PEMERINTAH TOLAK BAYAR TEBUSAN

Pembebasan 10 WNI Masih Stagnan


Rabu, 03 Agustus 2016 - 03:57:59 WIB

JAKARTA, HALUAN —Upaya pembebasan 10 warga negara Indonesia (WNI) yang disandera kelompok bersenjata di Filipina, hingga saat ini belum menemui perkembangan yang berarti.

“Yang 10 (WNI) itu belum ada perkembangan yang signifikan,” ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (2/8) sore.

Namun, Menlu Retno mem­bantah kabar bahwa ada sandera WNI yang mengalami sakit. Kabar yang sebenarnya adalah, mereka hanya mengalami kelelahan lantaran berada di tempat penyanderaan.

Menlu Retno memastikan bahwa pemerintah Indonesia melalui seluruh jejaring yang dimiliki memantau penuh kondisi para sandera.

Menlu juga sudah bertemu de­ngan keluarga para sandera didam­pingi dua orang dari Anggota Komisi I DPR RI. “Kami memahami kekha­watiran keluarga dan minta dukungan dari keluarga agar upaya yang telah dan akan dilakukan pemerintah dapat berbuah hasil,” ujar Retno. “Kami tegaskan, ada komitmen yang tinggi dari pemerintah dalam upaya pem­bebasan sandera,” lanjut dia.

Sampai kapan pun, Retno juga memastikan bahwa pemerintah In­donesia tidak akan membayar uang tebusan. Pemerintah akan melakukan upaya pembebasan dengan jalur negosiasi. Menlu Retno sekaligus mengapresiasi pemerintah Filipina yang sejak awal memberikan ko­mitmen semaksimal mungkin agar para sandera dapat bebas.

Tiga WNI disandera kelom­pok Abu Sayyaf ketika melewati perairan kawasan Felda Sahabat, Tungku, Lahad Datu Sabah, Negara Bagian Malaysia. Mereka adalah ABK pukat tunda LD/114/5S milik Chia Tong Lim berbendera Malaysia.

Sebelum penyanderaan tiga WNI, tujuh anak buah kapal (ABK) WNI lebih dulu disandera kelompok Abu Sayyaf di perairan Sulu, Filipina Selatan. Penyanderaan itu terjadi pada Senin (20/6). Selain membajak kapal, penyandera meminta tebusan sebesar Rp60 miliar. (h/kmp)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 06 April 2020 - 13:07:36 WIB

    Presiden Jokowi Tegaskan Tidak Ada Pembebasan Napi Koruptor

    Presiden Jokowi Tegaskan Tidak Ada Pembebasan Napi Koruptor JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Presiden Joko Widodo menyetujui pembebasan bersyarat kepada narapidana tindak pidana umum, untuk mencegah penyebaranvirus corona (Covid-19) di dalam lembaga pemasyarakatan (Lapas)..
  • Sabtu, 04 April 2020 - 22:25:44 WIB

    Tegas! Mahfud MD Sebut Tak Ada Pembebasan Napi Koruptor

    Tegas! Mahfud MD Sebut Tak Ada Pembebasan Napi Koruptor JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menegaskan hingga saat ini tidak berencana memberi remisi dan pembebasan bersyarat kepada narapidana (napi) korupsi.
  • Sabtu, 02 Juli 2016 - 01:43:20 WIB

    Pembebasan Sandera Abu Sayyaf, Panglima TNI Tunggu Perintah

    Pembebasan Sandera Abu Sayyaf, Panglima TNI Tunggu Perintah BALIKPAPAN, HALUAN — Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menegaskan TNI tinggal menunggu perintah untuk bergerak membebaskan sandera para Anak Buah Kapal (ABK) Indonesia yang ditahan milisi bersenjata di Filipina..
  • Sabtu, 14 Mei 2016 - 04:54:29 WIB

    Pangkostrad Sebut Pembebasan Empat WNI Tanpa Tebusan

    JAKARTA, HALUAN — Pangkostrad Letjend TNI Edy Rahmayadi memastikan, pembebasan empat sandera Abu Sayyafý tanpa menggunakan uang tebusan..

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]