DIBUTUHKAN PERAN NINIK MAMAK

Hingga Juli, 938 Pemohon Cerai


Selasa, 02 Agustus 2016 - 03:34:01 WIB
Hingga Juli, 938 Pemohon Cerai Ilustrasi.

PADANG, HALUAN — Dari tahun 2014-2016 jumlah angka perceraian di Kota Padang rata-rata meningkat 10 persen  setiap tahunnya. Peningkatan ini tergambar dari banyaknya jumlah perkara dan permohonan yang diterima Pengadilan Agama (PA) Negeri Padang.

Sementara itu sejak bulan Januari hingga bulan Juli 2016, ada sebanyak 938 permohonan perceraian yang masuk.

Meningkatnya angka per­ceraian di Kota Padang dise­babkan karena kurangnya pe­ran niniak mamak .

Seperti penuturan Drs. H. Januar Humas PA Padang. Di­katakannya, dalam adat Minangkabau  ada mamak atau paman dalam membina dan menyelesaikan masalah yang ada.

“Tanpa terkecuali, juga masalah rumah tangga sanak kemenakannya. Sebelum diba­wa ke Pengadilan Agama, hendaknya diselesaikan melalui perundingan yang dilakukan mamak atau paman.

Karena tidak adanya cam­pur tangan itu, sehingga pa­sangan suami istri yang lagi bertengkar langsung membawa kasusnya ke Pengadilan Aga­ma. Hal ini yang sangat mem­pengaruhi peningkatan angka perceraian di Kota Padang,” katanya.

Lanjutnya Kota Padang merupakan Kota yang paling tinggi angka perceraiannya di Sumatera Barat.

Adapun penyebab perce­raian terbagi atas empat faktor, diurutkan berdasarkan banyak kasusnya. Pertama terjadinya pertengkaran yang terus-mene­rus yang disebabkan hadirnya orang ketiga,

Kedua suami melanggar taklik-taklak, ketiga salah satu pasangan pemabok, pemadat, dan penjudi, keempat, Keke­rasan dalam rumah tangga (KDRT).

Dari fakta ini maka banyak kasus yang di tangani PA Pa­dang berasal dari cerai gugat yang dimintak oleh sang istri pihak perempuan.

Pada umumnya perceraian yang banyak terjadi pada p­a­sangan muda. Kisaran umur pasangan yang bercerai dari 20-40 tahun.

Januar mengimbau kepada pasangan suami istri, terutama bagi pasangan muda me­mikir­kan semua tindakan apalagi jika ingin mengakhiri hubungan atau melakukan perceraian, karena dampaknya besar ter­hadap anak.

Jika dilihat dari perinsip atau azas yang dipertim­bang­kan oleh hakim dalam me­nangani kasus perceraian ter­dapat tiga azas.

“Pertama sederhana, kedua cepat, katiga biaya ringan. Berdasarkan azas inilah hakim memutuskan suatu perkara.

Selain itu sidang dalam kasus perceraian, bisa terjadi hingga sepuluh kali persidan­gan. Jika kedua pasangan yang tergugat dan yang digugat keduanya hadir dalam mengu­nakan haknya.

Sebaliknya jika salah satu pasangan tidak bisa menghadiri hingga beberapa kali surat pangilan, maka sidang dila­kukan tiga kali dan hakim menyatakan selesai,” tuturnya. (h/mg-rul)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]