Tambang Liar Marak Lagi di Sungai Batanghari


Selasa, 02 Agustus 2016 - 03:29:35 WIB
Tambang Liar Marak Lagi di Sungai Batanghari Aktivitas tambang emas liar dengan kapal di Sungai Batanghari sekitar Muaro Momong Kecamatan Pulau Punjung. (MARYADI)

DHARMASRAYA, HALUAN — Tambang liar di sepanjang aliran Sungai Batanghari kembali marak, air Sungai Batanghari mulai tampak keruh. Padahal selama dua hari masyarakat sepanjang aliran Sungai Batanghari khususnya dapat menikmati jernihnya air sungai tersebut, yakni selama libur lebaran.

Namun setelah lebaran, air sungai kembali keruh dan kumuh.”Alhamdulillah dua hari kami dapat menikamati jernihnya air Batanghari, tapi setelah itu keruh kem­bali, ”ucap Deri, warga Sungai Dareh, kepada Halu­an, Senin (01/8), kemaren.

Maraknya tambang liar di aliran Sungai Batranghari katanya, karena para penam­bang sudah kembali dari Le­baran, aksi penambangan liar dapat dilihat di aliran Sungai batanghari di Muaro Momong Kecamatan Pulau Punjung, belum lagi marak­nya tambang liar di hulu sungai.

Dikatakannya, sewaktu kecil dulu ia sering dan setiap harinya mandi di Sungai Batanghari, tapi ak­hir akhir ini hal yang sama tidak dapat ia lakukan lagi karena air tersebut selain keruh juga sudah tercemar, tapi selama dua hari lebaran, air yang pernah ia nikmati dulu dapat ia rasakan, bah­kan masya­rakat sekitar Pu­lau Punjung menjadikan lokasi dekat Jem­batan Su­ngai Dareh sebagai objek wisata mandi mandi.  ”War­ga tidak perlu pergi ke kolam renang lagi selama libur lebaran karena air su­ng­ai sangat jernih,”ungkapnya.

Bahkan selama dua hari itu, lanjutnya, ikan ikan kecil sangat jelas tampak dari atas jembatan karena jernihnya air, tapi sekarang ini batu besar yang ada dalam sungai tidak tampak laghi karena keruhnya air.

Menurut pantauan Ha­lu­an, di hulu Sungai Batang­hari, aktivitas tambang lair dengan kapal kapal sudah mulai beraksi sehabis leba­ran ini, akibatnya air men­jadi keruh dan kumuh. ”Ta­m­bang emas liar sudah mu­lai, maka­nya air sudah mulai ke­ruh, ”kata warga sekitar Muaro Momong Kecamatan Pulau Punjung, yang enggan untuk ditulis namanya.

Kepala Badan Ling­kung­an Hidup (BLH) Kabupaten Dharmasraya, dr. Rah­ma­dian, yang ditanya Haluan menga­takan, untuk pem­berantasan secara langsung, instansi yang di pimpinnya memang tidak dapat, karena hal itu ke­we­nangan dari Dinas Per­tam­bang­an dan Kepolisian, na­mun ia sudah membuat pro­gram untuk memberantas tambang liar dengan me­ngusir secara tidak langsung para penambang  yakni mem­buat taman buah sepan jang aliran Sungai Batanghari yang ada di Dharmasraya.

Ia mengakui akibat tam­bang lair di aliran sungai banyak kerugian yang di­derita oleh masyarakat, mi­sal­­nya saja air sungai tidak dapat dimanfaatkan lagi minimal untuk mandi, ke­mudian apa­bila ir tersebut dikonsumsi, maka dengan tercemarnya air sungai oleh air mercuri, maka manusia akan menderita penyakit lumpuh la­yu. ”Ba­ny­ak ke­rugian masyarakat akibat tambang emas liar itu, ”te­gas­nya. (h/mdi)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]