Walinagari Harus Siap Dikritik


Selasa, 02 Agustus 2016 - 11:22:25 WIB

LIMAPULUH KOTA, HA­LUAN — Pemimpin  pe­merintahan terendah di na­gari harus siap untuk d­ikritik. Karena meski sudah bekerja maksimal, namun belum tentu semua orang merasa senang dan terpuaskan. S­ebaliknya akan ada saja yang tidak senang dan tidak puas, sehingga mereka cendrung melontarkan kritikan.

“Seorang walinagari ha­rus siap melayani dan me­nyikapi berbagai kondisi tersebut,” ujar Bupati Li­ma­puluh Kota, Irfendi Arbi, dalam sambutannya ketika serah terima jabatan Wali­nagari Sikabu-kabu Tanjuang Haro Padang Panjang, Ke­camatan Luak di halaman kantor walinagari setempat, Senin (1/8).

Serah terima walinagari ini dilakukan dari penjabat walinagari Drs. Mulyadi ke­pa­da walinagari terpilih Mas­kar M Dt. Pobo, dan disak­sikan ratusan warga.

Dikatakan Irfendi, posisi walinagari didahukan se­langkah dan ditinggikan se­ranting. Dengan posisi itu, walinagari jangan pernah anti kritikan. Sebab, kritikan itu biasanya bersifat membangun untuk kemajuan nagari yang bersangkutan..

“Seorang pemimpin perl­u kritikan agar orientasi ke­pe­mim­pinannya tidak kehi­langan arah. Untuk itu, wa­li­nagari hendaknya senantiasa tenang dalam memutuskan berbagai persoalan sosial kemasyarakat,” katanya.

Tak kalah pentingnya, ingat Ifrfendi, tetap menjaga niat ikhlas membangun untuk mewujudkan kemakmuran rakyat serta memenuhi hara­pan masyarakat. Terkait de­ngan kegiatan pembangunan akhlak, ke depan Pemkab Limapuluh Kota dan peme­rintah nagari akan mengu­payakan bantuan bagi guru mengaji.

“Temuan saya di lapa­ngan, ternyata masih ada anak yang tinggal jauh dari keramaian dan musallanya tidak memiliki guru mengaji. Tolong ini dimasukan ke dalam rencana pembangunan di tingkat nagari,” katanya.

Anak-anak Harus Sekolah

Selain itu, semua pihak juga perlu berpartisipasi terhadap anak-anak yang putus sekolah. Sebab pihak­nya tidak ingin ada anak pintar dari keluarga miskin yang tidak sekolah dengan alasan tidak ada biaya pen­didikan.

“Tidak ada alasan untuk tidak sekolah. Anak pintar dari keluarga miskin, akan dibantu dengan beasiswa dari Baznas Kabupaten Lima­puluh Kota yang sebagian besar dananya berasal dari zakat mal para PNS di daerah ini,” papar Irfendi lagi.

“Kita kasihan kalau ada anak-anak yang juara tapi tidak bisa melanjutkan pen­­di­d­ikannya hingga ke bangku kuliah karena alasan tidak ada biaya. Diharapkan juga, naga­ri bisa pula me­ngumpulkan zakat mal dari masyarakat dan pe­ran­tau­nya buat mem­bantu para keluarga miskin tersebut,” ulang Irfendi.

Pihaknya juga mengajak pemerintah nagari mem­fungsikan seluruh organisasi atau lembaga di nagari guna menyukseskan pem­ba­ngunan di nagari. Begitu juga di bidang keamanan, hen­daknya bisa me­ning­katkan koor­dinasi dan ker­jasama dengan aparat ke­amanan guna me­ngan­ti­sipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Selain itu juga perhatian pemerintahan nagari ter­hadap pembangunan bidang sosial kemasyarakatan. Ja­ngan sampai sampai terjadi warga penyandang masalah sosial, tidak dibantu. Bila mereka lumpuh, setidaknya ada bantuan kursi roda. Da­lam acara penutupan di­lakukan penyerahan bantuan kursi roda bagi sejumlah warga penyandang masalah sosial di nagari setempat. (h/zkf)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]