MENYIKAPI PROSTITUSI ANAK DI PAYAKUMBUH

Henny: Semoga yang Pertama dan Terakhir


Rabu, 03 Agustus 2016 - 04:23:57 WIB
Henny: Semoga yang Pertama dan Terakhir Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Payakumbuh, Ny. Henny Riza Falepi

PAYAKUMBUH, HALUAN—Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Payakumbuh, Ny. Henny Riza Falepi, memberikan apresiasi yang tinggi pada Polresta Payakumbuh yang berhasil membongkar kasus dugaan prostitusi anak di kota ini.

Pihaknya siap mem­beri­kan dukungan moral kepada Polresta Payakumbuh untuk membongkar kasus ini hing­ga tuntas sampai ke akar-akarnya.

“Kalau ini benar, kita harus usut tuntas. Semoga kasus seperti ini menjadi yang pertama dan terakhir,” ujar Henny saat dikonfirmasi via telepon, Selasa (2/8).

Dikatakan Henny, dia sangat menyesali tindakan asusila yang terjadi di kota Payakumbuh. Keberadaan kasus ini diartikannya sebagai kelalaian orang tua. Termasuk kelalaian Pemko dalam men­jalankan amanat UUD 1945 pasal 28B ayat 2 yang me­nyebutkan, “Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan ber­kembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi”.

“UU itu menyiratkan anak adalah aset masa de­pan. Anak seharusnya dibim­bing, diarahkan, dijaga, dira­wat dan dididik secara baik. Anak seharusnya dilindungi, baik dari kekerasan, eks­ploitasi, dan diskriminasi. Prostitusi anak jelas sebuah kejahatan terhadap anak yang harus dihapuskan,” katanya.

Karena itu, Henny me­ngajak seluruh masyarakat kota Payakumbuh untuk pe­duli dan mengawasi agar kejadian serupa tidak terjadi lagi.

Dia mengimbau, sia­papun yang mengetahui hal serupa, jangan segan-segan melaporkannya kepada ke­polisian atau informasikan langsung kepada P2TP2A.

Seperti diberitakan sebe­lumnya, jajaran Satuan Re­serse Kriminal (Satreskrim) Polresta Payakumbuh ber­hasil membongkar prostitusi yang melibatkan anak diba­wah umur. Transaksi pros­titusi anak bawah umur ini diakukan di sebuah wisma di pusat kota.

Dari informasi masya­rakat, kemudian polisi mela­kukan penyelidikan. Hingga akhirnya dilakukan peng­gerebekan pada Sabtu (30/7), sekitar pukul 21.30 Wib. Dari penggerebekan di kamar 22 tersebut, diamankan tiga orang perempuan. Masing-masing Marasai (17), Malang (19), keduanya bukan nama sebenarnya. Selain itu juga diamankan YDEP (35), yang diduga sebagai germo dan tengah menunggu pria hi­dung belang yang m­eme­san. (h/zkf)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]