Pessel Jangan Cuma Handalkan Wisata Mandeh


Rabu, 03 Agustus 2016 - 11:09:11 WIB
Pessel Jangan Cuma Handalkan Wisata  Mandeh PESERTA sosialisasi penyelamatan penyu oleh DKP Sumbar.

PAINAN, HALUAN — Pe­sisir Selatan jangan terlena dengan Kawasan Wisata Ba­hari Terpadu Mandeh. Da­erah itu masih memiliki po­ten­si kelautan dan perikanan di kecamatan lain baik untuk usaha tangkap dan budidaya maupun kawasan yang bisa dikembangkan untuk wisata bahari.

Hal itu disampaika Ke­pala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar Yosmeri dihadapan peserta sosialisasi penyu. “Ya, Pesisir Selatan sebagai daerah yang memiliki laut cukup luas tidak boleh terlena oleh KWBT Mandeh. Daerah itu perlu mem­per­hati­kan kecamatan lain,” katanya dihadapan peserta sosialisasi penyu pekan lalu.

Disebutkannya, nelayan perlu jadi perhatian utama supaya produksi perikanan tiap tahun membaik. Potensi lestari perikanan di sana mencapai 100 ribu ton dan produksi pertahun masih berfluktuasi. Fluktuasi pro­duk­si dapat dilihat melalui hasil tangkapan per­tahun. Pada tahun 2005 pro­duksi ikan sekitar 24 ribu ton, tahun 2006 sebanyak 26 ribu ton, 2007,hingga 2015 sekitar 29 ribu ton.

Sementara, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pe­sisir Selatan Yoski W men­ye­but­kan, daerah itu terus berupaya untuk menggarap sektor kelautan.”Laut kita punya potensi sangat besar. Jika kita hitung, potensi lestari perikanan  laut Ka­bu­paten Pesisir Selatan  bisa mencapai 100 ribu ton per­tahun. Namun potensi itu belum tergarap maksimal, Pessel baru bisa menggarap seperempatnya saja. Karena memang ada sejumlah per­soalan mendasar yang diha­dapi Pesisir Selatan selama ini,” ujarnya menjelaskan.

Berdasarkan catatan Di­nas Kelautan dan Perikanan setempat jumlah armada penangkapan sekiatar 2.392 unit berupa mesin tonda, kapal payang, dan perahu dengan menggunakan mesin. Ini berpengaruh terhadap produksi ikan di perairan Pesisir Selatan. Sementara itu sekitar 2000 perahu nelayan digerakkan dengan tangan manusia dan angin, jumlah ini sangat berpengaruh besar pada produksi ikan daerah ini.

Dia menyebutkan, Peme­rintah Kabupaten Pesisir Selatan telah menyusun stra­tegi untuk membebaskan daerah itu dari perahu da­yung. Pemkab juga telah berkoordinasi dengan Pem­prov Sumbar untuk melan­carkan aksi pembebasan pe­ra­hu dayung.

Daerah itu semenjak ren­tang waktu 2007 dan 2008 juga telah mulai melakukan upaya intervensi dengan me­m­bantu nelayan dengan me­sin long tail. Pemerintah Kabupaten telah menya­lur­kan sekitar 650 unit longtail. Program ini berlanjut hingga sekarang sehingga sudah ribuan mesin longtail di­serah­kan kepada nelayan dan ditar­get­kan 2015 seluruh nelayan sudah menggunakan perahu digerakkan mesin.”Dari pan­tauan kita, sejumlah nelayan yang telah dibantu dengan peralatan telah menunjukan perkembangan posisitf. Se­laian hasil tangkap memadai, mesin ini bisa dikembangkan untuk nelaya lainnya,” ujar­nya lagi. (h/har)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]