Pengancaman Wartawan, Polisi Libatkan Unit Cyber Crime


Senin, 25 Juli 2016 - 05:03:53 WIB
Pengancaman Wartawan, Polisi Libatkan Unit Cyber Crime KABAG Humas Pemko Padang Panjang Ampera Salim diperiksa di Mapolres. (APIZ)

PADANG PANJANG, HALUAN-Sesuai janjinya untuk mengusut tuntas kasus pengancaman terhadap wartawan di Kota Padang Panjang, saat ini Polres Padang Panjang melalui Satuan Reserse kriminal (Satreskrim) terus mendalaminya. Bahkan, penyidik akan berkoordinasi dengan Ba­reskrim Polri melalui unit Cyber Crime Investigation Center (CCIC).

Selain itu, di Polres sendiri, penyidik juga telah memanggil beberapa orang saksi untuk dimintai keterangan. Kasat Reskrim Polres Padang Panjang, AKP Ismet melalui Kanit Tipidter Bripka. Azan Fujiyanto mengatakan, terkait laporan yang telah dilaporkan wartawan, selain mendapatkan keterangan dari empat orang korban, pihaknya juga telah memanggil tiga orang saksi untuk dimintai keterangan.

Baca Juga : Sudah Pulang ke Rumah, Korban Serangan Beruang di Sijunjung Berangsur Membaik

Informasi yang dihimpun Haluan di Polres setempat, Pe­nyidik Polres Padang Panjang telah memanggil Kabag Humas Pe­merintah Kota (Pemko) Padang Panjang Ampera Salim sebagai saksi untuk diminta keterangan, dan salah seorang Wartawan dari Harian Umum Haluan Apiz Jack­son. Sebelumnya, juga telah dila­ku­kan pemanggilan terhadap Wartawan Investigasi Karmal Putra untuk dimintai keterangan seba­gai saksi.

“Jumat lalu, Kabag Humas Pemko Padang Panjang Ampera Salim telah memenuhi pemang­gilan kita sebagai saksi, dan kita juga telah memintai keterangan dari apa yang beliau ketahui terkait kasus yang menimpa wartawan tersebut,” ujar Bripka Azan Fujianto yang di dampingi Bripka. Benny Eka Kurniawan dan Briptu. Budhi Adrial setelah meminta keterangan saksi.

Baca Juga : Pastikan Listrik Aman Saat Lebaran, PLN Sumbar Gelar Vicon dengan Jajaran

Fujiyanto menambahkan, res­pon dan itikad baik dari Pemko melalui Kabag Humas untuk memenuhi panggilan sebagi saksi, sangat membantu proses penyidikan dan pengembangan kasus ancaman terhadap wartawan ini, dan Kabag Humas juga sudah berkomitmen akan membantu semaksimal mungkin untuk me­nye­lidiki hal-hal yang berkaitan dengan perkara pengancaman wartawan di Kota Padang Panjang.

“Kita dari penyidik telah melakukan upaya secara un­der­cover untuk pengungkapan dan penyelidikan kasus ini, baik melalui sistem informasi yang kita punya dan kemampuan yang kita miliki. Jadi untuk pemanggilan sebagai saksi akan terus kita lakukan secara bertahap terhadap semua pihak yang berkaitan dengan kasus ini,” terang Azan Fujiyanto.

Untuk proses penyelidikan melalui IT, lanjut Fujiyanto, belum bisa dijabarkan sekarang, tapi untuk pembuktian secara digital forensik pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak Bareskrim melalui unit Cyber Crime Investigation Center (CCIC) untuk pembuktian secara autektik melalui data foletil digital forensik.

 ”Untuk permasalahan di sa­lah satu SMS yang mencatut nama Kabag Humas, itu telah kita klarifikasi kepada Kabag Humas Pemko Padang Panjang, dan Kabag Humas Pemko mengakui dan menerangkan tidak pernah menyuruh ataupun terlibat dalam pesan pendek yang dimaksud, tapi kita terus menyelidiki sejauh mana keterlibatan nama Humas dalam perkara ini, apakah itu benar dugaan humas yang di maksud adalah Humas Polres ataupun Humas Pemko Padang Panjang sendiri,” tambahnya.

Sementara Kabag Humas Am­pera Salim saat di temui Haluan setelah memberikan keterangan sebagai saksi di Mako Polres Padang Panjang mengatakan, telah memberikan keterangan yang sebenar-benarnya tentang apa yang di ketahuinya kepada pihak Penyidik Polres Padang Panjang.

“Kita telah penuhi panggilan penyidik sebagai saksi untuk memberikan keterangan terhadap kasus ancaman terhadap wartawan tersebut. Sesuai komitmen yang telah kita buat di Pemko Padang Panjang, kita sangat mendukung dan akan membantu pihak Polres Padang Panjang untuk me­ngung­kap kasus pengancaman ini. Ter­kait pencatutan nama Humas di salah satu SMS kita serahkan saja kepada penyidik untuk me­ngung­kapnya,” terang Ampera Salim.

Terpisah, Wakil Wali Kota Padang Panjang, Ma­wardi meng­akui, tidak menyangka akan ada tindakan pengancaman yang di­lakukan oleh orang-orang yang ingin menciptakan kondisi tidak kondusif di Kota Padang Pan­jang. Apalagi, SMS bernada pe­ngan­caman tersebut sengaja diki­rim­kan kepada sejumlah wartawan.

“Kita sangat menyayangkan tindakan tersebut, apalagi ini di saat ada peme­riksaan terhadap kasus dugaan korupsi di lingku­ngan Pemko Padang Panjang. Kita berharap, kepada pihak kepo­lisian agar tetap bekerja mengusut tuntas kasus pengancaman ter­sebut, sehingga mem­berikan efek jera bagi pelaku,” sebut Mawardi. (h/mg-pis)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]