Kemarau, Warga Tanjung Kelit Kekeringan


Sabtu, 06 Agustus 2016 - 04:02:41 WIB

LINGGA, HALUAN — Baru satu bulan lebih tidak ada hujan yang turun, warga Desa Tanjung Kelit, Ke­camatan Senayang terancam kekeringan. Dari belasan sumur yang ada di daerah itu, hampir serluruhnya kering. Hal ini memaksa sebagian masyarakat harus m­enye­berang ke pulau lain untuk mendapatkan air bersih.

Abu, warga Tanjung Kelit mengatakan, sejak satu bulan lebih tempatnya tidak diguyur oleh hujan. Padahal di be­berapa wilayah yang ada di Lingga mengalami hujan deras. Tanpa hujan, sumur air di tempatnya hampir kering, dan menimbulkan kesulitan air bersih bagi warga.

“Hujan tidak pernah de­ras, cuma gerimis saja dalam beberapa saat. Terik panas matahari saja yang menye­ngat hampir setiap hari, mem­buat sumur-sumur air bersih di kampung kami (Tanjung Kelit) hampir k­ering semua,” ungkapnya.

Dikatakan, warga yang memiliki kendaraan laut (pompong) saat ini sudah mengambil air di pulau lain. Untuk masyarakat yang tak punya pompong bertahan mengambil air dengan cara mengisi sedikit-sedikit ke dalam jeriken dengan cara mengantre.

“Tak punya pompong, warga mengantre sumur-sumur yang ada airnya, itu­pun cuma sedikit. Kasihan­nya kita. Mereka rela me­ngan­tre hingga malam hari, untuk mendapatkan air,” jelasnya.

Sementara, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BP­D) Tanjung Kelit, Abdul Rahman mengakui, sejak satu bulan lebih kemarau di kam­pungnya, membuat masyara­kat dihadapkan dengan kere­sahan, akibat sumur menjadi sumber air bersih sudah banyak mengering.

“Sekarang warga yang punya pompong mengambil air di belakang Sungai Te­nam, jarak tempuh 30 menit, itupun kita ngantre dengan masyarakat dari Pulau Manik dan Linau, juga mengambil air di Air Lancur Sungai Mengkading, yang berada di belakang Sei Tenam,” kata Abdul Rahman, Kamis (4/8).

Ditambahkannya, dalam sa­tu tahun sekali warga se­tempat te­tap mengalami nasib yang sa­ma seperti dialami sekarang ini. Sampai seka­rang, warga belum ada solusi menga­tasi kekeri­ngan, karena Tanjung Kelit tidak memiliki anak sungai.

“Masalah air menjadi buah pikir kami bersama. Rencananya dengan mema­kai dana desa, pemerintah desa dan masyarakat akan memperdalam sumur yang ada, itupun sifatnya semen­tara, sambil berpikir mencari solusi yang lebih tepat,” kata Abdul Rahman.

Atas nama masyarakat, Abdul Rakman berharap sekali kepada pemerintah daerah, untuk mencari solusi serta mengucurkan anggaran untuk air bersih di Tanjung Kelit. Supaya setiap tahun masyarakat tidak lagi di­hantui kekeringan ketika musim kemarau.

“Kita tidak memiliki anak sungai, dan kami yakin me­lalui sumur bor dengan keda­laman di atas tujuh meter, akan menemukan sumber air. Jadi pemerintah melalui dinas terkait kami harapkan dapat turun ke lapangan untuk mencari titik-titik sumber air yang ada di Tanjung Kelit,” harapnya lagi. (h/jfr)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]