DESTINASI WISATA RELIGI

Pulau Penyengat Terus Dibenahi


Jumat, 05 Agustus 2016 - 03:34:40 WIB

TANJUNG PINANG, HALUAN — Pulau penyengat merupakan destinasi wisata unggulan di Kota Tanjungpinang. Oleh karena itu berbagai inovasi dan pem­benahan pun terus dilakukan Pemerintah Kota Tanjungpinang untuk meningkatkan daya tarik bagi pengunjung.

Diantaranya dengan memberlakukan aturan khusus untuk menata dan mem­benahi pulau bersejarah itu. Aturan tersebut sudah dirancang Pemerintah Kota Tanjungpinang dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda). Namun Perda itu belum disahkan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebu­dayaan (Disparbud) Kota Tanjungpinang, Juramadi Esram  mengatakan untuk pengelolaan Pulau Penyengat, pihaknya sudah menyusun Ranperda Pengelolaan Pulau Penyengat. Ranperda tersebut sudah masuk dalam Perogram Legislasi Daerah (Prolegda) Kota Tanjungpinang.

“Tinggal menunggu dibahas dan disah­kan di DPRD. Mungkin tahun ini (disah­kan),” katanya, Rabu (3/8).

Dengan Perda tersebut nantinya Pemko Tanjungpinang akan memperketat aturan di Penyengat. Siapapun yang datang dan berkunjung ke Pulau Penyengat harus menggunakan pakaian yang sopan.

Bahkan bagi wisatawan yang meng­gunakan celana pendek, Pemko akan menyediakan kain untuk dikenakan pengunjung. Aturan ini diberlakukan karena memang Pulau Penyengat meru­pakan destinasi wisata religi.

Di pelabuhan penyengat juga tidak boleh ada yang duduk-duduk sembarangan tanpa mengenakan baju atau berteriak-teriak. Hal itu dilarang karena dinilai tidak etis.

Sementara itu, Kepala Dinas Tata Kota dan Pengawasan Bangunan, Efiyar juga menyampaikan bahwa bagi siapapun yang melakukan pembangunan di Pulau Penye­ngat harus mengikuti kaidah dan keten­tuan. Diantaranya bangunan tersebut harus menyesuaikan dengan tidak meng­hilangkan identitas melayu.

“Jadi untuk pembangunan, nanti ada aturan tata bangunan,” ujarnya.

Sebelumnya, Walikota Tanjungpinan Lis Darmansyah juga sudah mengins­truksikan kepada jajarannya dibawahnya untuk memberikan peringatakan kepada warga disekitar masjid Sultan Riau untuk tidak meninggikan bangunannya. Karena hal tersebut akan merusak estetika masjid.

“Penyengat ini merupakan pulau cagar budaya, jadi tidak bisa semena-mena dilaku­kan pembangunan. Ada aturan yang harus diikuti,” ujar Lis, belum lama ini. (h/cw53)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]