PERKARA TANAH DI RAWANG KETAPING

PH Tergugat Nilai Bukti dan Saksi Tak Sah


Rabu, 03 Agustus 2016 - 04:35:01 WIB

PADANG, HALUAN —  Pe­na­sihat Hukum (PH) tergugat dalam sengketa tanah seluas 1.292 meter persegi di ka­wa­san Rawang Ketaping Surau Pondok, Kecamatan Kuranji Padang menilai penggugat atas nama Mardianus bu­kan­lah orang yang berhak mela­kukan gugatan, selain itu bukti tertulis dan keterangan saksi juga dinilai tidak sah.

“Tidak satu pun bukti sah yang dihadapkan peng­gugat dalam persidangan. Penggugat tidak dapat mem­buktikan kepemilikan hak atas objek yang digugat. Selain itu, status penggugat yang menyebut dirinya Peja­bat Sementara (Pjs) Mamak Kepala Waris (MKW) juga tidak bisa dibenarkan,” kata Ardyan selaku PH tergugat atas nama Rusli Ilyas (ter­gugat 1) Cs dalam lanjutan persidangan di Pengadilan Negeri Padang, Selasa (2/8).

Ardyan menjelaskan, bu­k­ti tertulis berupa ranji ka­um yang diberikan pe­ng­gug­at dalam persidangan adalah fotokopi palsu dan tidak dapat dibuktikan ke­aslian­nya. Begitupun dengan surat sepadan dan surat per­nyata­an ninik mamak yang se­luruhnya dalam bentuk foto­kopi.

Sedangkan status pe­ng­gugat sebagai Pjs MKW dinilai sebagai status yang tak lazim digunakan di Mi­nang­kabau.

Anggota keluarga ter­gugat, Zonda Volta, ikut menyanksikan keabsahan saksi yang dihadirkan pe­ng­gugat dalam persidangan yang dipimpin oleh Hakim Yose Ana Rosalinda dan wakil Sutedjo dan Na­sorian­to tersebut. Sebagaimana disebutkan dalam Yuris­prudensi MA, 24 Agustus 1976, Nomor 647 K/Sip/1974, menyatakan, ke­terang­an saksi yang hanya ber­dasar­kan keterangan orang lain belum bisa dinilai se­ba­gai bukti menurut undang-undang.

“Saksinya mengetahui seluk beluk soal tanah yang disengketakan dari orang lain yang tidak jelas asal-usulnya. Artinya saksi yang dihadirkan penggugat itu, yakni Syafril Edi dan Alimin, tidak sah menurut kami,” ucap Zondra.

Sedangkan pihak ter­gugat sendiri, lanjutnya, menghadirkan saksi Dar­mawi dan Rustandi yang memberikan keterangan sah karena melihat langsung sertifikat tanah yang di­seng­ketakan adalah atas nama tergugat.

Dalam persidangan, sak­si dari pihak tergugat, Dar­ma­wi menerangkan, tergugat pernah meminta bantuannya untuk mencari pembeli akan tanah yang disengketakan.  Ia pun berhasil membantu menjualkan tanah pada ter­gugat 2, 3, 4, 5, 6 dan 7 atas nama Sofyan, Zaida, Rosnita, Bustami, Arionaldi, Devina, dan Nur Afrianti.

Berdasarkan berkas gu­ga­tan, Mardianus mengaku sebagai pemilih hak atas objek perkara namun belum sempat men­ser­tifi­katkan­nya. Ia mengatakan, di se­ke­liling objek perkara, sudah banyak anggota kaumnya yang tinggal, namun ia be­lum sempat men­ser­ti­fi­kat­kan objek yang kemudian disertifikatkan oleh tergugat 1. (h/isq)


Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]