BERPIDATO ADAT MINANGKABAU

Disdikbud Sumbar Gelar Kompetensi Antar Pelajar


Selasa, 02 Agustus 2016 - 11:26:32 WIB

BUKITTINGGI, HALUAN  —  Saat ini, generasi muda sudah tidak tertarik lagi dengan hal-hal yang berbau adat Minangkabau. Mereka sudah tidak mengenal dan tidak mau lagi mempelajari adat budaya Minangkabau secara mendalam, yang seharusnya mereka lestarikan.

Kekhawatiran akan hal itu dapat dilihat dari banyaknya terjadi di lapangan fenomena mamak “barental”. Hal tersebut terjadi, karena banyak masya­rakat yang sudah tidak mengenal pidato adat dan pepatah-petitih Minang­kabau, sehingga pada saat acara adat, mereka terpaksa menyewa seseorang yang me­ngu­asai hal tersebut untuk di­jadi­kan mamak.

Untuk mengantisipasi hal itu, dalam rangka untuk men­sti­mulasi dan membangkitkan kembali minat generasi muda Sumatera Barat (Sumbar) dalam berpidato adat, Dinas Pen­didikan dan Kebudayaan (Dis­dikbud) Provinsi Sumbar me­ng­gelar kegiatan peningkatan kom­petensi pelajar SLTA dalam berpidato adat Minangkabau tahun 2016, mulai Kamis (28/7) hingga Rabu (3/8) di Parai Mountain Resort Bukittinggi.

Kepala Disdikbud Provinsi Sumbar melalui Kepala Bidang Kebudayaan, Gatot Santoso saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, kegiatan ini meru­pakan program dari Disdikbud Sumbar dalam rangka me­na­nam­kan nilai-nilai adat budaya Minangkabau kepada pelajar SLTA se-Sumbar, khusunya yang berkaitan dengan filosofi pidato pasambahan adat dalam kegiatan yang bernuansa adat.

“Melalui kegiatan ini di­harap­kan generasi muda menjadi paham akan kekayaan dan ke­isti­mewaan adat budaya Minang­kabau, sehingga nantinya timbul minat mereka untuk meles­tarikan adat dan budaya ini. Hasil dari kegiatan ini, nantinya akan ditindaklanjuti di sekolah ma­sing-masing, sehingga kegiatan ini tidak terhenti sampai di sini saja,” kata Gatot.

Tahun 2016, kata Gatot, Disdikbud Sumbar menga­lokasi­kan kegiatan untuk 210 pelajar SLTA dari 19 kabupaten/kota se-Sumbar dengan mendatangkan narasumber yang kompeten di bidang filosofi adat dan budaya Minangkabau.

Sementara itu, ketua panitia kegiatan tersebut Ratmil men­jelaskan, berlatar belakang kepri­hatinan akan keberadaan adat budaya Minangkabau di tengah-tengah masyarakat saat ini, khususnya generasi muda, kegia­tan ini dirasa perlu untuk digelar.

Dikatakan Ratmil, melalui kegiatan ini diharapkan generasi muda bisa  kembali mem­bang­kitkan adat budaya Minang­kabau di tengah-tengah masya­rakat yang saat ini dianggap seperti “bajak indak basingka”.

Ratmil menerangkan, dalam kegiatan ini para pelajar tidak hanya diajarkan pidato adat secara teori, namun hal tersebut langsung mereka praktekan. Selain itu, selama kegiatan ini para pelajar juga diajarkan tentang etika dalam adat budaya Minangkabau.

“Setelah kegiatan ini, para siswa perwakilan dari tiap-tiap sekolah ini diharapkan bisa menjadi pioner di sekolah me­reka masing-masing, dalam rangka kembali membangkitkan adat budaya Minagkabau,” im­buh Ratmil.

Kegiatan yang dilakukan untuk kedua kalinya, sebelumnya telah digelar pada tahun 2015 mendatangkan narasumber, Yulizar Yunus Dt Rajo Bagindo, Suhendri Dt Siri Marajo, Ismar Maadis Dt Putieh, Busra Dahrial Katik Jo Mangkuto dan dihadiri oleh perwakilan siswa dan guru pendamping dari SLTA se-Sumbar. (h/wet)





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM