMB Berjalan Lancar, Peserta Curang Masuk Daftar Hitam

PADANG, HALUAN — Ujian Man­diri Bersama (UMB) yang dise­leng­garakan di Universitas Andalas dan Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang, Minggu (24/7) kemarin berjalan lancar. Sebanyak 6.581 peserta bersaing untuk mendapatkan kursi di 14 PTN dan PTS ternama di Indonesia. Masing-masing perguruan tinggi ini hanya menampung 25 persen dari kuota penerimaan tahun 2016 ini.

Rektor Universitas Andalas, Prof Tafdil Husni, SE, MBA saat mela­kukan tinjauan UMB di gedung A Universitas Andalas mengatakan, pelaksanaan ujian berjalan dengan lancar. Walaupun ada beberapa peserta yang kesasar mencari ruangan ujian pagi harinya. Namun, cepat diatasi oleh panitia dengan mem­berikan denah ruangan ujian kepada mereka yang tersasar.

“Ada beberapa peserta ujian yang kesasar. Maklum, kampus Unand ini luas. Biasanya yang ke sasar itu peserta ujian dari luar kota dan tidak mensurvey lokasi. Tapi sudah kita antisipasi dengan membagi-bagikan denah sebelum ujian dimulai dan alhamdulillah selama ujian tidak ada kendala dan berjalan lancar,” kata Tafdil di sela-sela pantauan UMB.

Untuk memastikan pelaksanaan UMB tanpa ada kecurangan, saat memantau peserta ujian rektor lang­sung memberikan teguran keras kepada peserta yang kedapatan melakukan kecurangan.

“Bagi peserta yang kedapatan melakukan kecurangan, panitia tidak akan segan menggugurkan peserta dan memasukkan ke daftar blacklist. Jadi peserta tidak akan bisa mengikuti ujian SMPTN, SBMPTN dan UMB di tahun-tahun selanjutnya,” tegas Tafdil.

Ditambahkannya dalam UMB kali ini, ujian diselenggarakan serent­ak di 13 PTN dan PTS ternama di seluruh Indonesia. Masing-masing perguruan tinggi ini akan me­nam­pung 25 persen dari kuota pe­nerimaan tahun 2016 ini dan hasilnya dikeluarkan tanggal 31 Juli 2016 mendatang.

“Tahun ini Unand menerima 5.500 mahasiswa dari 3 jalur pene­rimaan yaitu SNMPTN, SBMPTN dan UMB. Jadi untuk UMB dapat jatah sebanyak 25 persen atau 1.375 orang yang akan mendapatkan kursi UMB di 51 prodi dan 11 fakultas di Unand ini,” kata Tafdil lagi.

Karena ujian ini termasuk dalam rangkaian kerja sama 13 PTN dan PTS, bagi peserta yang mendaftar ke Unand tidak harus ujian di Unand. Bisa saja mereka ujian di Aceh, Sumatera Utara, Jakarta atau di daerah lain. Asalkan termasuk dalam 13 perguruan tinggi.

“Dalam UMB ini, memakai me­to­de ujian SBMPTN. Dimana peserta tidak harus ikut ujian di perguruan tinggi yang mereka daftar. Mereka bisa di daerah lain di salah satu PT yang ujian serentak saat ini. Di­sam­ping itu cara, soal hingga pemeriksaan hasil ujian diatur oleh panitia yang ada di Jakarta. Jadi panitia di Unand ini hanya panitia local,” katanya.

Ia juga mengatakan persoalan status mahasiswa yang masuk dalam jalur UMB ini nantinya sama dengan pe­serta yang lulus dalam jalur SNMPTN dan SBMPTN. Per­be­daannya hanya ter­letak pada uang kuliahnya yang lebih ma­hal dan proses masuk perguruan tinggi.

“Untuk kuliah, status, dan ijazah nantinya sama dengan mahasiswa dari jalur SNMPTN dan SBMPTN,” terang Tafdil.

UMB di ISI

Banyaknya peserta UMB, ISI Padang Panjang terpaksa melak­sanakan ujian dua gelombang yang tersebar di kampus ISI Padang Panjang dan Sijunjung. Ujian diikuti sebanyak 534 calon mahasiswa baru yang mendaftar di 14 perguruan tinggi negeri di Indonesia.

“Mereka sebagian menginap di hotel-hotel yang ada di Padang Panjang dan ada juga yang menginap di rumah- rumah keluarga. Mereka datang dari berbagai daerah di sekitar Padang Panjang,” ujar Ketua Panitia Pelaksana Perhimpunan SPMB Nu­santara Padang Panjang Ediwar.

14 kampus yang turut menye­lenggarakan ujian bersama ini adalah Universitas Malikussaleh Lhokseu­mawe, Universitas Syi’ah Kuala Banda Aceh, Universitas Teuku Umar Meolaboh, Universitas Samudra Langsa, Universitas Sumatera Utara Medan, Universitas Maritim Raja Ali Tanjung Pinang, Unand Padang, Universitas Jambi, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten, Universitas Terbuka, Udayana Denpasar, Uni­versitas Palangkaraya, Universitas Borneo Tarakan dan Institut Seni Indonesia Padang Panjang.

Ediwar juga mengatakan, untuk mengawasi ujian di percayakan kepada para dosen di ISI dan be­berapa dosen dari perguruan tinggi lainnya. Termasuk yang mengawasi ujian di Sijunjung.

Menyinggung untuk penerimaan mahasiswa yang akan kuliah di ISI, kata Ediwar cukup banyak.  Formasi yang ada hanya untuk 273 orang.

“Mahasiswa yang diterima di Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang itu terbagi pada 9 program studi di 2 Fakultas masing-masing, Karawitan,Tari, Musik dan Teater (Fakultas Seni), Seni Murni, Seni Kriya, Seni DKV, Televisi dan Filem dan Foto Grafi (Fakultas Seni Rupa dan Disain). (h/mg-ang/one)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM