GUGATAN DOKTER DINILAI PREMATUR

Pengacara Sebut Eksepsi RSUP M Djamil Keliru


Kamis, 04 Agustus 2016 - 04:59:32 WIB
Pengacara Sebut Eksepsi  RSUP M Djamil Keliru RSUP M Djamil.

PADANG, HALUAN — Perkara per­data yang melibatkan RSUP M Djamil (tergugat) Padang dengan seorang dokter non-aktif spesialis orthopedi di RS tersebut, Noverial (penggunggat), te­rus berjalan. Setelah gu­gatan dibacakan pada 20 Juli lalu, dan dilanjukan eksepsi pihak RSUP Dr M Djamil pada 27 Juli, kemarin (3/8) di Pe­ngadilan Negeri (PN) Padang, penggugat mengajukan replik (tanggapan) atas eksepsi tersebut.

Noverial, melalui Penasihat Hukum (PH)-nya Yosserizal dan Nasrul Nurdin dalam persidangan yang dipimpin Hakim Ketua Yose Ana Rosalinda mengatakan, ala­san tergugat yang menyatakan gugatan yang diajukan adalah gugatan premature karena menilai penggugat seharusnya meminta Mahkamah Agung (MA) untuk mengajukan permohonan ek­sekusi atas putusan MA pada 3 April 2013 No.109 K/TUN/2013, adalah pendapat yang keliru.

“Gugatan ini bukan soal pe­laksanaan putusan MA itu, me­lainkan tuntutan ganti rugi bi­dang perdata yang diderita oleh klien kami atas nama Noverial, akibat perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh RSUP Dr M Djamil,” jelas Yosserizal.

Dijelaskan Yosserizal, sebe­lum­nya RSUP Dr M Djamil me­lalui surat resmi melakukan pela­rangan pada Noverial dalam melakukan penanganan medis di RS tersebut sejak Januari 2012 lalu. Atas pelarangan ini, Noverial melakukan upaya hukum ke Pe­ngadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Padang, PTUN Medan dan MA. Dari ketiga upaya hukum tersebut, RSUP Dr M Djamil di­putuskan untuk menunda ekse­kusi atas surat pelarangan tersebut.

“Namun penundaan eksekusi yang belum kunjung dilakukan RSUP Dr M Djamil ini tidak menjadi masalah. Ada atau ti­daknya eksekusi atas putusan MA, tidak jadi penghalang bagi kami mengajukan gugatan atas dampak kerugian yang diderita klien kami sebesar Rp480 juta,” jelasnya lagi.

Selain gugatan Material, lanjut Yosserizal, pihaknya juga me­nuntut ganti rugi immaterial yang diderita kliennya. Ini disebabkan oleh pemberitaan di koran ini tertanggal 19 Juli 2012 lalu, di mana Noverial dinilai melakukan pelanggaran dalam pelaksaan tugasnya. Pem­beritaan ini di­ang­gal mencoreng nama baik dokter tersebut.

“Dalam hal ini, kami juga ajukan gugatan ganti rugi im­material sebesar Rp500 miliar. Karena jumlah kerugian dalam hal ini sangat sulit dihitung,” katanya lagi.

Pada persidangan sebelum­nya, Alijuz Cs selaku PH RSUP Dr M Djamil dalam eksepsinya men­jelaskan, dalam kasus yang telah diputus oleh MA soal penundaan surat pelarangan penanganan medis terhadap Noverial, se­harusnyayang bersangkutan me­ngajukan permohonan kepada PTUN untuk eksekusi, namun hal itu tidak pernah dilakukan.

Ini didasari Pasal 116 jo Pasal 97  ayat (9) huruf b dan c UU Nomor 5 Tahun 1986 tentan PTUN jo UU 9/2004 jo 5/2009 secara imperatif ditegaskan supa­ya pe­nggugat mengajukan per­mohonan kepada Ketua PTUN agar pe­ngadilan memerintahkan tergugat (RSUP Dr M Djamil) untuk mela­kukan eksekusi tersebut.

Oleh karena itu, pihak RSUP Dr M Djamil melalui Alijuz Cs menilai gugatan yang diajukan ke PN Padang adalah gugatan belum waktu (premature). Selain itu, gugatan juga dianggap kabur dan penggugat Noverial dinilai salah menempatkan status dan fungsi tergugat. (h/isq)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 21 Oktober 2016 - 01:48:56 WIB
    MANTAN KEPALA KESBANGPOL GUGAT GUBERNUR

    Pengacara IKA Tolak Saksi

    Pengacara IKA Tolak Saksi PADANG, HALUAN – Tiga saksi dari pihak Gubernur Sumbar selaku tergugat, dihadirkan dalam sidang lanjutan perkara 16/G/2016/PTUN-Padang, Kamis (20/10), tentang gugatan mantan Kepala Kesbangpol Sumbar Irvan Khairul Ananda (IK.
  • Jumat, 20 Mei 2016 - 04:34:34 WIB

    19 Pengacara DPC Peradi Dilantik

    19 Pengacara DPC Peradi Dilantik PADANG, HALUAN — Se­dikitnya 19 pengacara muda dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Peradi Padang di bawah kepemimpinan Dewan Pim­pinan Nasional (DPN), Juniver Girsang mengambil sumpah, yang langsung dilantik oleh Ketua Penga.
  • Jumat, 04 Maret 2016 - 03:07:44 WIB
    Tak Terbukti Terlibat Narkoba

    Pengacara Pekanbaru Beraktifitas Kembali

    PADANG, HALUAN — Ana Mardiah (50), yang sempat diamankan polisi bersama empat orang lainnya telah kembali beraktivitas seperti biasa. Dia dilepaskan, setelah penyidik Sat Resnarkoba Polresta Padang me­nyatakan tidak terkai.
  • Kamis, 03 Maret 2016 - 03:49:14 WIB
    Ana Mardiah Sempat Diamankan Polisi

    Pengacara itu Ternyata Mengurus Administrasi Kliennya

    PADANG, HALUAN — Se­orang pengacara, Ana Mar­diah (50) yang sempat di­amankan Satuan Reserse (Sat Res) Narkoba Polresta P­a­dang, buka suara. Ia diaman­kan pada Senin (29/2) lalu, di sebuah rumah Jalan M. Hatta Ketap.
  • Selasa, 01 Maret 2016 - 11:47:59 WIB
    Kasus Narkoba

    Pengacara Asal Pekanbaru Dibekuk Polisi

    Pengacara Asal Pekanbaru Dibekuk Polisi PADANG, HALUAN – Salah seorang pengacara panggilan, Ana (50) diamankan Satuan Resnarkoba Polresta Padang di sebuah rumah kontrakan di Jalan M Hatta Ketaping, Kelurahan Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Senin (.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]