MUI Imbau Snack Bikini Ganti Kemasan


Jumat, 05 Agustus 2016 - 03:53:43 WIB

BANDUNG, HALUAN — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat meminta produsen cemilan Bikini alias Bihun Kekinian bersikap bijak. Sebab produk tersebut menuai polemik karena dianggap mengandung unsur pornografi. Produsen pun diminta mengganti merek dan ke­masan Bikini.

“Merek dan label (kemasannya) harus diganti karena itu sangat tidak pantas. Saya berani mengatakan itu mengandung unsur pornografi,” kata Sekretaris Umum MUI Jawa Barat Rafani Achyar di Kantor MUI Jawa Barat, Kota Bandung, Kamis (4/8/2016).

Ke depan, produk tersebut di­harapkan diganti dengan merek dan kemasan yang santun. Yang terpenting, tidak ada pelang­garan yang dilakukan produsen.

Produsen harusnya mempertim­bang­kan aspek norma, etika, hingga aturan agam­a dan pemerintah. Hal-hal itu jangan dikesampingkan demi meraup keuntungan dari produk yang dijual.

Tidak hanya itu, ia juga meminta produsen menghentikan dulu produksi Bikini. Tujuannya agar masalah tersebut tidak semakin membesar.

Apalagi hingga kini belum ada per­nyataan resmi dari produsen Bikini. Berbagai media yang berusaha mencari dan menghubungi produsen pun belum mem­buahkan hasil.

“Untuk sementara, hentikan dulu saja proses produksinya,” pinta Rafani.

Beberapa hari belakangan, jamak beredar secara viral foto kemasan snak Bikini yang menghebohkan tersebut, baik di dinding akun facebook ataupun melalui Instagram.

Meskipun hanya bungkus makanan ringan, kemasan Bikini Snack mengundang perbincangan karena me­nampilkan gambar potongan tubuh pe­rempuan yang me­ngenakan bikin, dengan tulisan ‘remas aku’ di bagian tengah bungkusan tersebut. (h/okz)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]