KUCURKAN CSR RP135 JUTA

Pertamina Bantu Nelayan Gurita di Sabang


Sabtu, 06 Agustus 2016 - 04:04:03 WIB
Pertamina Bantu Nelayan Gurita di Sabang Nelayan gurita di Sabang Aceh usai panen gurita, Jumat (5/8). Pertamina melalui dana CSR-nya sudah mengucurkan Rp135 juta sejak 2015 untuk membantu kelompok nelayan gurita di Sabang. (AFRIANITA)

SABANG, HALUAN — Jika Anda berkunjung ke Kota Sabang di Provinsi Aceh, jangan lewatkan salah satu kuliner khasnya, yaitu sate gurita. Daerah paling barat di Indonesia ini me­mang sangat kaya akan be­ragam kekayaan lautnya, salah satunya gurita. 

Dengan merogoh kocek Rp15.000 hingga Rp18.000 per porsi, Anda bisa me­nikmati kuliner khas kota terbesar di Pulau Weh ini. 

Mau pilih bumbu Padang yang pedas atau bumbu ka­cang yang manis, semuanya tergantung selera. Yang jelas, sensasi makan sate gurita ini tentu berbeda daripada sate ayam atau sate daging yang sudah biasa ditemui. 

Razali dan Hasyim, nela­yan gurita yang tergabung di Gampong Beurawang Ke­camatan Suka Jaya Sabang mengatakan, penangkapan gurita tak setiap hari bisa dilakukan. 

“Jika cuaca sedang teduh dan tidak ada angin, pe­nangkapan gurita dilakukan. Tapi, kalau angin kencang, guritanya tidak ada. Pe­nang­kapan masih tradisional de­ngan menyelam kedalaman 15 meter ,” tutur Razali. 

Saat ini, harga gurita Rp35 ribu per kg. Apabila sampai di tangan pengumpul di Kota Banda Aceh, har­ganya menjadi Rp38 ribu hingga Rp40 ribu per kg. Melihat Potensi tersebut, PT Pertamina (Persero) Mar­keting Operation Regional 1 sejak 2015 menggandeng nelayan setempat untuk me­ngembangkan budidaya gu­rita di wilayah Sabang. 

Area Manager Commu­nication & Relations Perta­mina Sumbagut, Fitri Erika saat mengunjungi mitra bina­an Pertamina di Sabang, Jumat (5/8), mengatakan, total penyaluran bantuan hingga saat ini Rp135 juta melalui dana pertang­gung­jawaban social perusahaan (CSR) Pertamina.

Bantuan dana itu meru­pakan kerja sama Pertamina dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Aceh me­lalui Program Kemandirian pengembangan Usaha Nela­yan Penangkap Gurita. 

Erika mengutarakan, ban­tuan yang diberikan Per­tamina kepada Kelompok Ne­layan Sejahtera berupa peralatan untuk menangkap gurita beserta perahu dan alat selam. “Dengan bantuan ter­se­but, kelompok nelayan bisa menjual gurita hingga 2 ribu kg per bulan atau 60 sampai 70 kg per hari dengan pen­dapatan kotor Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per hari,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Peri­kanan (DKP) Provinsi Aceh, Cut Haswirna mengatakan, produksi gurita di Sabang lebih dari 20 ton sebulan. 

Daerah penghasil gurita di Provinsi Aceh, di anta­ranya Sabang, Simeulue, dan Singkil. Di Sabang, produksi gurita sekitar 5 ton sebulan. 

“ Kebanyakan dari gurita yang dihasilkan dibawa ke luar Aceh melalui Medan. Gurita sangat digemari di Eropa. terutama di Italia. Di sana, gurita menjadi ma­kanan mewah,” tambahnya. (h/ita)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]