MUI MINTA DITINDAK TEGAS

Grup LGBT Gemparkan Tanah Datar


Rabu, 03 Agustus 2016 - 04:26:47 WIB
Grup LGBT Gemparkan Tanah Datar Ilustrasi.

TANAH DATAR, HALUAN — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tanah Datar  dan masyarkat tersentak dan gempar  oleh adanya akun di salah satu media sosial bertajuk “Group Bisex N Gay Batusangkar”  Akun tersebut memiliki anggota yang cukup banyak dan menampilkan gambar-gambar dan bahasa yang memiriskan.

Group tersebut jelas ter­can­tum bahasa bahasa yang sangat dikenal dan sangat akrab di telinga masyarakat Tanah Datar dan khususnya Kota Batusangkar seperti, Cindua Mato, Sungayang, Pemandian Minang, Pasar Batusangkar, Terminal Jati, Simpang Kiambang, Muko SD 08, Lima Kaum, Sangka Sang­ka. Berdasarkan infor­masi tersebut  tidak tertutup ke­mung­kinan bisa saja ada  pe­n­ga­nut   LGBT (Lesbian, Gay, Bbiseksual, dan Trans­gender.

Ketua MUI Tanah Datar, Sukri Iska, kepada Haluan, Selasa (2/8) menyebutkan telah melihat dan menyak­sikan tentang keberadaan group tersebut di salah satu media sosial, setelah jelas dan menyaksikan bahwa group ini memang ada dan bukan se­ke­dar isu.”Memang sampai saat ini konsep jelas belum kita dapatkan tentang bagai­mana pola yang nyata dari MUI Sumbar dalam rangka dan tata cara memerangi LGBT, sodomi, transgender dan pencabulan, Hal ini akan menjadi masukan bagi kami untuk di koordinasikan lagi dengan MUI Sumbar dan pemerintah daerah tentang bagaimana penerapan yang tepat untuk mengatasi per­ma­salahan LGBT di Tanah Da­tar. Namun berbagai him­bau­an-himbauan telah kita sam­pai­kan secara personal ke­pada para ulama yang mem­berikan ceramah agama di berbagai kesempatan,” ung­kap Ketua MUI Tanah Datar, Syukri Iska.

Diakui Sukri, bahwa saat ini MUI Tanah Datar masih fokus pada aksi aliran sesat yang terdapat di Tanah Datar dan mengenai permasalahan ini telah dibahas dalam Raker pada 20 Juli lalu dan di­akui­nya juga MUI Tanah Datar sampai saat ini belum mem­bahas pembicaraan mengenai hal-hal strategis mengenai LGBT, sodomi dan trans­gen­der.”Pada prinsipnya poin-poin dari deklarasi Serambi Mekah merupakan kese­pa­ka­tan MUI di kabupaten dan kota di seluruh Sumatera Barat. Yang kemudian isi dari deklarasi itu diserahkan oleh MUI Sumbar kepada Peme­rintah Daerah masing-masing dengan harapan pelaksanaan dan gebrakan dapat dilak­sanakan dan diwujudkan pemerintah sebagai pihak yang mempunyai kekuatan dan personel untuk me­wu­jud­kannya dan pada dasarnya MUI hanya ikut serta mem­bantu pemerintah daerah dalam memikiran serta bagai­mana konsep mengantisipasi dan pencegahan isi dari poin deklarasi tersebut. Kita sangat prihatin dengan ditemukan­nya grup yang bertentangan dengan acaran agama ter­sebut,” sebut Syukri Iska.

Ia menghimbau agar hal tersebut menjadi perhatian semua pihak dari Pemerintah bersama unsur masyarakat, untuk dapat melacak ber­kem­bangan LGBT di Tanah Da­tar, ulama dan mubaligh diharapkan pro aktif menyeru kepada umat dan masyarakat untuk menghindari diri dari aktivitas LGBT dan kepada orang tua dan para pendidik diharapkannya berperan aktif memperhatikan jika ada ge­jala anak yang mengarah kepada perilaku LGBT, agar segera melakukan pen­de­ka­tan persuasif dan upaya pen­cegahan. Kecendrungan se­sama jenis tidak serta merta terjadi begitu saja, pasti ada Indikasi indikasi yang me­nga­rah ke situ, indikasi ini harus segera ditangkap oleh orang tua, guru dan pendidik di perguruan tinggi agar dapat dilakukan pencegahan sedini mungkin. (h/fma)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]