PERSIAPAN PON

Atlet Tenis Meja Latihan Terpisah-pisah


Rabu, 27 Juli 2016 - 04:14:22 WIB
Atlet Tenis Meja Latihan Terpisah-pisah Ilustrasi.

PADANG, HALUAN — Atlet tenis meja Sumatera Barat yang akan berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 Bandung Jawa Barat berlatih dengan terpisah-pisah. Hal ini disebabkan para atlet memiliki kesibukan masing-masing. Untuk itu para atlet berlatih di tempatnya masing-masing.

“Ada yang berlatih di Malang yaitu Fitrah Har­santy Ega Putri, Jawa Barat yaitu Tantri Dewi Karomah dan Dharmasraya. Hal ini dise­babkan karena mereka kuliah dan sekolah.  Namun masih ada juga yang berlatih di Padang,”ujar pelatih Tenis Meja Sumbar Anton Wijaya, Selasa (26/7) di KONI Sumbar.

Lebih jauh Anton me­nga­takan mengapa atlet ter­sebut tidak disatukan tem­pat latihanya, karena akan mengangu pendidikan atlet tersebut dan  memakan biaya besar. “Meski mereka berl­a­tih terpisah-pisah kami tetap memberikan program lati­han kepada me­reka,” je­lasnya.

Meski terpisah-pisah pa­ra atlet tersebut tetap di­kontrol oleh Anton dari jarak jauh melalui berbagai alat komunikasi. “Selain itu mereka juga memiliki teman latihan yang bagus disana. Kondisi seperti ini sudah kami laporkan kepada tim Satgas,”tuturnya.

Tim tenis meja sendiri sudah melakukan uji coba ke Jawa Tengah pada 19-22 Juli kemarin. Dalam laga uji coba dengan tim Pelatda Jawa Tengah tersebut tim Sumbar kalah. “Meski selu­ruh atlet yang kita turunkan kalah, namun kekalahannya hanya dengan skor ti­pis,” jelasnya.

Melalui uji coba kemarin para atlet tersebut dievaluasi latihannya. “Disana saya melihat bagaimana tek­nik­nya yang kurang. Apakah pro­gram latihan mereka ber­jalan atau tidak. Dan ten­tunya saya juga memberikan masukan kepada mereka apa yang masih kurang dari mereka,”ungkapnya.

Pada saat TC terpadu nanti para atlet akan dikum­pulkan semuanya dan lati­han di tempat yang sama. “Waktu TC terpadu sendiri hanya 10 hari. Selama 10 hari tersebut akan kami man­tapkan semuanya baik ke­kom­pakan dan strategi per­mainan mereka,”jelasnya.

Pada PON nanti Anton tidak mau muluk-muluk mengenai target. Dirinya mengatakan tim tenis meja menargetkan untuk bisa meraih satu medali pe­rung­gu saja. “Tenis meja melo­loskan lima atlet putra dan lima atlet putri,” bebernya.

Namun yang di biayai oleh KONI Sumbar hanya atlet putri saja.

“Hal ini disebabkan ka­rena dulu KONI ada mela­kukan pem­batasan pe­ring­kat untuk atlet yang berang­kat PON. Namun saya la­porkan ke Plt KONI Sumbar yang baru ini, dia me­ngatakan sudah tidak bisa karena tidak ada ang­garan,” ungkapnya.

Hal ini membuat para atlet yang lolos PON tapi tidak lewat peringkat yang ditetapkan oleh pengurus KONI, patah semangat. “Untuk mengatasinya kami me­l­a­kukan rapat dengan pengcab dan pengprov lalu kami putuskan atlet tersebut tetap bisa berangkat namun dari biaya dari orang tua dan pengcab,” bebernya. (h/san)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]