756 Ponsel dan 3,7 Ribu Batang Rokok Dimusnahkan


Sabtu, 06 Agustus 2016 - 04:02:22 WIB

PEKANBARU, HALUAN — Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Pe­kanbaru, memusnahkah 756 telepon seluler pintar berbasis Android berbagai merek. Selain itu, 3,7 ribu batang rokok dan sejumlah barang lainnya yang dinya­takan ilegal turut dimus­nahkan.

Pemusnahan ratusan tele­pon seluler senilai ratusan juta rupiah tersebut dilakukan de­ngan cara dihancurkan meng­gunakan palu, di ha­laman Batalyon Paskhas 462 Pulang­geni Pekanbaru, Ka­mis (4/8).

“Seluruh telepon seluler yang dimusnahkan itu adalah hasil pengungkapan kita pada awal 2016 lalu,” ungkap Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan KPPBC Pekan­baru, Tri Budi Haryanto.    

Dikatakan Tri, ponsel tersebut merupakan hasil pengungkapan jajarannya yang dilakukan di Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. Seluruh ponsel dengan sistem penggunaan layar sentuh itu ditangkap saat akan dibawa ke Jakarta melalui jalur ekspedisi.

Lebih lanjut, hasil pene­lusuran petugas menunjukkan bahwa produk elektronik itu berasal dari Tiongkok yang dibawa ke Pekanbaru melalui Batam.

“Jadi alurnya seperti itu. Untuk tindak lanjutnya masih kita dalami,” terangnya.

Sementara itu, baik ala­mat pengirim maupun pene­rima, dia mengatakan sulit untuk diidentifikasi karena sistem yang digunakan para penyelundup itu dengan cara sistem terputus.

Namun, dia mengatakan akan tetap meningkatkan koordinasi lintas sektor agar mempersempit para pelaku penyelundup dan pengem­plang pajak cukai tersebut.

Selain itu, KPPBC Pekan­baru juga memusnahkan sebanyak 192.150 bungkus rokok atau sebanyak 3.759.­320 batang rokok tanpa pita cukai, yang merupakan ba­rang bukti hasil tangkapan pada 2015 silam.

“Saat ini telah ditetapkan sebagai barang milik negara serta telah disetujui untuk dimusnahkan,” sebut Kepala Kantor KPPBC TMP B Pe­kan­baru, Isja Bewirman, yang turut hadir pada kegiatan pemusnahan tersebut.

Lebih lanjut, Isja men­jelaskan kalau rokok yang disita tersebut merupakan hasil selundupan dari bebe­rapa daerah seperti Kepulau­an Riau dan Pulau Jawa.

Menurutnya, Pekanbaru merupakan target para pelaku penyelundupan rokok tanpa pita cukai karena diakuinya mendapat respon yang besar dari masyarakat.

“Harga rokok itu mayo­ritas dijual dengan harga 60 persen lebih murah sehingga dapat menimbulkan persai­ngan yang tidak sehat serta menyebabkan kerugian pene­ri­maan pajak,” paparnya.

Untuk itu, dia menga­takan akan terus mem­beran­tas peredaran rokok dengan merek seperti Sobate, New On Mild, Coffee Stick, Marl­bender, Luffman, dan seba­gainya itu di masa men­datang.

Selain ponsel dan rokok, KPPBC Pekanbaru turut memusnahkan beragam ba­rang sitaan lainnya seperti 1.440 tembakau iris, 1.020 botol minuman keras dan belasan karung garmen serta telepon seluler dengan nilai Rp1,4 miliar.(h/dod)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]