Waspadai 5 Gejala Sakit pada Anak


Sabtu, 06 Agustus 2016 - 01:18:46 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Waspadai 5 Gejala Sakit pada Anak Ilustrasi.

“Jika anak terlihat sangat lemah ketika menderita  gejala penyakit, orang tua perlu memanggil dokter atau membawanya ke UGD rumah sakit,” ungkap Barton Schmitt, MD, seorang  dokter anak pada Call Center Rumah Sakit Anak  Aurora, Colorado.

Schmitt meng­ingatkan para orang tua untuk mem­per­ca­yai nalurinya untuk be­rang­kat ke UGD ataupun dokter anak. Dan, sebaiknya orang tua juga tak berpikir akan diter­tawakan atau tak akan meng­hasilkan apa-apa dengan kun­jungan ke dokter. Antisipasi akan lebih baik ketimbang menunggu sesuatu terjadi dan membuat penyesalan seumur hidup.

Demam Tinggi dan Lama

Ketika anak demam dan memerah karena panasnya, sebaiknya cermati per­kem­bangan sang anak. Gejala lain yang ditunjukkan ini sangatlah penting daripada menyan­darkan pada angka termometer.

Sebuah studi terbaru di jurnal Pediatrics menemukan, satu dari empat orang tua memberi anak-anak mereka obat demam ketika suhu badan anak kurang dari 37,7 C. Ken­dati dokter telah menyarankan pengobatan ketika suhu men­capai  38,4 C ke atas. Ini memang tidak disarankan, akan tetapi ketika anak mulai bermasalah dengan makan dan minum sebaiknya segera bawa anak ke rumah sakit terdekat.

Kebanyakan demam pada anak memang tidak meng­indikasikan kondisi darurat medis, kendati demikian ja­ngan menunggu hingga esok untuk memberinya pertolo­ngan.

Anak-anak berusia 2 tahun ke atas yang menderita demam di atas 40 C ke atas, umumnya akan terlihat tak enak badan. Jika demam bertahan hingga 4 hari atau lebihsecara berturut-turut, sebaiknya dibawa ke dokter. Sedangkan anak beru­sia di bawah 2 tahun yang menderita demam tinggi, ken­dati belum 48 jam tetap harus diobservasi oleh dokter.

Sakit Kepala Hebat  

Menghadapi anak yang mengeluh sakit kepala, se­baiknya jangan sepelekan. Langkah pertama, biarkan anak tak masuk sekolah dan mendapat cukup tidur.

Biasanya, sakit kepala ri­ngan akan hilang setelah anak beristirahat dan meminum obat bebas.Namun jika sakit kepala anak bertahan selama beberapa jam, tak mempan dengan obat bebas, hingga Ia tak bisa makan, main, bahkan menonton acara televisi fa­voritnya, segera hubungi dok­ter anak.

Sakit kepala yang cukup parah dan melumpuhkan anak dari aktivitasnya sangat me­merlukan evaluasi.  

Sakit kepala memang se­ringkali disebabkan otot-otot di kulit kepala yang tegang. Pada tahap yang lebih berat hingga mempengaruhi otak, sakit kepala dapat diiringi gejala neurologis seperti, kebingungan, penglihatan ka­bur dan kesulitan berjalan. Ini harus melibatkan evaluasi dokter spesialis syaraf dan dokter anak.

Begitu pula, sakit kepala yang disertai demam, pusing, muntah dan leher kaku juga perlu dievaluasi karena dapat mengindikasikan penyakit atau infeksi serius seperti asmeningitis yang tentunya akan memerlukan tindakan medis darurat.

Sakit kepala yang terlalu sering juga perlu diwaspadai dan dilaporkan pada dokter anak yang biasa mena­ngani­nya.

Ruam Kemerahan yang Meluas

Ruam yang diderita anak pada lengan atau kaki  pada umumnya tidak berbahaya. Begitu pula ketika Anda me­nyentuh ruam berubah men­jadi putih, dan ketika dile­paskan kembali merah, biasa­nya tak perlu dikhawatirkan. Ini adalah beberapa jenis reak­si alergi maupun infeksi virus ringan.

Namun jika ruam keme­rahan terjadi di seluruh tubuh, bintik-bintik berwarna merah atau ungu, tidak berubah putih ketika ditekan, dapat meng­indikasikan sepsis atau me­ningitis. Periksakan  pada dokter untuk memastikan.

Begitu pula, ruam dan bintik merah yang muncul diiringi batuk keras dan mun­tah juga patut diwaspadai. Juga ruam yang las disertai gatal-gatal dan pembengkakan pada bibir perlu segera ke dokter. Pembengkakan dikhawatirkan akan meluas dan mengganggu pernapasan anak dalam waktu singkat.

Sakit Perut

Ketika anak mengalami gejala keracunan makanan atau gastroentreritis (kerapkali disebut flu perut), orang tua perlu memantau seberapa se­ring anak muntah dan diare.

Muntah dan diare ini dapat menyebabkan dehidrasi. Se­baiknya tetap berikan cairan elektrolit setelah anak muntah untuk menghidrasi ulang tu­buhnya. Jika kondisi mem­buruk, segera bawa ke dokter.

Begitu pula ketika anak muntah 3 kali di sore hari, atau 8 kali diare dalam 8 jam, maupun kombinasi muntah dan diare yang membuat anak lemas perlu diawasi secara ketat. Kadang-kadang ini juga memerlukan perawatan darurat.

Ingat, risiko anak yang mengalami dehidrasi lebih besar ketimbang orang dewasa.

Kaku Leher

 Leher kaku dapat meru­pakan gejala meningitis, ken­dati perlu observasi dokter untuk memastikannya. Ketika anak terlihat berdiri kaku, tak bisa menengok ke kanan dan kiri memang merupakan in­dikasi terjadi sesuatu dan lebih dari sekedar nyeri otot.

Meningitis kerap me­nim­bulkan gejala leher kaku diiku­ti dengan demam, sensitif cahaya dan sakit kepala. Ken­dati leher kaku juga bisa dise­babkan tidur berposisi tak sehat,  radang amandel dan sebagainya.

Sebaiknya bawa anak ke dokter untuk memastikan kon­disi. (Dikutip dari Tabloid Nova)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM