KERAP MAKAN KORBAN

PT KAI Tolak Tambah Pintu Perlintasan


Selasa, 02 Agustus 2016 - 11:36:35 WIB
PT KAI Tolak Tambah Pintu Perlintasan Ilustrasi.

PADANG, HALUAN  — Setelah minta korban hingga tiga nyawa di pintu perlintasan Mutiara Putih, Koto Tangah, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre II Sumbar bersikukuh tidak akan membuat plang pintu kereta di tempat perlintasan kereta yang dianggap illegal.  Pasalnya, perlintasan tersebut dinilai baru dibuat, sementara rel sudah ada semenjak zaman Belanda dulunya.

“Kami tidak akan membuat plang pintu kereta di perlintasan kereta illegal. Pasalnya, perlintasan itu dibuat setelah rel kereta telah dibangun semenjak zaman Belanda dulu,” tegas Asisten Manager Humas PT KAI Divre II Sumbar, Zainir kepada Haluan, Senin (1/8).

Dijelaskannya, perlintasan illegal ini merupakan perlintasan masuk ke persimpangan jalan komplek perumahan maupun ke tempat umum. Sedangkan yang resmi adalah jalan-jalan yang telah ada sebelum rel ini dibangun pada zaman Belanda dulu.

“Jika ada Perlintasan yang tidak ada plang keretanya sekarang ini, itu illegal. Yang legal sudah kami pasang semuanya. Jadi tidak ada penambahan plang pintu kereta lagi. Jika ada perlintasan kereta di persimpangan komplek atau umum, itu sebenarnya masyarakat yang telah merampas tanah PT KAI untuk fasilitas umum dan itu illegal,” katanya.

Ia juga mengatakan PT KAI sudah berbaik hati kepada masyarakat untuk tidak memberi besi pembatas di tempat perlintasan illegal dan membiarkan kendaraan berlalu lalang. Namun, tidak tertutup kemungkinan jalur per­lintasan itu ditembok oleh PT KAI untuk mengantisipasi adanya lalu lintas di perlintasan illegal tersebut. seperti halnya perlin­tasan illegal jalur masuk komplek perumahan.

“Kami sudah berbaik hati untuk tidak memasang besi pem­batas di perlintasan illegal. Na­mun, tidak tertutup kemungkinan perlintasan itu kami tembok dan beri batas. Wewenang tersebut ada pada kami karena itu tanah PT KAI yang diserobot masyarakat. Jika ingin membangun plang pintu perlintasan kereta juga, itu bisa dilakukan oleh masyarakat secara swadaya atau dibangun oleh Pe­merintah setempat,” tambahnya.

Sementara itu, kepala Di­hubkominfo Kota Padang, Dedi Henidal mengatakan selama ini Pemko Padang sudah meminta kepada PT KAI agar difasilitasi pembuatan plang pintu kereta yang belum ada. Namun, sampai sekarang ini belum ada kejelasan.

“Kami dari Pemko sudah meminta agar difasilitasi oleh PT KAI untuk membuat plang pintu kereta yang belum ada. Namun, belum ada kejelasan sampai saat ini,” kata Dedi saat dikonfirmasi Haluan.

Ia juga mengatakan untuk menjawab pertanyaan masyarakat terkait pembuatan plang pintu kereta ini, Dishubkominfo akan duduk bersama dengan PT KAI besok (hari ini-red) di kantor Dis­hubkominfo guna membahas per­soalan 425 perlintasan kereta yang belum ada plang pintu keretanya.

“Besok (Hari ini-red) kami dari  Pemko Padang baik itu Dishubkominfo, Lurah, LPM dan pihak terkait yang wilayahnya ada jalur perlintasan kereta api akan duduk bersama dengan PT KAI guna mencari solusi pembuatan plang pintu kereta yang belum ada,” kata Dedi.

Disinggung mengenai ang­garan, Dedi mengaku dana untuk menjaga perlintasan Kereta Api baru ada di tahun 2016 ini sebesar Rp 200 juta. Namun, dana ini belum digunakan karena belum ada titik temu dan kerja samanya dengan PT KAI.

“Dananya baru ada tahun 2016 ini yaitu Rp 200 juta. Tapi belum kami sentuh karena belum ada kesepakatan dengan PT KAI, nantinya perlintasan kereta itu bisa dibikin apa saja. Tunggulah hasil pertemuan kami dengan PT KAI besok. Mudah-mudahan bertemu solusinya dan dana ini bisa digunakan,” tambah Dedi.

Meninggal di RS

Korban terakhir pada peristiwa KA versus sedan Hyundai, anak kedua Thamrin, Melko Azmi (10) meninggal di rumah sakit. Kon­disi Azmi saat dilarikan ke rumah sakit mengalami luka yang sangat serius, Kepalanya mengalami cedera yang cukup parah. Upaya tim medis gagal menyelamatkan nyawa Azmi.

Humas Rumah Sakit M Dja­mil, Gustavianof mengatakan, pihak rumah sakit sudah mencoba menyelamatkan nyawanya, na­mun kehendak tuhan berbeda dari apa yang diharapkan.

Sekitar pukul 03.00 WIB kor­ban menghembuskan nafas yang terakhir. Pihak keluarga sudah membawa korban ke rumahnya di Komplek Mutiara Putih, Keca­matan Koto Tangah. “Korban sudah dibawa ke tempat kedia­mannya untuk dima­kamkan,” ungkapnya.  (h/mg-ang/mg-ina)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]