Ayo Kembali ke Sekolah


Kamis, 04 Agustus 2016 - 04:44:04 WIB

Program Wajib Belajar 9 Tahun tak selalu berjalan mulus. Meski pemerintah sudah menggratiskan biaya pendidikan sesuai dengan Undang-undang Pendidikan Nasional No. 2/1989, namun belum semua anak bisa menamatkan pendidikan mereka sampai ke jenjang Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP).

Seperti diberitakan harian ini, ratusan anak di Kabupaten Pasaman memilih tak melanjutkan sekolah karena sejumlah ala­san. Faktor ekonomi jadi salah satu pemicu. Kita yakin, kondisi ini juga terjadi di be­berapa daerah lainnya yang jumlahnya ber­variasi, terutama pada wilayah kabupa­ten.

Dari data yang dihimpun pada Dinas Pendidikan Kabaupaten Pasaman, tercatat sebanyak 216 siswa SD dan 34 orang siswa SMP, putus sekolah sepanjang 2015 lalu. Angka itu tersebar di sejumlah kecamatan di Pasaman.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen), Dinas Pendidikan Pasaman, Kamarullah mengatakan, pemerintah setem­pat terus berupaya menekan angka anak putus sekolah, sebagaimana tertuang dalam program wajib belajar 12 tahun yang diprogramkan Pemerintah Kabupaten Pasa­man. Artinya lebih majmu dibanding program nasional yang masih wajib belajar 9 tahun.

Meski begitu, kata dia, masih ada saja siswa di tingkat SD, SMP di daerah itu putus sekolah di tengah jalan. Dari telusuran pihaknya, siswa putus sekolah ada yang diakibatkan ekonomi keluarga yang sulit, menikah pada usia dini.

Masih ada juga orang tua murid menge­luh, tidak mampu memenuhi kebutuhan atau perlengkapan sekolah anaknya seperti pakaian sekolah dan buku-buku tulis.

Kita bisa memaklumi, biaya pendidikan bu­kan hanya soal uang sekolah yang dikenal de­ngan SPP (sumbangan pem­binaan pendi­di­kan) tapi banyak lagi yang lainnya seperti se­ragam sekolah, uang belanja dan transpor­tasi.

Orang tua mengalami dilema, antara melanjutkan pendidikan anak dan meme­nuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Ma­salah ini tentunya perlu dicarikan jalan keluarnya agar jumlah anak putus sekolah bisa ditekan.

Langkah yang dilakukan untuk me­nekan jumlah anak putus sekolah sudah dilakukan oleh Pemkab Pasaman dengan memberikan beasiswa bagi siswa kurang mampu dan siswa berprestasi.

Pemkab Pasaman memberi bantuan pendidikan bagi siswa baik kurang mampu dan berprestasi. Untuk tingkat SMA sebesar Rp1 juta per tahun, SMP Rp700 ribu, dan SD Rp500 ribu per tahunnya.

Dengan bantuan itu, jelas pemerintah setempat berharap tidak ada lagi anak putus sekolah hingga ke jenjang pendidikan sekolah lanjutan. Tapi kenyataannya belum sesuai dengan harapan.

Karena itu, berbagai upaya memang harus dilakukan untuk mengembalikan anak putus sekolah ini ke bangku sekolah. Perlu ada gerakan anti putus sekolah.

Pemerintah daerah perlu mempunyai data yang valid tentang anak putus sekolah ini. Bagi anak putus sekolah dengan alasan ekonomi tentunya tidak bisa ditangani oleh dinas pendidikan saja. Perlu keterlibatan dinas lainnya seperti dinas sosial.  

Anak-anak usia sekolah yang putus sekolah harus dikembalikan ke bangku sekolah. Ayo mari kembali ke sekolah. ***

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 21 Maret 2017 - 16:15:47 WIB

    Ayo Berbahasa Minangkabau

    Ayo Berbahasa Minangkabau Kamis, 16 Maret 2017, situs www.cendananews.com › Lintas Nusa › Sumatera Barat memberitakan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (melalui Dinas Kebudayaan Sumatra Barat) akan membuat kebijakan tentang penggunaan bahasa.
  • Rabu, 13 Juli 2016 - 08:54:16 WIB

    Genap Setahun Usia si Kembar Lima, Mayor Laut Hari Saputra Sempat Sulit Bedakan Kelima Anaknya

    Genap Setahun Usia si Kembar Lima, Mayor Laut Hari Saputra Sempat Sulit Bedakan Kelima Anaknya Si kembar lima, Rizky Ramadhan Pratama, Annisa Naladeva Ramadhani, Anindya Naladeva, Ramadhani, Anindita Naladeva Ramadhani dan Naisha Naladeva Ramadhani genap berumur setahun, dan mereka semakin tumbuh sebagai bayi-bayi nan .
  • Selasa, 08 Desember 2015 - 03:16:44 WIB

    Ayo… ke TPS

    Besok, Rabu, 9 Desember 2015, adalah hari ‘H’ pilkada serentak. Di Sumatera Barat ada 14 pilkada, yakni Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar, Pilkada Ka­bupaten Padang Pariaman, Pilkada Kabupaten Agam, Pilkada Kabu.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]