DUGAAN PENCEMARAN NAMA BAIK

TNI Laporkan Koordinator KontraS


Kamis, 04 Agustus 2016 - 04:35:17 WIB
TNI Laporkan Koordinator KontraS Ko­ordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Ke­kerasan (Kon­traS) Haris Azhar.

JAKARTA, HALUAN — Mar­kas Besar Tentara Nasional In­donesia telah melaporkan Ko­ordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Ke­kerasan (Kon­traS) Haris Azhar ke Badan Reserse Kriminal Mabes (Bareskrim) Polri. Laporan ter­kait dugaan pencemaran nama baik TNI itu dilakukan sebagai pembelajaran bagi masyarakat agar memahami hukum.

Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayor Jenderal Ta­tang Sulai­man mengatakan, in­formasi seperti yang ditulis Haris mengenai tes­timoni korban ek­sekusi mati Fredi Budiman se­harusnya diadukan kepada apar­at penegak hukum. Dia me­nilai media sosial bukan saluran yang tepat untuk mengadu.

“Pengaduan seperti ini harus sesuai prosedur dan saluran yang digunakan, yaitu dilaporkan kepada aparat penegak hukum dan bukan melalui media sosial,” kata Tatang, Rabu (3/8).

Dengan melayangkan surat ke Bareskrim Polri, kata Tatang, TNI berharap mendapat kepastian hu­kum, di mana kepolisian dan pihak KontraS dapat melakukan pe­nyelidikan dan penyidikan untuk mengumpulkan bukti.

Tatang berharap, testimoni Fredi yang ditulis Haris jangan sampai merusak kepercayaan publik terha­dap institusi TNI. Dia mengklaim, sejumlah lembaga survei telah menempatkan TNI di posisi teratas dalam hal ke­per­cayaan publik.

“Jangan sampai TNI sudah bersusah payah membangun opini positif dan kepercayaan publik tersebut dirusak oleh isu atau rumor seperti testimoni, maka ini harus di­pertanggungjawabkan,” ujar Tatang.

Jenderal bintang dua ini juga menyampaikan, pelaporan ter­hadap Haris bukan semata upaya kri­minalisasi kepada yang ber­sang­kutan. Tatang menyebut tindakan ini sebagai langkah untuk mendorong upaya pem­buktian dan mencari kebenaran. “Tolong dipahami pe­nga­duan TNI ini jangan dilihat hanya sebagai upaya menyeret atau mempidanakan semata,” katanya.

Dalam artikel berjudul “Cerita Bu­suk dari Seorang Bandit” yang di­tulis Haris, disebutkan testimoni Fre­di soal keterlibatan Perwira Ting­gi TNI berpangkat bintang dua da­lam membekingi Fredi saat me­ngi­rim narkoba. Perwira itu menga­wal Fredi dari Medan sampai Jakarta menggunakan kendaraan dinas TNI.

Menanggapi hal itu, Tatang mengatakan testimoni Fredi sebagai masukan positif bagi institusinya untuk melakukan proses penye­li­dikan oleh pe­rangkat hukum di internal TNI, seperti Pusat Polisi Militer (Pus­pom), Badan Pembinaan Hukum (Babinkum), dan Badan Intelijen Strategis (BAIS).

Tatang menyampaikan, jika Haris Azhar dapat mengum­pul­kan bukti secara jelas, terang dan memperkuat informasi soal keter­libatan perwira tersebut, maka hal tersebut menjadi langkah awal bagi TNI untuk melakukan proses hu­kum terhadap perwira tinggi yang bersangkutan.  

“TNI tidak pandang bulu dalam menegakan hukum karena kita negara hukum, maka hukum akan berlaku bagi seluruh prajurit TNI baik dari pangkat Prada sampai Jenderal,” tegas Tatang.

Namun sebaliknya, apabila Haris tidak dapat menunjukan bukti-bukti tersebut, kata Tatang, berarti informasi itu hanya rumor saja. Dengan demikian, Haris dinilai telah melakukan fitnah dan pencemaran nama baik TNI.

Mabes TNI pun telah mela­yangkan surat laporan ke Ba­reskrim Mabes Polri sejak tes­timoni Fredi yang ditulis Haris ramai beredar di masyarakat melalui media sosial. Haris dila­porkan atas dugaan pen­ce­maran nama baik TNI. (h/cnn)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]