Menteri LHK RI Apresiasi Peraturan Nagari Penyelamatan Lahan Kritis


Selasa, 02 Agustus 2016 - 03:05:26 WIB
Menteri LHK RI Apresiasi Peraturan Nagari Penyelamatan Lahan Kritis Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, RI Siti Nurbaya, di dampingi Wakil Bupati Solok Yulfadri Nurdin disambut antusias warga saat mengunjungi Nagari Indudur, Kec. IX Koto Sungai Lasi, Jumat ( 29/7). (YUTIS WANDI)

INDUDUR, HALUAN — Kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Nagari Indudur, Kec. IX Koto, Sungai Lasi, dalam upaya menyelamatkan lahan kritis menjadi lahan subur dan pro­duktif bagi pening­katan ekonomi masya­rakat mendapat apre­sisai dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.

Hal ini diungkapkan Men­teri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Siti Nurbaya, kala mengunjungi  nagari ber­penduduk sekira 700 jiwa itu, Jumat (28/7) lalu.

“Kami dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehu­tanan sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan Pe­me­rintahan Nagari Indudur sejak tahun 2007,  dalam rangka pemanfaatan lahan kritis men­jadi lahan produktif melalui peraturan nagari,” kata Siti Nurbaya saat tatap muka de­ngan masyarakat setempat.

Bersama rombongan Men­teri Lingkungan Hidup, turut hadir Dirjen Hutan Sosial, Hadi Darianto, Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin, Kadis Ke­hutanan dan Perkebunan Kab Solok, Osri, Camat IX Koto Sungai Lasi, Efiyardi. Romo­ngan disambut Walinagari Indudur,  Zofra Wandi Dt. Rajo Nan Gadang, alim ulama, ninik mamak dan masyarakat se­tempat.

Siti Nurbaya mengung­kapkan, hutan merupakan salah satu potensi yang perlu dijaga dan dimanfaatkan secara ra­mah. Jika hal tersebut sudah terwujud maka akan men­datangkan manfaat secara langsung bagi masyarakat dan keturunannya kelak. “ Hutan sangat penting dijaga, ditanami dan dilestarikan agar bisa memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat. Hutan lestari, masyarakat se­jahtera,” ungkapnya.

Pihaknya mengaku, banyak tokoh dan orang hebat yang lahir dari Kabupaten Solok, Masyarakat butuh tokoh tokoh yang mampu memperjuangkan dan membawa nasib mereka kearah yang lebih baik. “Sudah lama niat kami ingin ber­kunjung langsung ke Solok ini, namun baru hari ini bisa dapat hadir dan bertatap muka de­ngan masyarakat Kab. Solok,” kata Siti.

Terhadap upaya pelestarian hutan yang dilakukan oleh Nagari indudur ini, menteri berharap agar masyarakat me­ng­op­timalkan koperasi dalam menyokong Program pe­lesta­rian dan pemanfaatan hutan sebagai penguatan ekonomi masyarakat. Bahkan menu­rutnya  program tersebut bisa terus dipertahankan dan dikem­bangkan.

Sementara dari peng­ama­tan­nya di lapangan, masyarakat Indudur sudah berorientasi produktif. Tinggal lagi ba­gaimana meningkatkan cara kerja, fasilitas pendukung lain­nya. “Yang paling penting, mudah dilakukan dan tidak melanggar aturan dan undang-undang uang berlaku,” tukas­nya.

Searah dengan itu, Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin juga menyampaikan apre­siasi­nya tehadap kesuksesan wa­linagari dan masyarakat In­dudur yang telah menekan terjadinya ilegal logging dan pemanfaatan lahan kritis di daerah itu. Wabup berharap dengan adanya kunjungan dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan ini bisa memotivasi masyarakat dan pemerintahan nagari dalam pengelolaan dan pemanfaatan hutan dan lahan kritis secara ramah sehingga bermanfaat secara ekonomi. “Kami sangat merasa tersan­jung dengan adanya kunjungan dari ibu menteri ini,” kata wabup.

Sementara itu Wali Nagari Indudur  Zofra Wandi Dt. Rajo Nan Gadang mengungkapkan di nagari yang berpenduduk 700 jiwa ini, mayoritas hidup sebagai petani. Awalnya, nagari Indudur memiliki banyak lahan kritis dan kurang terman­faat­kan. Lalu dilahirkan Perna No 3 tahun 2007 tentang pening­katan ekonomi masyarakat dengan pemanfaatan lahan kritis dan pengelolaan hutan rakyat. “Perna tersebut aktif dilakukan semenjak tahun 2008 dimana setiap warga wajib menanam tanaman keras seperti karet, kemiri dan ceng­keh di lahan miliknya minimal setengah hektar,” beber Wandi.

Untuk mengawasi pelak­sanaan Perna tersebut, Pe­merintahan Nagari membentuk tim dari berbagai unsur baik dari unsur nagari, Ninik ma­mak dan lainnya. Dalam per­jalanannya, tim penilai terus melakuakan pengawasan dan penilaian pelaksanaan program atau perna tersebut. Di mana Setiap lahan warga akan dinilai sekali setahun, bagi yang sesuai dengan kriteria akan diberi reward dan yang kurang akan ditegur hingga pemberian sank­si.

Masyarakat bahkan juga dilarang melakukan pene­ba­ngan pohon dan membakar hutan lindung serta tidak dibe­narkan menebang pohon yang sedang berbuah atau produktif meskipun ada di lahan milik sendiri. “Alhamdulillah tidak ada ilegal loging di Indudur. Hutan Lestari Masyarakat Se­jahtera. dengan adanya perna tersebut, lahan lahan kritis bisa termanfaatkan dan angka ke­miskinan dapat dikurangi, masyarakat miskin turun hing­ga 75 persen,” kisahnya.

Sementara untuk tahun 2016 ini, Pemerintah Nagari Indudur menganggarkan ku­rang lebih 100 juta untuk pengadaan bibit manggis ber­ku­alitas, dan akan dibagikan kepada masing masing KK untuk ditanam. “Kami dari unsur nagari bersama ma­syarakat sangat meminta Pe­merintah Kabupaten Solok untuk memperbaiki prasarana jalan sebagai akses utama perekonomian,” pungkasnya. (h/ndi)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]