Narkoba Disimpan di Pemanas Nasi


Sabtu, 06 Agustus 2016 - 04:35:11 WIB
Narkoba Disimpan di Pemanas Nasi MAHENDRA, penyimpan ganja yang diamankan Polsek Tilatang Kamang, meringkuk di pojok ruangan setelah menjalani pemeriksaan oleh petugas. (YURSIL)

PADANG, HALUAN  —  Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Barat  kembali membongkar jaringan sindikat narkoba di Sumatera Barat. Sebanyak enam orang tersangka berhasil diringkus di berbagai tempat. Uniknya, hasil temuan barang bukti oleh petugas adalah biji ganja yang dimasukkan dalam pemanas nasi (magic com) yang berisi nasi.

Kepala BNNP Sumbar, Muhammad Ali Azhar mengatakan, dari pe­nga­kuan tersangka, mereka memang sering mencampurkan ganja de­ngan nasi dan sayur yang dimasak ketika stok ganja mereka sedang banyak. “Hal ini sengaja dila­kukan tersangka, agar temannya yang sama sekali belum pernah menggunakan narkoba bisa mera­sakan barang haram tersebut, dan untuk ke depan akan ikut-ikut terbiasa menggunakan barang yang terlarang Itu,” ungkapnya.

Penangkapan dilakukan pada hari Rabu, (3/8) Sekitar pukul 19.00 WIB. Diantaranya  ter­sangka yang berhasil diamankan, Andre (19), Febri (18), Toni (24), Anas (22), Rizon (21), dan Rio (18). Enam tersangka ini di­tangkap berawal dari hasil pe­nyelidikan tim gabungan BNNP Provinsi Sumatera Barat, BNN Kota Payakumbuah bersama de­ngan Sat Resnarkoba Polres Lima Puluh Kota di lapangan. Hasilnya, didapat info yang mengatakan ganja dan sabu yang beredar di  Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota sebagian berasal dari Bukittinggi.

Dari informasi tersebut, tim gabungan melakukan penye­lidikan di Bukittinggi dan meng­hasilkan informasi bahwa seorang pengedar Narkoba bernama Febri (18) merupakan orang yang men­distribusikan narkotika jenis ganja dan sabu dari seorang bandar yang berada di Air Bangis, Kabupaten Pasaman Barat.

Pucuk dicinta ulam tiba. Saat melakukan penyelidikan, petugas mendapatkan informasi bahwa Febri hendak bertransaksi meng­gunakan beberapa orang sebagai kaki tangannya. Sehinga dida­patkan satu nama yang diketahui bernama Andre akan melakukan transaksi di depan Pos Ronda Dekat Kampus IAIN Bukittinggi, Geregeh. Sekitar pukul 19.00 WIB, petugas berhasil menga­mankan Andre di TKP yang se­dang menunggu pembeli. Darinya ditemukan satu bungkusan yang berisi tiga paket ganja kering.

Berdasarkan pengembangan tersangka Andre, petugas lang­sung menuju sebuah kost an di Tarok Pincuran Gaung No 27 RT 02 RW 06, Kelurahan Dipo, Keca­matan Guguk, Bukittinggi. Saat dilakukan penggerebekan ter­sangka bernama Febri sedang melakukan pesta sabu dengan empat orang teman kostannya. Ketika dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti bung­kusan paket ganja kering yang disimpan pada tempat yang terpisah, dan biji ganja yang berada di dalam magic com Jark Merk Miyako yang berisikan nasi.

Total barang bukti yang ber­hasil ditemukan yaitu, Narkotika jenis ganja kering 500 gram, Handphone 6 unit, korek api gas 4 buah, uang tunai Rp 150 ribu, Dompet, celana pendek dan jacket jeans warna biru.

Ditambahkan Kepala BNNP, hukuman yang diberikan kepada tersangka sesuai dengan pasal 114 ayat 1 jo pasal 111 ayat 1 dengan ancaman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun, denda sedikitnya Rp 800 juta, paling banyaknya Rp 10 miliar. Selanjutnya enam orang tersangka akan dilakukan pe­nyidikan yang lebih mendalam, untuk membongkar orang-orang yang terkait dengan pengguna dan pengedaran barang haram tersebut.

Selain BNNP, jajaran Polres Bukittinggi juga mengungkap kasus serupa. Seorang pemakai  narkoba bernama Mahendra (Ka­leng) warga Mato Air Jorong III Kampung Nagari Gadut, di­aman­kan  , Jumat (5/8) sekitar pukul 09.30 WIB

Pria pengangguran itu, di­amankan karena mengamuk dan meresahkan warga saat mabuk di kediamannya. Ternyata, ia tak hanya sekedar mengejar dan meresahkan warga saat tengah mabuk. Namun saat diamankan oleh petugas Polisi Sektor (Pol­sek) Tilatang Kamang, di dalam saku celana sebelah kiri bagian depan pria ini ditemukan satu paket narkoba jenis ganja. Diduga pria ini mabuk sesaat setelah mengkonsumsi barang haram tersebut.

Kapolres Bukittinggi AKBP Tri Wahyudi melalui Kapolsek Tilatang Kamang AKP Ali Umar dan Kasat Res Narkoba Polres Bukittinggi AKP Yunialis Eko Prasetyo mengatakan, pelaku ternyata tidak hanya sekali itu saja meresahkan warga.

“Menurut keterangan warga, pelaku sudah sering melakukan aksinya. Ia mengejar warga de­ngan menggunakan kayu yang melintas didepan rumahnya, hal ini tentu saja membuat warga resah karena dikejar tanpa ada sebabnya,” kata Kasat. (h/mg- ina/ril)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]