Mucikari Wanita Divonis 33 Bulan


Rabu, 03 Agustus 2016 - 11:19:31 WIB

PADANG, HALUAN – Rani Safitri (23), terdakwa kasus eksploitasi seksual terhadap anak di bawah umur divonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Padang dengan kurungan 2 tahun dan 9 bulan (33 bulan) pernjara. Ia terbukti secara sah melakukan eksploitasi seksual terhadap korban berinisial NRP dengan cara menawarkan jasa pelayananan seksual dari korban kepada pria hidung belang.

Majelis hakim yang diketuai oleh Estiono dengan hakim anggota Lifiana Tanjung dan Syukri menjatuhkan vonis yang lebih ringan tiga bulan dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Terdakwa dinyatakan bersalah melanggar pasal 76 I jo pasal 88 Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2014, tentang perubahan Undang-Undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Ini sudah diringankan dari tuntutan Jaksa. Semoga kamu belajar dari kesalahan yang telah kamu lakukan ini. Pekerjaanmu itu tidak benar,” kata Estiono kepada terdakwa, Selasa (2/8).

Pantauan Haluan, terdakwa tampak menangis setelah dijatuhi vonis oleh hakim. Warga Ba­nuaran, Kota Padang itu mengaku menyesal atas perbuatan yang ia lakukan. “Saya tak akan mela­kukan kesalahan yang sama pak. Saya menyesal pak,” ucap pe­rempuan itu dengan suara terse­dak. Ia pun mengaku menerima vonis tersebut dan tidak beren­cana melakukan banding.

Dalam berkas dakwaannya, Juni selaku JPU dalam kasus ini menerangkan, terdakwa bersama salah seorang temannya bernama Rudi (berkas terpisah) mengajak korban NRP ke rumah Rudi pada 12 Maret 2016, sekitar pukul 00.00 WIB. Saat itu, terdakwa bertanya kepada Rudi untuk dicarikan tamu pria hidung be­lang untuk NRP.

Rudi pun menyanggupi per­mintaan terdakwa untuk dicari­kan pelanggan bagi NRP yang ia bawa. Keduanya pun mengajak NRP ke salah satu kafe untuk karaoke bersama. Setelah itu, korban dibawa ke salah satu hotel di Kota Padang dan dikenalkan pada seorang pria hidung belang tak dikenal untuk dilayani hasrat seksualnya oleh NRP.

Setelah NRP melayani pria tak dikenal tersebut, Rani menerima imbalan sebanyak Rp100 ribu dari terdakwa, begitupun dengan korban yang juga diberi imbalan sebanyak Rp100 ribu.

Kemudian pada 16 Maret 2016 lalu, Satpol PP Kota Padang me­nang­kap korban NRP bersama ter­dakwa saat mencari pelanggan pria hidung be­langnya di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Imam Bonjol Padang, sekitar pukul 05.00 WIB. Penang­kapan ini menjadi awal ter­seretnya terdakwa ke persidangan. (h/isq)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]