Janji Menko Maritim, Rp 4,7 Triliun Pasti untuk Natuna


Rabu, 03 Agustus 2016 - 03:25:19 WIB

NATUNA, HALUAN — Ketua Umum Partai Golkar mengaku telah mempertanyakan kepastian anggaran sebesar Rp 4,7 triliun untuk percepatan pembangunan Natuna kepada Menko Maritim, Luhut Binsar Pan­jaitan. Anggaran itu sudah dijamin ke­bera­daanya oleh Menko Maritim.

Kepastian anggaran itu lang­sung disampaikan oleh Men­ko Luhut kepada Wakil Bu­patii Natuna, Ngesti Yuni Sup­rapti melalui sambungan tele­pon saat Novanto mela­ku­kan kunjungan sehari ke Natuna.

“Mungkin banyak di an­tara kita yang bertanya-tanya mengenai anggaran Rp 4,7 triliun yang dianggarkan pemerintah pusat untuk Na­tuna. Tadi saya juga ditanya bu wakil bupati, begitu per­tanyaan bu wakil selesai tiba-tiba pak menko nelepon saya, saya teruskan saja pertanyaan wakil bupati itu ke dia, dan saya kasih bu wakil bupati langsung yang mende­ngar­kan jawaban pak menko,” tutur Novanto di rumah ma­kan Sisi Basisr, Ranai, ke­marin.

Ia mengaku tingkat ke­pastian dan keamanan ang­garan itu sudah dijamin oleh Menko Maritim.

“Begitu dia jawab itu sudah terjamin saya langsung berikan hp saya ke bu wakil agar beliau langsung men­dengarkan jawabannya. Un­tuk jelasnya biar wakil bupati nanti yang menjelaskannya,” sambung Novanto.

Wakil Bupati Natuna Nges­ti Yuni Suprapti mem­benarkannya. Ia mengaku anggaran tersebut sudah tersedia untuk Natuna.

“Ya betul, pak menko sudah menjaminnya. Insya Allah anggaran itu sudah aman,” ungkap Wabup Nges­ti.

Novanto berjanji, segala kegiatan pemerintah pusat yang berada di Natuna akan senantiasa dijaga dan dikawal oleh Partai Golkar terutama sekali fraksi Golkar yang ada di DPR RI.

Tuh, kan, bapak ibu dengar sendiri apa yang di­sam­paikan bu wakil, po­koknya untuk pembangunan wilayah perbatasan termasuk Natuna, kita Partai Golkar konsen mengawalnya. Se­moga saja pembangunan di sini lancar,” pungkasnya.

Pupuk Subsidi

Sementara itu, terkait penggelontoran dana Rp 4,7 triliun untuk sektor pertanian, perikanan dan pariwisata di Kabupaten Natuna ini, petani berharap pemerintah bisa menyuplai pupuk subsidi dan bibit murah ke Natuna.

Kepala Desa Air Lengit, Kecamatan Bunguran Te­ngah, Sariyah menyebutkan, petani di desa Air Lengit serta petani di Natuna pada umumnya berharap bisa men­dapat pasokan pupuk subsidi. Sebab selama ini petani selalu menggunakan pupuk non subsidi dengan harga cukup tinggi.

Dari biasanya petani mem­beli pupuk non subsidi dengan harga Rp 300 ribu sampai dengan Rp 500 ribu. Maka dengan adanya pupuk subsidi petani hanya perlu mengeluarkan dana seratus ribu lebih untuk setiap jenis pupuk isi 50 kilogram.

“Kalau betul dari total anggaran Rp 4,7 triliun itu salah satunya untuk pem­bangunan sektor pertanian, maka kami berharap se­bagian kecil bisa untuk pe­ngadaan pupuk subsidi serta bibit murah. Sebab selain pupuk mahal, harga bibit pun di Natuna juga ikut mahal,” kata Sariyah.

Selain itu, kata Sariyah, jika para petani bisa mem­peroleh pupuk dan bibit murah, maka geliat ekonomi di sektor pertanian akan meningkat.

“Kalau sektor pertanian mengalami peningkatan, ma­ka untuk ketahanan pangan di Natuna akan jauh lebih baik. Hanya saja sekarang ini perlu adanya pembinaan dan duku­ngan dari pemerintah agar masyarakat Natuna yang sudah bergelut di pertanian dapat lebih giat lagi,” pa­parnya. (h/fat)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 16 Agustus 2020 - 13:48:21 WIB

    Pantai Torpedo, Wisata Menjanjikan di Agam dengan Dua Pulau Nan Indah

    Pantai Torpedo, Wisata Menjanjikan di Agam dengan Dua Pulau Nan Indah HARIANHALUAN.COM - Pantai Torpedo yang terletak di kawasan Ujuang Labuang, Nagari Tiku V Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara sedang menjadi destinasi wisata andalan baru di Kabupaten Agam..
  • Senin, 14 Maret 2016 - 03:09:35 WIB

    Bupati Janji tak Rumahkan Honorer

    Bupati Janji tak Rumahkan Honorer ROKAN HULU, HALUAN — Bupati Rokan Hulu, Drs H Achmad, M.Si mene­gaskan bahwa tenaga ho­norer di Rohul, tidak akan dirumahkan dan tetap diber­dayakan untuk membantu satuan kerja menjalankan roda pemerintahan di ling­kung.
  • Rabu, 19 Agustus 2015 - 19:32:09 WIB

    Jamal Janji ‘Buka-Bukaan’

    KORUPSI DANA BANSOS

    PEKANBARU, HALUAN — Jamal Abdillah, mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bengkalis, yang tersangkut kasus dugaan koru.


KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]