Banjir Lagi, Banjir Lagi


Selasa, 02 Agustus 2016 - 03:48:49 WIB
Banjir Lagi, Banjir Lagi Hujan deras yang melanda Padang memicu meluapnya air dari sejumlah sungai, termasuk sungai dari arah Lubuk Minturun.

Pemerintah kota harus memikirkan antisipasi jangka pendek terkait banjir. Dalam enam bulan terakhir saja, ibukota Provinsi Sumbar ini sudah tiga kali dilanda banjir.

PADANG, HALUAN — Hu­jan deras yang melanda Pa­dang, Senin (1/8) sejak siang hingga malam hari akhirnya berbuah banjir di sejumlah titik. Laporan dari sejumlah titik tersebut, air mulai me­rambat masuk ke rumah warga sejak pukul 16.00 WIB.  De­ngan demikian, banjir telah melanda Padang hingga 3 kali dalam 6 bulan terakhir, yakni 22/3, 17/6 dan terakhir, Senin (1/8)

Dari pantauan Haluan,  di kelurahan Banda Gadang, Ke­ca­matan Nanggalo, 50 KK sempat di evakuasi sesaat karena air sudah mencapai setinggi dada orang dewasa. Diperkirakan kerugian ditak­sir mencapai Miliaran Rupiah.

Sekitar pukul 21.00 warga perumahan Griya Kubu Uta­ma, Kelurahan Tabing Banda Gadang mulai membersihkan rumahnya pascabanjir ban­dang akibat meluapnya Ba­tang Air Kuranji. Sebelumnya, pada sore hari, air bercampur lumpur merendam sekitar 33 rumah warga di kawasan tersebut.

“Air mulai naik sekitar pukul empat siang tadi saat hujan lebat. Tinggi banjir di dalam rumah mencapai se­pinggang orang dewasa. Bah­kan di luar rumah, tinggi air sampai setinggi dada,” ujar Farel, warga setempat, kepada Haluan saat membersihkan rumahnya yang terendam lumpur, Senin (1/8) malam.

Menurut pengakuan Farel, air baru mulai surut saat menjelang magrib dan benar-benar surut sekitar pukul 20.00. “Untung saja air PDAM tidak mati. Kalau mati, kami tidak tahu akan mem­ber­sihkan lumpur ini dengan apa,” lanjut Farel.

Warga lainnya, Ujang, me­ngatakan bahwa kompleks peru­mahan tersebut sudah menjadi langganan banjir. Hampir setiap hujan lebat, kawasan itu teng­gelam oleh banjir. Banjir bandang yang menimpa Kota Padang bebe­rapa waktu lalu tak luput meneng­gelamkan rumah di wilayah itu.

“Sudah terlalu sering kami masuk koran karena banjir ini. Dan dari tadi sore, sampai saat ini entah sudah berapa wartawan yang datang ke sini. Entah kapan kondisi seperti ini akan berakhir,” ujar Ujang.

Sementara itu Kampung Ko­to, Kelurahan Gurun Laweh, Keca­matan Nanggalo terendam banjir bandang setinggi pinggang orang dewasa. Dalam peristiwa ini, Ra­den (67) tahun terpaksa dilarikan ke  Rumah Sakit Tentara karena mengalami demam tinggi dan mual. Selain itu, saat berusaha menyelamatkan diri ia terjatuh di depan rumahnya.

Mira (54), istri Raden menga­takan bahwa suaminya baru siap dioperasi dan badannya sedikit meriang beberapa hari sebe­lumnya. Kondisinya semakin parah karena hari hujan dan cuaca agak sedikit dingin.

Meri tidak menyangka akan terjadi banjir bandang. Hal ini di luar dugaannya karena hujan turun tidak terlalu deras.”Banjir kali ini merupakan banjir kiriman dari aliran sungai kuranji yang dikarenakan hujan di hulu su­ngai,” jelas Mira.

Kabid Kedaruratan dan Lo­gistik BPBD Kota Padang, Nasrul Sugana mengatakan curah hujan yang tinggi dari siang hingga malam hari, Senin (1/8) kemarin telah membuat sebagian besar lokasi pinggir kota padang teren­dam banjir. Namun, rata-rata banjir hanya semata kaki orang dewasa. Akan tetapi ada beberapa lokasi yang tergenang setinggi lutut hingga dada orang dewasa.

“Dari data yang kami himpun di lapangan, mayoritas banjir hanya setinggi mata kaki orang dewasa saja. Namun ada beberapa titik setinggi lutut dan satu lokasi setinggi dada orang dewasa yaitu di tabing banda gadang, keca­matan nanggalo,” kata Sugana kepada Haluan.

Dijelaskannya, lokasi yang terkena banjir setinggi lutut adalah Sungai Sarik, Sungai Sapih, Sungai Lareh, Ikur Koto, dan Lubuk Minturun, Arai Pi­nang, Koto Tuo, Perumahan Berlindo, dan kawasan Air Pacah. Selama banjir melanda, tidak ada korban jiwa maupun yang dirujuk ke rumah sakit. Hanya ada satu orang warga yang terjebak di salah satu pulau tengah sungai di Koto Tuo, Lubuk Minturun.

“Tidak ada korban jiwa. Hanya saja ada satu orang yang terpaksa dirujuk ke RS Yarsi karena kedi­nginan. Namun, malam ini sudah boleh pulang. Sedangkan di Koto Tuo, Lubuk Minturun ada satu orang warga bernama Saran (75) yang terjebak di pulau yang lokasinya di tengah sungai Lubuk Minturun. Namun, setelah mela­kukan proses evakuasi selama 1.5 jam akhirnya korban berhasil dievakuasi dalam keadaan sehat,” kata Sugana lagi.

Dalam proses evakuasi warga ini cukup menegangkan. Pasal­nya, korban yang terjebak inni awalnya menolak untuk dieva­kuasi. Dalam kondisi air meluap dan hujan deras, ia tetap men­cangkul ladangnya yang berada di pulau tengah sungai tersebut.

“Awalnya yang bersangkutan menolak untuk dievakuasi dan terus bekerja didalam kondisi air besar dan hujan deras. Setelah melakukan pendekatan bersama keluarga, akhirnya korban mau dievakuasi sekitar pukul 20.20 WIB,” tuturnya.

Kepala Dinas Sosial dan Te­naga Kerja, Amasrul yang dihu­bungi terpisah mengatakan bahwa pihaknya sudah menyiapkan perahu karet untuk siap siaga bencana banjir. Selain itu Dinas Sosial pun juga memberikan bantuan berupa makanan ringan seperti roti dan cemilan lainnya untuk warga setempat.

Selain itu, pihaknya juga mendatangkan tim medis untuk merawat warga yang sakit dan membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. (h/mg-ang/rin/mg-sas/mg-eby)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]