Menkeu Jelaskan Pemangkasan Anggaran


Sabtu, 06 Agustus 2016 - 04:34:11 WIB
Menkeu Jelaskan Pemangkasan Anggaran Menteri Keuangan Sri Mul­yani Indrawati.

JAKARTA, HALUAN  —Peme­rintah memangkas anggaran be­lanja dalam APBN-P 2016 sebesar Rp 133,8 triliun. Pemangkasan ini mencakup anggaran belanja Rp 65 triliun di Kementerian/Lembaga (K/L) serta transfer ke daerah Rp 68,8 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mul­yani Indrawati mengatakan, pe­mangkasan tersebut tak akan mengganggu kemampuan APBN mendorong perekonomian. Se­bab, sasaran pemotongan ini adalah belanja yang tidak di­anggap prioritas.

Selain itu, pemangkasan juga menyasar pada belanja yang tidak bisa mendorong ekonomi secara cepat.

“Seperti belanja pegawai, be­lanja dana operasional, perja­lanan dinas, atau pembangunan gedung-gedung pemerintah yang sangat tidak urgent. Itu tidak akan mendorong pertumbuhan eko­nomi, mengurangi kemiskinan dan ketimpangan,” ujar Sri Mul­yani di Gedung Dhanapala Ke­menterian Keuangan, Jalan Wa­hidin Raya nomor 1, Jakarta Pusat, Jumat (5/8/2016).

Dia menambahkan, pemang­kasan anggaran belanja K/L sebesar Rp 65 triliun tak terlalu besar jika dilihat dari bujet awal.

“Untuk APBNP 2016, K/L diminta hemat belanjanya Rp 65 triliun. Kelihatannya besar, tapi kalau dilihat dari budget awal Rp 767 triliun,” tutur Sri Mulyani.

Soal tax amnesty, Sri mengajak para pengusaha untuk meman­faatkan program pengampunan pajak. Menurutnya, tujuan dari tax amnesty adalah tentunya kita bisa mengumpulkan penerimaan pajak tanpa membuat ekonomi itu mengalami pengerutan. Oleh karena itu tax amnesty diharapkan menjadi gerbang dari reformasi pajak,” katanya.

Saat ini, kata Sri, Indonesia sedang membangun kultur pajak baru sekaligus mereformasi Ditjen Pajak menjadi institusi yang dipercaya masyarakat.

“Manfaat dari tax amnesty adalah semua wajib pajak bisa mengikutinya terutama di dalam rangka menyelesaikan persoalan-persoalan mengenai pajak piu­tangnya di masa lalu, dia juga bisa menjadi tempat menghapus sank­si administrasi,” katanya.

“Dan juga menghapus keya­kinan atas pengalihan harta dalam bentuk tanah dan bangunan. Tax amnesty ini bersifat rahasia jadi aman buat pelapor,” tambahnya.

Sri juga meminta bantuan para pengusaha muda di HIPMI untuk membantu sosialisasikan pro­gram pengampunan pajak ini kepada masyarakat.

“Karena tujuan dari tax am­nesty adalah membangun keper­cayaan baru. Tapi kalau mau percaya Anda harus bayar pajak. Karena membayar pajak kewaji­ban sebagai negara Indonesia,” ujarnya. (h/dtc)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]