Pernah Didata Tapi tidak Dibantu

Tenuk dan Siyani Luput dari Bantuan Pemerintah


Rabu, 03 Agustus 2016 - 15:36:06 WIB
Tenuk dan Siyani Luput dari Bantuan Pemerintah Rumah Siyanti di jorong Ranah Sigading, kenagarian Padang Laweh Selatan, kecamatan Koto VII

SIJUNJUNG,HALUAN-- Sepasang suami istri di  jorong Ranah Sigading, nagari persiapan Padang Laweh Selatan, kecamatan Koto VII bernama Tenuk (43) dan Siyani (40), sudah puluhan tahun tinggal di rumah papan yang sudah lapuk dan rapuh termakan usia. Mereka hidup di bawah garis kemiskinan. Mereka adalah salah satu potret kemiskinan di Kabupaten Sijunjung yang sering kali terkecualikan dari bantuan pemrintah, hanya didata dan diberi harapan, tapi pada akhirnya bantuan tidak sampai di tangannya. 

Selama mengarungi bahtera rumah tangga, Tenuk dan istrinya sudah diberkahi enam orang anak. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga mereka sehari-hari, Tenuk sebagai seorang kepala keluarga tersebut terpaksa harus berjuang keras dengan menekuni profesi sebagai penyadap karet karena merasa tidak ada lagi pekerjaan lain yang bisa memenuhi kebutuhan hidup mereka sekeluarga.

Sebagai keluarga yang kurang mampu, Tenuk dan Siyani merasa bahwa mereka tidak tercatat sebagai penerima bantuan apapun di kenagarian tersebut, termasuk bantuan Raskin.”Pernah saya dapat bantuan Raskin (Beras Miskin), namun itupun hanya sekali saja saya dapat bantuan di tahun 2014 lalu, setelah itu hingga tahun-tahun berikutnya sampai hari ini kami tidak mendapatkan jatah Raskin lagi, dan kami pun tidak tahu alasannya apa, padahal harga Raskin yang terjangkau tersebut bisa mengenyangkan perut kami,”tutur Tenuk dengan nada lirih.

Cobaan terhadap Tenuk sekeluarga juga tak hanya sampai disitu, rumah mereka yang dibangun dengan papan yang sudah rapuh dan lapuk termakan usia juga tidak memilki kamar mandi. Untuk keperluan minum, mandi dan mencuci, mereka menampung air hujan dengan menggunakan drum bekas di belakang rumahnya dan jika musim panas datang, air bersih mereka peroleh dari sumur tetangga dengan menggunakan selang. Ditambah rumah yang belum dialiri listrik, sehingga dua anaknya yang masih memerlukan belajar tambahan di rumah tidak bisa terlaksana dengan alasan mata mereka sakit jika lama lama melihat buku menggunakan lampu minyak atau lampu tempel. “Biarlah menggunakan lampu minyak tanah pak, karena memang sampai saat ini, hanya inilah yang bisa kami nikmati atas ridho Allah SWT,”ungkap Siyanti. 

Meski mengalami banyak kesulitan, Siyani mengaku tetap bahagia. Selain bertemu dengan suami yang baik, dirinya juga dianugrahi anak-anak yang sabar sehingga nyaris tidak mendengar keluhan-keluhan.Tenuk dan Siyani berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah daerah, terutama  bantuan perbaikan rumah. Karena saat turun hujan, apalagi jika disertai angin kencang, dirinya selalu dihantui rasa khawatir dan takut akan keselamatan anak-anaknya yang tinggal di dalam rumah dengan  kondisi yang memprihatinkan. (h/ogi)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]