JALUR PADANG-PADANG PARIAMAN

521 Titik Perlintasan Kereta Api Ilegal


Jumat, 05 Agustus 2016 - 13:56:26 WIB

PADANG, HALUAN —Se­banyak 521 titik perlintasan kereta api (KA) di sepanjang jalur lintasan rute Padang-Padang Pariaman, disinyalir sebagai pintu perlintasan KA illegal. Tidak hanya sebagai pemicu terjadinya kecelakaan, pintu per­lin­tasan sebidang tersebut juga merupakan sumber mala­petaka yang telah merenggut korban jiwa sejak beberapa bulan terakhir.

“Ada sekitar lebih kurang 521 titik pintu perlintasan ilegal di sepanjang jalur lintasan itu (Padang-Padang Pariaman). Padahal panjang jalur lintasan hanya sekitar 60 kilometer,” kata Kepala Dishubkominfo Sumbar, Amran, SE. MM menjawab Haluan, Kamis (4/8).

Idealnya terang Amran, jarak antara pintu perlinta­san KA yang satu dengan pintu perlintasan lainnya, dipatok per 800 meter lin­tasan. Di setiap pintu per­lintasan katanya, juga ter­dapat gardu sebagai pos bagi petugas penjaga pintu per­lintasan kereta. Fakta di lapangan, selain tidak terda­pat gardu jaga, di 521 titik pintu perlintasan sebidang itu, bahkan sama sekali tan­pa dipasangi palang pintu.

“Kalau dihitung-hitung, pintu perlintasan legal di sepanjang jalur lintasan Padang-Padang Pariaman, paling hanya terdapat se­kitar 15 hingga 20 buah saja. Ini jelas ancaman bagi mas­yarakat,” ujarnya.

Amran mengatakan, Ka­mis kemarin pihaknya juga sudah memanggil jajaran Dishub Kota Padang dan Padang Pariaman, untuk segera mencarikan solusi menyikapi kondisi itu. “Ti­

dak saatnya lagi mencari siapa benar, siapa salah. Apalagi sampai saling menyalahkan. Saatnya bekerja, mencarikan solusi, agar tak lagi jatuh korban jiwa,” pung­kas Amran.

Pada kesempatan itu, Amran meminta masing-masing kepala daerah melalui Dishub setempat, untuk segera melakukan peren­canaan pembangunan pintu per­lintasan sebidang, sesuai dengan ketersediaan anggaran masing-masing daerah. Meskipun belum sesuai standar, namun pintu perlintasan sebidang jelas akan sangat membantu masyarakat.

“Ini harus segera jadi perha­tian, karena menyangkut nyawa da keselamatan orang banyak. Kita berharap ini bisa menjadi perhatian serius pemerintah dae­rah masing-masing. Rencanakan dan anggarkan di perubahan nanti,” tandas Amran.

Sebelumnya, anggota DPR RI, Alex Indra Lukman juga mem­berikan perhatian serius terkait meningkatnya angka kasus kece­lakaan kereta api di Sumbar sejak beberapa waktu terakir. Atas peristiwa luar biasa hebat yang terjadi hampir tiap sebentar itu, Alex meminta pemerintah segera mengambil langkah dan tindakan cepat.

“Pemerintah harus segera ber­tindak mencarikan solusi untuk mengatasi kecelakaan kereta api itu. Ini bertujuan agar kasus serupa tidak terulang lagi di masa mendatang,” ujar Alex menjawab Haluan, Minggu (31/7).

Sementara pihak PT. Kereta Api Indonesia (KAI) Divre II Sumbar melalui Asisten Manager Humas PT KAI Divre II Sumbar Zainir, Senin (1/8), bersikukuh tidak akan membuat palang pintu kereta di tempat perlintasan kereta yang dianggap illegal.  Pasalnya, perlintasan tersebut dinilai baru dibuat, sementara rel sudah ada semenjak zaman Be­landa dulunya.

“Kami tidak akan membuat palang pintu kereta di perlintasan kereta illegal. Pasalnya, perlin­tasan itu dibuat setelah rel kereta telah dibangun semenjak zaman Belanda dulu,” tegas Zainir.

Dijelaskannya, perlintasan illegal ini merupakan perlintasan masuk ke persimpangan jalan komplek perumahan maupun ke tempat umum. Sedangkan yang resmi adalah jalan-jalan yang telah ada sebelum rel ini dibangun pada zaman Belanda dulu.

“Jika ada perlintasan yang tidak ada palang keretanya seka­rang ini, itu illegal. Yang legal sudah kami pasang semuanya. Jadi tidak ada penambahan plang pintu kereta lagi. Jika ada perlin­tasan kereta di persimpangan komplek atau umum, itu sebe­narnya masyarakat yang telah merampas tanah PT KAI untuk fasilitas umum dan itu illegal,” katanya. (h/yan)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]