PESAWAT TERLAMBAT

Penumpang Lion Air Mengamuk


Selasa, 02 Agustus 2016 - 03:42:53 WIB
Penumpang Lion Air Mengamuk Ilustrasi.

PADANG PARIAMAN, HALUAN — Per­soalan delay (penundaan) waktu pener­bangan maskapai Lion Air kembali terjadi. Setelah penumpang di Bandara Internasional Soekarno-Hatta mengamuk karena pesawat delay pada Minggu (31/7), kemarin, nasib serupa juga dialami penumpang di Padang.

Calon penumpang pesawat Lion Air dikabarkan mengamuk di Bandara Inter­nasional Minangkabau (BIM), Padang Pariaman, Senin (1/8) malam. Hal itu terjadi karena keberangkatan pesawat tersebut tertunda sejak sore.

Menurut informasi yang dihimpun oleh Haluan, pesawat yang tertunda pener­bangannya tersebut adalah rute Padang-Jakarta. Akibat lama menunggu, para penumpang menyeret petugas Lion Air di BIM untuk ikut terbang ke Jakarta. Petugas tersebut berjanji akan membayar ganti rugi penumpang di Jakarta.

“Ada dua pesawat delay, tapi baru pesawat yang datang,” ujar informan Haluan, Senin (1/8) pukul 23.00 WIB.

Distric Manager Lion Air Pa­dang, Rizki yang dihubungi Haluan melalui sambungan tele­pon mengatakan, ia tidak me­ngetahui masalah tersebut karena sedang cuti. 

Sementara itu, General Ma­nager Angkasa Pura BIM, Su­parlan, tidak menjawab panggilan setelah dihubungi berkali-kali.

Selain di BIM, penerbangan Lion Air di bandara lain juga tertunda. Dilansir dari Detik.com,  penerbangan maskapai Lion Air ke sejumlah rute mengalami penundaan dan menimbulkan emosi calon penumpangnya. Plt Dirut Angkasa Pura II (AP II) Djoko Muriatmodjo mengatakan, pihaknya tak dapat berbuat ba­nyak atas keterlambatan tersebut karena AP hanya bertugas sebagai penyedia fasilitas.

“Soal delay Lion tadi malam hingga pagi memang Angkasa Pura nggak bisa banyak berbuat. Karena tugas Angkasa Pura hanya sebagai penyedia fasilitas,” ujar Djoko di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta, Ceng­ka­reng, Jakarta Barat, Senin (1/8).

Sebagai penyedia fasilitas, AP II memastikan agar para pe­numpang yang terkena pe­nun­daan di bandara Soetta tak ter­lantar dan tak melakukan aksi anarkis akibat emosi karena keterlambatan jadwal pe­ner­bangan.

“Penanganan selanjutnya le­bih banyak di maskapai. Kalau koordinasi iya, kami selalu koor­dinasikan apa yang diperlukan maskapai supaya mereka bisa mengurangi delay-nya. Tapi hanya sebatas itu kapasitas Angkasa Pura,” kata Djoko.

Delay yang terjadi sejak Ming­gu (31/7) malam tersebut tak hanya mengakibatkan banyaknya pe­numpang yang terlantar di bandara, namun juga menye­babkan beberapa dampak opera­sional, seperti peng­gunaan fasi­litas bandara dan untuk pergera­kan pesawat dari Air Traffic Con­troller (ATC).

“Di bandara kami menangani khusunya di apron dan terminal. Kalau akibat dari (delay) itu pasti ada, seperti ruang tunggu nggak bisa dipakai penumpang untuk penerbangan lain, kemudian ke­ber­sihan yang biasa dikerjakan malam hari, tidak bisa (dikerja­kan). Itu suatu hal yang sedikit banyak berpengaruh pada opera­sional,” ujar Djoko. Pada Selasa (2/8) Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi akan memanggil pihak Lion Air. Pemanggilan tersebut terkait delay parah 5 rute penerbangan Lion Air. (h/dib/net).

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]