DAFTAR ULANG JALUR MANDIRI UNAND

Calon Mahasiswa Tak Masalah Bayar Mahal


Rabu, 03 Agustus 2016 - 04:28:58 WIB
Calon Mahasiswa Tak Masalah Bayar Mahal Calon mahasiswa Unand jalur Mandiri tengah melalui proses verifikasi berkas di Auditorium Unand, Selasa (2/8). (YOLA SASTRA)

PADANG, HALUAN — Se­kitar seribu calon mahasiswa baru Universitas Andalas (Unand) yang diterima melalui jalur mandiri melakukan pendaf­taran ulang, Selasa (2/8). Selain melakukan pembayaran biaya kuliah, registrasi online, dan pemeriksaan kesehatan, calon mahasiswa juga melakukan veri­fikasi berkas di Auditorium Unand.

“Selesainya penerimaan jalur Mandiri ini, berarti semua kursi di Unand sudah terpe­nuhi. Kecuali program D-III dan intake D-III Fakultas Eko­nomi yang hasilnya baru di­umum­kan hari ini dan pen­daf­taran ulangnya akan dilak­sanakan Kamis depan,” ujar Kepala Biro Akademik Ke­mahasiswaan Unand, Syaf­wardi kepada Haluan.

Pada ujian masuk bersama perguruan tinggi (UMB-PT) yang diadakan di Unand 24 Juli lalu, sebanyak 1.262 calon mahasiswa dinyatakan lulus melalui jalur mandiri. Bagi calon mahasiswa yang tidak melakukan pefdaftaran ulang, kata Syafwardi, dianggap men­gundurkan diri.

“Kalau sendainya ber­ha­langan, calon mahasiswa itu harus memberi kabar kepada kita. Mereka juga diharuskan membayar uang kuliah sesuai tenggat waktu yang telah dite­tap­kan sebagai bentuk kese­riusan ingin kuliah di Unand,” terang Syafwardi. Adapun teng­g­at waktu pembayaran biaya kuliah dan biaya pe­ngem­bangan institusi berdasarkan info ter­baru dari laman www.unand.ac.id diper­panjang menjadi Rabu (3/8) pukul 16.00 WIB.

Menurut Syafwardi, alasan Unand kembali membuka jalur mandiri, yakni mengacu ke­pada aturan menteri yang mem­perbolehkan perguruan tinggi menerima mahasiswa baru sebanyak 30 persen me­lalui jalur tersebut. Meski di­per­bolehkan menerima sebanyak 30 persen, kata Syafwardi calon mahasiswa yang diterima me­lalui jalur mandiri di Unand tidak sampai sebanyak itu.

“Tahun ini kita menerima sekitar 5.269 mahasiswa baru. Dari jalur SNMPTN 1.844 mahasiswa, SBMPTN 2.163, dan mandiri 1.262,” ujar Syaf­wardi.

Biaya kuliah mahasiswa jalur mandiri langsung dite­tapkan pada UKT tertinggi. Di samping itu, mahasiswa juga di­kenakan biaya pengembangan institusi. Biaya kuliah jalur mandiri di Unand secara umum berada pada rentang Rp3 juta-Rp12 juta, sedangkan biaya pengembangan institusi berada pada rentang Rp6-Rp70 juta. Besaran biaya UKT dan biaya pengembangan institusi ter­sebut berbeda-beda tergantung program studi masing-masing.

“Pada pengumuman pene­rimaan jalur mandiri sudah dicantumkan berapa biaya kuliahnya. Jadi diharapkan nanti tidak ada mahasiswa yang mengeluhkan biaya kuliah yang mahal. Ikut mendaftar jalur mandiri berarti calon ma­hasiswa setuju dengan biaya ter­sebut. Kita juga sudah mem­berikan keringanan berupa pembayaran uang pengem­bangan institusi yang bisa diangsur dua kali,” jelas Syaf­wardi.

Bani, salah seorang calon mahasiswa yang ditemui saat proses pendaftaran ulangan mengatakan tidak keberatan dengan biaya kuliah yang harus dibayarnya. Pemuda asal Jambi itu mesti membayar Rp6 juta untuk UKT dan Rp20 juta untuk biaya pengembangan institusi demi kuliah di Pro­gram Studi Farmasi Unand.

Insya Allah sanggup. Ibu saya bekerja sebagai guru. Di kampung juga ada kebun sa­wit,” ujar Bani.

Calon mahasiswa lainnya, Dita Maharani, juga tidak merasa keberatan dengan biaya kuliah­nya. Untuk bisa berkuliah di Program Studi Agribisnis Unand, alumnus SMA Semen Pa­dang itu, harus membayar Rp3,3 juta untuk UKT dan Rp6 juta untuk biaya pe­ngembangan institusi.

“Ayah saya bekerja di peru­sahaan kontraktor dan ibu rumah tangga. Orang tua tidak keberatan,” ujar Dita. (h/mg-sas)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 21 November 2019 - 20:06:30 WIB

    Sidang Alot, Buchari Bachter dan Dady Fatria juga Mundur dari Calon Ketum Kadin Padang

    Sidang Alot, Buchari Bachter dan Dady Fatria juga Mundur dari Calon Ketum Kadin Padang PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Setelah sebelumnya dua calon mundur, penjaringan calon Ketua Umum Kadin Kota Padang akhirnya menyisakan tiga nama. Namun, setelah sidang yang alot, dua calon lagi yakni, Buchari Bachter dan Dady Fa.
  • Kamis, 21 November 2019 - 17:50:16 WIB

    Dua Calon Mundur dari Bursa Ketum Kadin Padang

    Dua Calon Mundur dari Bursa Ketum Kadin Padang PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Dua orang bakal calon Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Padang mundur dari pencalonan saat digelar Musyawarah Kota (Muskot) Kadin Padang di Hotel Mercure, Kamis (21/11) sore..
  • Selasa, 19 November 2019 - 23:45:45 WIB

    Kadin Padang Segera Gelar Muskota, Lima Nama Calon Ketua Mengapung

    Kadin Padang Segera Gelar Muskota, Lima Nama Calon Ketua Mengapung PADANG, HARIANHALUAN.COM - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Padang menggelar Musyawarah Kota (Muskota) di ball room Mercure Hotel, Kamis, 21 November 2019 mendatang. Hal itu dikatakan Ketua Karteker, Sam Salam dida.
  • Senin, 14 Agustus 2017 - 17:42:10 WIB

    Baliho dan Poster Bacalon Kepala Daerah Tak Sesuai Perda, Walikota Padang: Sat Pol PP Sudah Tahu Tugasnya

    Baliho dan Poster Bacalon Kepala Daerah Tak Sesuai Perda, Walikota Padang: Sat Pol PP Sudah Tahu Tugasnya PADANG, HARIANHALUAN.COM—Wali Kota Padang, Mahyeldi, akhirnya angkat bicara tentang baliho dan poster bakal calon kepala daerah Kota Bengkuang ini yang mulai muncuil sejak beberapa waktu belakangan. Menurutnya, hal seperti .
  • Kamis, 22 Desember 2016 - 01:08:18 WIB
    JELANG KONFERPROV PWI SUMBAR

    Tiga Calon Mulai Bergerilya

    PADANG, HALUAN – Tiga kandidat Ketua PWI Sumbar periode 2016-2021 mulai ber­gerilya mencari dukungan suara jelang Kon­frensi Provinsi (Konferprov) Persatuan War­tawan Indonesia (PWI) Sumbar yang akan diselenggarakan Seni.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]